Ngawur Pembunuh Nenek dan Pacar suram di Banyumas Panen Cibiran Penduduk ketika Reka Ulang




Banyumas

Polresta Banyumas menggelar rekonstruksi pembunuhan dua wanita Nan terwujud di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas. Tersangka inisial A alias D (24) dihadirkan langsung di Letak peristiwa. Penduduk di Letak kelebihan dari Esa kali mencibir berdua teriakan ‘huuuu’.

Pantauan detikJateng, D terlihat berdua dikawal polisi. alur rekonstruksi pembunuhan terhadap dua wanita berinisial K (81) dan AA (18) itu dimulai sejak pukul 10.05 WIB.

Sejumlah Penduduk Nan penasaran memenuhi Letak setempat. Meski telah dipasang garis polisi, terdapat kelebihan dari Esa Penduduk Nan nekat menerabas dikarenakan penasaran berdua Paras D.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ketika dijalankan rekonstruksi, D nampak kooperatif. Ia mengenakan baju setelan berwarna biru bertulisan Tahanan Polresta Banyumas, namun wajahnya tidak ada masker.

ketika mengerjakan rekonstruksi di halaman Griya neneknya, tersangka kelebihan dari Esa kali disoraki Penduduk. Meski begitu D tetap memeragakan adegan demi adegan.

keliru Esa Penduduk setempat, Yuningsih (53) mengaku sengaja terlihat dikarenakan penasaran berdua Paras D.

“Kalau gua penasaran lihat orangnya, belum pernah lihat kayak apa. gua menyimak Eksis rekonstruksi dari tetangga, terus ke sini,” ucapan Beliau kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Rekonstruksi kasus pembunuhan dua wanita di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Kamis (25/6/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

“Sebenarnya kalau dilihat mukanya kalem loh. Tadi sempat pada nyoraki Masa pelaku melangkah keluar. Gemes, ya heran kok meraih tega ya orang Patikraja meraih kayak gitu,” imbuhnya.

Hal Nan Baju juga dikatakan Khotijah. Ia mengaku terlihat ke Letak dikarenakan penasaran ketika D membunuh kedua korbannya.

“Baju orangnya sih gak penasaran, tapi pengin liat adegannya saja,” ujarnya.

Diberitakan sebelum itu, peristiwa pembunuhan keji terhadap dua wanita Nan terwujud di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, mulai terkuak. Dua korban berinisial K (81) dan AA (18) dibunuh oleh Pria berinisial A alias D (24) memanfaatkan palu.

Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi berbisik tersangka terungkap telah beristri dan Mempunyai dua anak. Ia merupakan cucu dari K dan kekasih suram AA. Tersangka membunuh dua korbannya memanfaatkan palu.

“Jadi korban pertama Nan dieksekusi Ialah K pada Kamis (11/6) Sekeliling pukul 19.00 WIB memanfaatkan palu. Korban pertama dieksekusi memanfaatkan palu, setelah melaksanakan salat isya,” ucapan Petrus ketika bongkar kasus di Mapolresta Banyumas, Senin (15/6).

Usai membunuh, D kemudian sempat mengakhiri Paras jasad neneknya memanfaatkan sajadah dan meninggalkan di Letak salat. Tersangka setelah itu melangkah keluar Griya ciptakan Berjumpa berdua selingkuhannya berinisial AA di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara.

Mereka berdua kemudian sempat nongkrong di kawasan Baturraden. Di situlah tersangka terbersit menguasai harta milik AA dan mengajaknya ciptakan menginap di Griya orang tuanya Nan sebenarnya itu merupakan Griya milik neneknya.

Sesampainya di Griya K, tersangka kemudian kembali memeriksa jasad korban Nan berada di Loka salat. Di situ tersangka sempat mengabadikan Paras neneknya memanfaatkan ponsel Nan diajak.

“Kepada korban kedua, tersangka berbisik bahwa kedua orang tuanya sedang rehat, sehingga Griya tampak Sunyi. Kemudian, pada pukul 00.30 WIB, tersangka sempat menuju ke ruang salat ciptakan menjamin wilayah jenazah korban Esa Tetap di Loka semula. Tersangka bahkan memfoto Paras korban Esa setelah memasuki sajadah Nan menutupinya. Kemudian, menutupnya kembali,” urai Petrus.

Menurut Beliau, Sekeliling pukul 02.00 WIB, tersangka mengajak korban AA berhubungan raga di internal Bilik neneknya. Setelah tuntas, keduanya nongkrong di kursi Ambang televisi di ruang keluarga.

“Pada ketika itulah, korban AA bertanya, ini Griya siapa? Dan tersangka membalas, ini Griya milik orang Uzur tersangka. Tak pelan kemudian, AA menyaksikan kaki korban Esa Nan terbaring di ruang salat dan bersikeras bertanya, siapa orang Nan terbaring di sana?,” Jernih Petrus.

mengalami panik perbuatannya terbongkar, ujungnya tersangka mencari jejak secepat mungkin ciptakan menghabisi AA.

“Tersangka meraih palu Nan Tetap diletakkan di atas kasur Ambang televisi. Sekeliling pukul 02.30 WIB, pada ketika AA bangkit Pas di Ambang ruang salat, tersangka langsung memukul korban dua di bagian dada kanan atas sebanyak Esa kali memanfaatkan palu,” ungkapnya.

Korban langsung terjatuh setelah didorong oleh tersangka. Kemudian tersangka kembali memukul korban di bagian bibir sebanyak Esa kali dan di bagian tenggorokan sebanyak tiga kali.

“dikarenakan korban Tetap berteriak-berteriak, tersangka membekap bibir AA dari belakang memanfaatkan kain hingga korban lemas dan Tak berteriak lagi. Tersangka mengikat leher korban memanfaatkan kain Nan Baju,” terus Beliau.

(dil/ahr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *