Morowali Utara –
Seorang cowok berinisial KR tewas setelah ditembak memanfaatkan senapan semilir oleh tetangganya, KS (33) di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi inti (Sulteng). langkah pembunuhan itu diperkirakan dipicu sengketa tanah dan dendam pribadi Nan telah menyusuri lamban.
“Motif tersangka dilatarbelakangi dendam pribadi dikarenakan perselisihan Nan telah menyusuri lumayan lamban antara tersangka dan korban, terkait masalah transaksi tanah serta perselisihan pribadi lainnya,” ujar Kapolda Sulteng, Brigjen Nasri kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Peristiwa tersebut menyusuri di Desa Era, Kecamatan Mori Utara, Kamis (11/6). Polisi Nan mengerjakan penyelidikan menangkap pelaku Nan kabur ke Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (23/6).
“Dari tangan tersangka ditangani Esa pucuk senapan semilir PCP, Esa butir peluru, dan Esa buah ember berwarna hitam,” ucapan Nasri.
Nasri mengembangkan, pelaku menanggalkan tembakan dari jarak 15 meter. Pelaku telah memperhatikan aktivitas korban sebelum melancarkan langkah kejahatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kasus ini pembunuhan berencana, jadi tersangka memang telah menyusun aksinya, apa Nan digunakan, alat apa Nan digunakan,” tuturnya.
“Griya tersangka dan Griya korban memang bertetangga, sehingga pelaku mengetahui aktivitas korban dan telah menyusun penembakan itu,” ujar Nasri.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat berbarengan Pasal 459 juncto Pasal 458 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 terkait Kitab Undang-Undang aturan Pidana (KUHP). Pelaku terancam hukuman penjara 20 tahun atau pidana penjara seumur Hayati atau hukuman Wafat.
Fana itu, Kabiddokkes Polda Sulteng Kombes dr Edy Syahputra berucap, korban merasakan luka tembak pada telapak tangan kiri dan dada sebelah kiri. Dari keluaran autopsi, peluru menembus paru-paru hingga proyektil berhenti di Sekeliling tulang belakang.
“Proyektil tersebut Tetap internal kondisi relatif utuh, meskipun Tak sempurna. Peluru berupa logam berwarna putih berbarengan melebar Sekeliling 7 milimeter dan diameter Sekeliling 3 milimeter,” singkap Edy.
Edy menjaga korban meninggal Bumi dikarenakan tembakan tersebut. Beliau membongkar senjata semilir Nan digunakan pelaku Ialah senjata Nan memanfaatkan gas atau semilir sebagai tenaga pelontar peluru.
“Berdasarkan keluaran pemeriksaan tersebut, mendapatkan kami pastikan bahwa luka tembak dikarenakan senjata semilir itulah Nan menyebabkan korban meninggal Bumi,” pungkasnya.
(sar/hsr)