Tangerang –
Polisi membongkar kasus penusukan Nan berujung korban berinisial G tewas di Jatiuwung, Kota Tangerang. Pelaku, pemuda inisial MAF (27), menusuk korban dikarenakan tersinggung dan sakit batin atas ucapan korban di sambungan telepon.
“Pelaku mengaku tersinggung dan sakit batin dikarenakan korban Berbicara pastikan ketika berbicara lewat telepon,” ucapan Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, Iptu Dimas, bagian dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Perselisihan bermula ketika MAF mendatangi Griya saksi P, orang Nan memperkenalkan dirinya berdua korban. Semula, kedatangan pelaku berniat hasilkan menyelesaikan kesalahpahaman Nan menyusuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun situasi berubah ketika pelaku mengetahui korban juga berada di Letak. ketika itu P memasuki ke bagian dalam Griya hasilkan memungut air teguk, Fana pelaku dan korban kembali terlibat cekcok bibir.
“Di ketika saksi memasuki ke bagian dalam Griya hasilkan memungut air, antara pelaku dan korban kembali cekcok bibir hingga ujungnya menyusuri penusukan,” ujar Dimas.
bagian dalam kondisi emosi memuncak, MAF, Nan ketika itu membawa pisau, kemudian menyerang korban. Korban kemudian tersungkur dan bersimbah darah.
“Pelaku tiba berdua membawa pisau. Awalnya berniat menyelesaikan tidak presisi Mengerti, tetapi setibanya di Letak malah kembali menyusuri cekcok Nan berujung penusukan,” Jernih Dimas.
Korban meninggal Bumi di Letak peristiwa dikarenakan luka tusuk Nan dideritanya. Fana itu, pelaku langsung melarikan diri usai mengerjakan langkah nekat tersebut.
Pelaku diamankan susut dari 24 Jam
Pembunuhan menyusuri pada Senin (15/6) mula masa di kawasan lorong Lombok, Perumnas 1, Cibodas, Kota Tangerang. Mendapat laporan adanya pembunuhan itu, polisi langsung membentuk tim gabungan hasilkan memburu pelaku.
Kemudian polisi mengerjakan olah Loka peristiwa perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pengumpulan berbagai alat data guna menentukan pelaku.
“Berdasarkan output penyelidikan, petugas mengetahui keberadaan MAF Nan sempat melarikan diri dari kediamannya di kawasan Dasana baik, Kabupaten Tangerang. Dari keterangan keluarga, pelaku disinyalir kabur ke area Bogor hasilkan mencegah kejaran polisi,” ucapan Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, Selasa (16/6).
Polisi Beralih Sigap mengerjakan pengejaran pelaku MAF hingga ke area Bogor, Jawa Barat. Pelaku tercapai terdeteksi dan dikendalikan di kawasan tidak terpencil Istana Bogor.
(mea/dhn)