Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) merilis telah menentukan dua tersangka lagi Nan terlibat bagian dalam agenda hasilkan menyerang UFC Freedom 250, sebuah acara seni bela diri Nan diadakan di Gedung Putih seminggu sebelum itu pada masa ulang tahun pemimpin Donald Trump.
Tersangka pertama Ialah Jordan W. Rincker, Nan ditahan di bangsa bagian Washington atas tuduhan memberikan bantuan finansial dan logistik hasilkan agenda tersebut. Tersangka lainnya Ialah William Lee Spartacus Falkner, Nan ditahan di Missouri atas tuduhan membahas pembelian dan pengoperasian drone Nan dimaksudkan hasilkan digunakan bagian dalam serangan tersebut.
Pengumuman tersebut telah menaikkan jumlah keseluruhan tersangka Nan ditahan dan didakwa sebagai tujuh orang.
Para tersangka disinyalir berencana memakai drone bermuatan bahan peledak hasilkan menimbulkan kekacauan dan menimbulkan Pengungsian di UFC Freedom 250, kemudian memerintahkan kerumunan orang ke arah para penembak Nan telah ditaruh. Pejabat FBI berbisik Eksis juga “gelombang serangan kedua” Nan diyakini menargetkan gerbang Gedung Putih.
Catatan di bangsa bagian Washington menunjukkan bahwa Falkner tampaknya bergabung berdua grup media sosial Nan dikhususkan hasilkan operasi drone mulai tanggal 7 Juni. Jaksa penuntut berbisik Falkner membahas pengerahan extra dari Esa drone melalui koneksi kontaknya dan mengatakan bahwa “makin lumayan melimpah drone makin berkualitas.”
Para Personil tim membahas muatan drone, tapak-tapak anti-hambatan, server kontrol serat optik, dan jumlah drone Nan dibutuhkan hasilkan serangan tersebut.

Para penyidik sedang mempertimbangkan kemungkinan bahwa extra dari Esa Personil membahas serangan lain Nan menargetkan pertandingan Piala Bumi Nan diagendakan pada 3 Juli di Kansas City, Missouri. Seorang perantara FBI meyakini bahwa pesan dari tersangka figur Golongan, Abraham Hermosillo Alvarez, mengutarakan peristiwa ini dan mendesak para kaki tangannya hasilkan bersiap mengerjakan perjalanan ke Missouri hasilkan masa Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Menurut jaksa, para tersangka Berjumpa Sekeliling rembulan Maret melalui komunitas TikTok bernama “Vanguard of the Old,” di mana mereka berbagi video latihan dan materi taktis sebelum beralih ke perbicangan terenkripsi.
Golongan tersebut diinformasikan berencana mengerjakan pembunuhan di halaman Gedung Putih dan area sekitarnya selama acara UFC Freedom 250. agenda tersebut diyakini melangkah dari Sekeliling rembulan Maret hingga 21 Juni. Para penyelidik federal yakin bahwa Golongan tersebut telah menyiapkan senjata api, amunisi, rompi antipeluru, dan berbagai peralatan militer .

agenda tersebut digagalkan setelah Bunda Proper, tersangka berusia 19 tahun dari Ohio, memberi tahu FBI. Para penyelidik menyita ponsel Proper dan menentukan extra dari Esa Personil lainnya.
Mungkin Anda juga jatuh jiwa
Wakil Direktur FBI Chris Raia berbisik bahwa lima tersangka pertama Nan ditahan dianggap sebagai Nan paling berbahaya. Penangkapan lalu kemungkinan akan menyertakan mereka Nan Mempunyai peran extra Mini.
“Kami mengerjakan serangkaian penangkapan Nan dibenarkan secara legalitas sebelum UFC Freedom 250 melangkah dan melindungi acara tersebut terlindungi. FBI Tetap mengawasi lumayan melimpah orang lain hasilkan melindungi Tak Eksis Nan terlihat ke Washington,” katanya.
Sumber: https://baohatinh.vn/7-nguoi-bi-cao-buoc-am-muu-tham-sat-o-nha-trang-post312719.html