Jombang –
Satreskrim Polres Jombang membongkar dugaan pembunuhan Choiriyah (47) oleh Abang kandungnya. Bagaimana mula mula polisi mencium kejahatan ini?
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander memaparkan, dugaan pembunuhan ini awalnya sebatas informasi dari masyarakat. Adalah terwujud penganiayaan Nan menyebabkan Mortalitas di kos Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto pada Jumat (12/6).
Berbekal informasi tersebut, pihaknya menggelar penyelidikan. ternyata jenazah korban, Choiriyah telah dimakamkan keluarganya di Makam Islam Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang pada sore di masa peristiwa. Tak kehabisan Budi, polisi menggali informasi dari para tetangga kos korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Informasi mula Nan kami dapatkan ini memang dari keterangan saksi-saksi di TKP. Menurut para saksi, korban sering merasakan penganiayaan atau kekerasan fisik dari Abang kandungnya Nan tinggal Seiring korban di kos tersebut,” jelasnya kepada wartawan di Polres Jombang, jalur KH Wahid Hasyim, Senin (15/6/2026).
Setelah menggali keterangan mula dari sejumlah tetangga kos korban, terus Dimas, pihaknya menganjurkan saksi ciptakan melapor ke Polsek Jogoroto. ujungnya, tetangga kos korban, M Fatoni bersedia berperan pelapor.
Sehingga Polsek Jogoroto menerbitkan laporan polisi nomor LP/B/09/VI/2026/SPKT/POLSEK JOGOROTO/POLRES JOMBANG pada Pekan (14/6). lalu, keterangan para saksi didalami. Polisi juga menggelar olah TKP di kos, serta ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Choiriyah.
Ekshumasi dan autopsi kemarin cahaya menyertakan Satreskrim Polres Jombang, Polsek Peterongan, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri. Jenazah Choiriyah diautopsi di Makam Islam Dusun Pajaran.
“Menurut dokter forensik, penyebab Mortalitas korban Tak wajar,” terangnya.
Autopsi membongkar lumayan berlimpah luka dikarenakan Barang tumpul pada tubuh Choiriyah. Adalah luka memar pada 2 jari tangan kiri, memar pada dagu, bibir bawah, leher Ambang atas, dahi, lengan, dada, kepala dan pipi. Kemudian lecet bentuk garis di dagu, patah pada 2 jari tangan kiri, serta memar pada paha dan pinggang kanan.
Seluruh luka tersebut terwujud ketika korban Tetap Hayati dan diakibatkan kekerasan berbarengan Barang tumpul. Oleh dikarenakan itu, ungkapan Dimas, pihaknya merangkum Choiriyah bukan tewas dikarenakan terjatuh di Bilik guyur. Namun, berperan korban penganiayaan.
“Penyebab Mortalitas korban Adalah resapan darah pada seluruh kulit kepala dan pembusukan organ bagian dalam,” ungkapnya.
sebelum itu, makam Choiriyah di Makam Islam Pajaran diekshumasi pada Pekan (14/6) Sekeliling pukul 13.00 WIB. Sebuah tenda ditutup diagendakan di tidak terpencil makam korban ciptakan autopsi. Ekshumasi digelar dikarenakan Choiriyah disinyalir tewas dikarenakan disinyalir dianiaya Abang kandungnya sendirian, Suparni (61).
Choiriyah Hayati Seiring Suparni di kos Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang Sekeliling 2 Pekan terakhir. Sehari-masa, Suparni bekerja berperan buruh olah. lagian Choiriyah Tak bekerja dikarenakan mengidap keterbelakangan mental.
Dugaan pembunuhan di kos ini terwujud pada Jumat (12/6) Sekeliling pukul 10.00 WIB. Suparni disinyalir memukuli adik kandungnya berbarengan tangan Hampa, memakai tongkat bersih-bersih, ulekan, dibenturkan ke Tembok, serta dicelupkan ke Bilik guyur.
Ketika Choiriyah telah tak bernyawa, Suparni menginginkan tolong tetangga kosnya. Ia berdalih kalau adiknya terjatuh di Bilik guyur. Sore di masa Nan Baju, jenazah korban diajak ke Griya duka, Lampau dimakamkan di Makam Islam Dusun Pajaran.
(auh/hil)