Ngawur Jahatnya Blendus Tega Habisi Bilqis Bocah Sragen Usai Tergiur Motor mutakhir



Solo

Polisi membongkar data mutakhir bahwa Suparman alias Blendus (53), perampok Nan bunuh bocah kelas 5 SD bernama Bilqis Rajiansyah Lestari (11) di Desa Dawung, Jenar, Sragen, ternyata telah menyusun tindakan jahatnya. Blendus dikatakan tergiur berbarengan romansa Nan didengarnya dari Bapak tiri korban, Sukardi.

terungkap, Sukardi dan Blendus saling mengenal dikarenakan keduanya pernah bertetangga di kawasan Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menerangkan awalnya Sukardi bercerita kepada Blendus bahwa dirinya mutakhir saja membelikan anak tirinya sepeda motor.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“permulaan mulanya dari romansa Bapak tiri korban sendirian. Beliau bercerita kepada tersangka bahwa korban mutakhir saja dibelikan sepeda motor,” cerah Dewiana bagian dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Jumat (12/6/2026).

Namun, Blendus Nan mendengarkan romansa tersebut malah menyusun ciptakan merampok Bilqis.

“mendengarkan hal itu, bukan ikut gembira, di benak tersangka Suparman alias Blendus Malah langsung terlihat niat jahat ciptakan menguasai sepeda motor tersebut,” ujarnya.

Sebulan Persiapkan tindakan

Dewiana mengembangkan, Blendus kemudian menyiapkan agenda ciptakan merampok Bilqis. Ia mempelajari situasi berbarengan pura-pura main ke Griya korban.

“Tersangka sempat mengerjakan survei ke Griya korban Sekeliling sebulan sebelum mengeksekusi aksinya. Ia tiba berpura-pura bertamu menemui Bapak tiri korban, padahal maksud utamanya Ialah mempelajari tata letak dan situasi Griya korban,” bebernya.

ujungnya, Suparman alias Blendus beraksi pada Jumat (5/6). Ia mengendarai motor Supranya dan memperhatikan dari bukit di belakang Griya korban.

“Begitu menyaksikan motor Honda Vario incarannya terparkir dan mendapati korban berada di bagian dalam Griya sendirian, Blendus langsung susut,” ungkapnya.

Bacok Paras Bilqis Berkali-kali

Blendus lantas mendatangi Griya Bilqis dan berpura-pura meminjam sabit bendo kepada korban. Begitu korban menyerahkannya, Blendus seketika menyerang bocah tersebut.

“Tersangka menganiaya korban memakai sabit Nan dipinjamnya dari korban sendirian hingga korban Tak sadarkan diri dan meninggal Bumi,” terangnya.

Setelah menjamin korban tak berdaya, Blendus sempat Berikhtiar menghilangkan jejak darah, Lampau membawa kabur motor Vario serta handphone korban Nan Eksis di bagian dalam jok.

“Korban sempat berteriak kesakitan berbarengan mengakhiri mukanya memakai kedua tangan, namun tersangka kembali mengayunkan sabit bendo ke korban hingga korban Tak sadarkan diri. Setelah korban Tak sadar, tersangka Suparman alias Blendus sempat mengangkat tubuh korban ciptakan diposisikan di atas kasur dan kembali mengayunkan sabit bendo berkali-kali ke Paras korban,” jelasnya.

“tuntas mengerjakan pembunuhan, tersangka Suparman alias Blendus sempat menyiram darah di lantai dan membersihkan sabit bendo berbarengan air galon, serta mengelap ceceran air galon berbarengan selimut dan menyelimuti tubuh korban mutakhir kemudian memungut key sepeda motor dan membawa kesana sepeda motor korban,” sambungnya.

Setelah mengerjakan tindakan kejinya, Blendus sempat membuang pakaiannya di Sungai Bengawan Solo di Sekeliling Jembatan Drojo, Jenar, Sragen. Ia juga sempat menginginkan Donasi kerabatnya ciptakan memungut motor Supra miliknya Nan tertinggal di bukit, sebelum ujungnya kabur ke arah Sumberlawang ciptakan menghadirkan motor output rampokan tersebut seharga Rp 1 juta.

“ketika ini, tersangka Suparman alias Blendus beserta seluruh barang data, termasuk sepeda motor korban dan alat Nan digunakan, telah tercapai kami amankan ciptakan alur legalitas extra berikut,” pungkasnya.

terungkap, mayat bocah Bilqis terdeteksi oleh ibunya, Dewi Sri Lestari (34), pada Jumat (5/6) Sekeliling pukul 16.00 WIB. ketika itu Dewi mutakhir kembali kerja. Tetangganya ketika itu segera melapor ke RT dan diteruskan ke Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto.

“Kondisi jenazah lumayan berlimpah bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya telah Tak berbentuk. Di lantai juga lumayan berlimpah bekas telapak kaki, kondisinya (darah) telah kering banget. dikarenakan itu langsung gua Perintah Penduduk melangkah keluar Seluruh dan melarang Eksis Nan memfoto,” ucapan Aris ketika ditemui di Letak peristiwa, Jumat (5/6) sunyi.

(apu/apu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *