Solo –
Penemuan mayat wanita berikut usia (lansia) dan mayat wanita Belia bikin heboh Penduduk Patikraja, Banyumas. Kedua wanita itu tewas dihabisi A alias D (24) Nan merupakan cucu korban Kartinah (81) dan juga selingkuhan korban berinisial AA (18).
Ironisnya, jasad Kartinah terdeteksi di internal sumur, lagian AA terdeteksi bersimbah darah di Bilik. Pelaku sendirian sempat kabur, namun ujungnya diamankan di Banjarnegara.
Kronologi Nenek-Wanita Belia Dihabisi Cucu
Dihimpun detikJateng berikut kronologi penemuan mayat hingga penangkapan pelaku:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis, 11 Juni 2026
Pukul 19.30 WIB
A memukul neneknya berdua palu hingga terjatuh. Kemudian neneknya itu dicekik hingga meninggal.
“Pertama Nan dibunuh neneknya. guna palu dipukul bagian leher, Anjlok kemudian pelaku mengikat leher memakai tali rafia dan dicekik hingga meninggal Bumi,” bongkar Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, Sabtu (12/6).
Setelahnya, A menelepon pacar gelapnya berdua niat hasilkan dihabisi. Wanita itu kemudian diajak ke Griya neneknya.
“Beliau itu telah mengagendakan akan membunuh selingkuhannya. Setelah Berjumpa, korban diajak ke Griya neneknya. Di Letak sempat terwujud cekcok dikarenakan pelaku Mau menguasai HP dan motor korban kedua,” ungkapan Petrus.
Pelaku dikatakan sengaja mencari-Geledah bahan pertengkaran berdua pacar gelapnya itu. A Lampau memeriksa notifikasi WhatsApp dari Pria lain di ponsel korban.
“Tersangka berpura-pura menyaksikan Eksis notifikasi WhatsApp dari Pria lain, hingga ujungnya wanita ini juga dibunuh,” ujarnya.
Jumat, 12 Juni 2026
Pukul 06.00 WIB
Jasad kedua korban itu terdeteksi di tidak akurat Esa Griya di Patikraja, Banyumas. Tetangga korban ketika itu menyaksikan cucu (pelaku) Tetap berada di internal Griya korban, Kartinah.
“Nan dicurigai Tetap rehat di internal Griya. berikut dibangunin Baju saudaranya. Ditanya mbahnya di mana, jawabnya kesana. Ditanya lagi, pokoknya kesana lah, sana Geledah sendirian,” ungkapan Sudarmo kepada wartawan, Jumat (12/6).
Setelah itu, cucu korban kesana dan sempat dicegat Penduduk. Setelahnya, Penduduk mulai memeriksa setiap ruangan dan menemukan jasad wanita Belia AA.
“berikut dibukain setiap Bilik. Eksis orang Wanita bersimbah darah. ujungnya geger, tetangga jadi tahu Seluruh,” ujarnya.
Penduduk kemudian Berikhtiar mencari keberadaan pemilik Griya Nan teridentifikasi bernama Kartinah. Pencarian mengarah ke sumur Nan berada di Sekeliling Griya setelah Penduduk menyaksikan penutup sumur internal kondisi ada.
“Jadi tahunya si Mbah ini di sumur, dicari Baju Penduduk, ditelusuri. berikut lihat sumur tutupnya ada jadi curiga. tingkat cahaya jadi kelihatan, berikut disorot guna senter jadi kelihatan,” ungkapnya.
Pada masa Nan Baju polisi melaksanakan olah Loka peristiwa perkara (TKP). diungkapkan AA terdeteksi internal Bilik Nan jarang digunakan, lagian jasad Kartinah di internal sumur.
“AA terdeteksi di letak telah berada di sebuah Bilik, tapi Tak dipakai, mungkin seperti Penyimpanan. Kemudian Nan inisial K terdeteksi di internal sumur, sehingga kami harus melaksanakan Pengungsian berdua menginginkan Donasi SAR Unit Banyumas,” ungkapan Kapolsek Patikraja AKP Eko Sutanto.
Sekeliling pukul 11.00 WIB
Polisi menangkap A alias D di kawasan Banjarnegara. A sempat kabur usai menabrak Penduduk.
“Tak pelan setelah laporan memasuki, tim langsung melaksanakan penyelidikan dan berhasil melindungi terduga pelaku berinisial A alias D (24) di wilayah Banjarnegara,” ungkapan Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi. diungkapkan A diamankan Sekeliling lima jam setelah mendapat laporan temuan mayat.
“Jadi ketika peristiwa Eksis Penduduk Nan menjumpai D Nan merupakan cucu K berada di internal Griya. ketika hendak dimintai keterangan, Nan bersangkutan Malah melarikan diri memakai sepeda motor dan sempat menabrak Penduduk,” sambung Petrus.
Sabtu, 13 Juni 2026
Polisi memutuskan A alias D sebagai tersangka pembunuhan. Hingga ketika ini polisi Tetap mendalami kasus pembunuhan Nan bermotif hasilkan menguasai harta korbannya ini.
“telah kita tahapan dan diputuskan sebagai tersangka, Adalah A alias D (24) Nan membunuh neneknya berinisial K (81) dan wanita selingkuhannya berinisial A (18),” ungkapan Petru, Sabtu (13/6).
Polisi menyebut A tega membunuh neneknya dikarenakan tak diberi Duit. Selain itu, korban sempat mengungkit soal utang pelaku.
“Motifnya ekonomi. Jadi Beliau Mau menguasai barang dan Duit milik neneknya. dikarenakan Beliau tiba minta Duit Tak dikasih, neneknya malah mengungkit utangnya,” jelasnya
(ams/dil)