Medan, IDN Times – Unjuk Selera Nan digelar massa Aliansi Kemarahan Buruh dan masyarakat (AKBAR) Sumatra Utara diwarnai ketegangan, Kamis (18/6/2026). Massa sempat mengadang rombongan kepolisian Nan melintas di Kawasan Kesawan, Kota Medan.
tindakan pengadangan ini bermula ketika massa melaksanakan tindakan Tenteram. menginginkan pengendara Nan melintas di Kesawan membunyikan klakson. distribusi massa itu berperan simbol kepada kuasa Nan dinilai Tak becus menjalankan pemerintahan.
Kemudian, tiba – tiba rombongan kepolisian melintas. Terpantau, rombongan diisi korps Sabhara dan Brimob Polda Sumut.
Di bagian dalam rombongan itu, Eksis kendaraan taktis, mulai dari armada meriam air hingga truk dalmas dan bus.
Massa Nan berunjuk Selera Tak segan hasilkan mengadang. Mereka langsung mengerumuni iring-iringan kendaraan itu.
Massa kemudian membentang poster protes mereka ke arah kendaraan taktis. Dari bagian dalam armada, polisi hanya berdiam diri. Tak memberikan reaksi apa – apa.
Massa hanya menginginkan mobil polisi itu ikut membunyikan klakson. Namun armada kepolisian tampak enggan.
Iring-iringan polisi sempat tertahan lumayan lamban. Massa terus berorasi. “Pembunuh, pembunuh,” ngegas massa kompak.
Teriakan itu berperan protes terhadap kepolisian Nan selama ini disinyalir melaksanakan tindakan kekerasan terhadap masyarakat. Termasuk tidak akurat satunya kasus pengemudi ojek digital Affan Kurniawan Nan meninggal setelah dilindas kendaraan taktis di inti pecahnya unjuk Selera di Jakarta ujung Agustus 2025 Lampau.
Setelah menahan lumayan lamban, massa ujungnya mengizinkan iring-iringan rantis polisi lewat. Massa pun mengembangkan tindakan.
tindakan unjuk Selera ini digelar AKBAR Sumut sebagai kritik keras terhadap kuasa. bagian dalam tindakan itu, penggulingan rezim Prabowo – Gibran berperan tuntutan Primer. Menurut AKBAR Sumut, pemerintahan di bawah Prabowo – Gibran telah membawa masyarakat makin sengsara. policy Nan diterbitkan Baju sekali dinilai Tak pro terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Tuntutan-tuntutan mengenai ekonomi, bagaimana penguatan rupiah, kami menuntut, bagaimana biaya BBM mendapatkan dikembalikan lagi,” ujar Dirga, koordinator tindakan.