Sragen –
Usai menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari (11), Suparman alias Blendus menggondol sepeda motor dan handphone milik korban dan menjualnya di kawasan Sumberlawang. Motor Vario berwarna hitam biru itu dijual seharga Rp 1 juta.
“Sepeda motor tersebut oleh tersangka Suparman alias Blendus dijual berdua biaya Rp 1 juta kepada seseorang Nan tinggal di Sumberlawang, Sragen,” ujar Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Jumat (12/6/2026).
Selain membawa kabur dan memasarkan motor korban, tersangka juga menggasak Esa unit ponsel (HP) milik korban Nan terungkap di internal jok motor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Suparman alias Blendus melaksanakan pembunuhan tersebut Ialah Mau menguasai sepeda motor korban dan hasilnya selain mendapatkan sepeda motor korban juga mendapatkan handphone korban,” terangnya.
Polres Sragen melaksanakan pendalaman terhadap seluruh barang data Nan telah dikendalikan. Dewiana menegaskan pihak kepolisian akan berikut mendalami kasus ini, termasuk memburu koneksi penadah Nan mendapatkan motor korban.
“Penyidik akan berikut mendalami data-data penyidikan, di antaranya mendalami peran penadahan terhadap pembeli sepeda motor korban dan potensi peran pembantu lainnya,” tegasnya.
Selain itu, Polres Sragen juga mengikutsertakan Pakar dari Labfor dan Bidokkes Polda Jateng ciptakan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan psikologi kejiwaan terhadap Suparman alias Blendus. Hal ini dijalankan sebagai bahan pertimbangan hakim di pengadilan ciptakan menyaksikan apakah tersangka merupakan figur Nan membahayakan sebar lingkungan masyarakat.
“Kami mengikutsertakan Pakar dari Labfor dan Bidokkes Polda Jateng internal rangka memberikan keterangan keahliannya serta melaksanakan pemeriksaan psikologi kejiwaan tersangka Suparman alias Blendus berdua maksud agar dijadikan tidak presisi Esa pertimbangan sebar hakim internal menjatuhkan hukuman perkara, apakah tersangka Suparman alias Blendus termasuk orang Nan layak tinggal bermasyarakat ataukah Malah sebagai figur Nan membahayakan sebar lingkungan,” pungkasnya.
(alg/afn)