Ngawur Perjalanan Kasus Bilqis Bocah Sragen Tewas Dibunuh hingga Pelaku diamankan


Solo

Seorang bocah SD di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, bernama Bilqis Rajiansyah Lestari (11), terungkap tewas bagian dalam kondisi mengenaskan di bagian dalam rumahnya, Jumat (5/6) Lampau. Korban disinyalir dibunuh perampok. saat ini polisi merilis bahwa pelaku telah diamankan.

Nggih (iya). Alhamdulillah,” ucapan Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari. ditanya kabar pelaku pembunuhan telah diamankan melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/6/2026).

Berikut perjalanan kasus Mortalitas tragis Bilqis berujung ditangkapnya pelaku Nyaris seminggu berselang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. terungkap Bunda Nan Histeris

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menyingkap mayat Bilqis terungkap ibunya, Dewi Sri Lestari (34) pada Jumat (5/6) sore Sekeliling pukul 16.00 WIB.

“Ibunya balik kerja Sekeliling jam 4 sore, Lampau histeris (menyaksikan kondisi anaknya). mendengarkan itu, Mbah Wadi (Penduduk Sekeliling) tiba menyaksikan, Lampau langsung melapor ke RT dan diteruskan ke gua,” ujar Aris ketika ditemui di Letak peristiwa, Jumat (5/6) sunyi.

Aris meneruskan, Beliau langsung memasuki ke bagian dalam Griya hasilkan menyaksikan kondisi jenazah korban.

“Kondisi jenazah pas berlimpah bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya telah Tak berbentuk. Di lantai juga pas berlimpah bekas telapak kaki, kondisinya (darah) telah kering banget. dikarenakan itu, langsung gua Perintah Penduduk meninggalkan Seluruh dan melarang Eksis Nan memfoto,” jelasnya.

2. Motor Ortu Raib

Aris meneruskan, pihak desa langsung menghubungi puskesmas setempat dan Polsek Jenar. Selain adanya korban jiwa, Esa unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik orang Uzur korban terungkap Lenyap dari Griya. tangguh dugaan, motor tersebut diangkut kabur oleh pelaku.

“Sepeda motor Lenyap,” tutur Aris.

Ia menerangkan, Bilqis dibunuh berbarengan kondisi Tetap mengenakan seragam sekolah.

“Tetap mengenakan seragam ketika terungkap,” ucapnya.

“Korban ini anak tunggal, anak bawaan dari ibunya. Bapak kandungnya telah meninggal, Lampau ibunya menikah lagi berbarengan Pak Sukardi. Mereka juga anyar Sekeliling 3 purnama pindah dan menempati Griya anyar ini,” naik Aris.

Bunda Bilqis, Dewi Sri Lestari, ketika diwawancarai di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

3. disinyalir Dibunuh di Pagi masa

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, menyingkap berdasarkan keluaran penyelidikan dan olah TKP Fana, pembunuhan sadis tersebut diperkirakan terwujud kelebihan dari Esa jam sebelum jasad korban ujungnya terungkap.

“Kalau terkait berbarengan kronologis peristiwa Fana, susut kelebihan peristiwa kisaran pukul 10.00 Tiba 10.30 WIB,” ujar Catur di Letak peristiwa.

Meski demikian, Catur menegaskan pihaknya Tetap akan berikut mendalami perkiraan Masa Mortalitas tersebut secara ilmiah melalui tahapan medis. Polres Sragen juga telah berkoordinasi berbarengan tim dokter kepolisian.

“Namun demikian, kelak akan kita dalami termasuk dari keluaran penanganan Biddokkes Polda Jateng bagian dalam rangka penanganan jenazah,” sambungnya.

4. kisah Dewi Temukan Putrinya Tewas Bersimbah Darah

ketika diwawancarai awak media Sabtu (6/6), Dewi menceritakan denyut-denyut dirinya menemukan putrinya Nan telah Tak bernyawa. Ia menyingkap, ketika itu rumahnya tidak ada rapat.

“gua anyar balik kerja, mau memasuki Eksis gembok, laksana masuk wilayah ditutup rapat, tapi gemboknya Tak terkunci. Setelah itu gua memasuki, sandi gembok Eksis di bagian dalam Griya di atas meja,” ucapan Dewi.

Begitu memasuki ke bagian dalam Griya, Dewi sempat memanggil Bilqis, tetapi Tak dijawab. Ia lantas menemukan anaknya berada di kasur ruang inti, dan mendekatinya hasilkan membangunkannya.

Sedetik kemudian, Beliau histeris dikarenakan Bilqis kondisinya bersimbah darah. Jasad korban tengkurap berbarengan Separuh badannya ditutup selimut.

“Saya memanggil anakku, Lampau Saya bangunin. Saya panggil Bilqis Bilqis, bocahnya damai, apa sakit ya Hanya damai guna selimut kakinya Separuh raga. Saya akses dikit-dikit pas berlimpah darahnya di kakinya, sprei dan selimut juga pas berlimpah darah,” ucapnya.

Dewi langsung meninggalkan dan berteriak-berteriak menginginkan pertolongan Penduduk Sekeliling. keliru seorang tetangga Nan mendengarkan langsung mendatangi Dewi, dan menyaksikan kondisi Bilqis. Kasus ini kemudian diberitakan ke Kades setempat Nan diteruskan ke pihak kepolisian.

ketika pendalaman, terungkap sejumlah harta Barang di bagian dalam Griya juga ikut raib. Merupakan, motor jenis Honda Vario, dan Esa unit handphone milik korban.

“(Nan Lenyap) Motor dan HP anakku. Motor dipakai anak sekolah dan main. Motor pelan, beli bekas,” terangnya.

5. Dalami Petunjuk di TKP

Kapolres Sragen AKBP Dewiana menerangkan, jajarannya menyisir dan mendalami segala petunjuk Nan terungkap di TKP.

“Namun demikian, kami Tetap berikut mendalami petunjuk-petunjuk Nan Eksis di TKP. Dan Tiba ketika ini tim kami Tetap berikut Beralih di lapangan,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur menambahkan keluaran penyelidikan telah menemui titik cerah. Polisi telah menemukan terduga pelaku Nan membunuh Bilqis secara sadis.

“Kami telah mengarah kepada Esa pihak Nan patut disinyalir terkait berbarengan perkara ini. Namun kami tetap mengedepankan asas Prasangka tak bersalah,” ucapan Catur melalui keterangan tertulis Nan diperoleh detikJateng, Senin (8/6).

Catur menyebut pihaknya Tetap mengumpulkan bukti-bukti secara utuh. Tak hanya itu, tim identifikasi juga tercapai menjaga sejumlah sidik jari dari Letak peristiwa. Seluruh temuan tersebut saat ini sedang diuji dan dikaji hasilkan dicocokkan berbarengan berbagai petunjuk lain Nan telah dikumpulkan penyidik.

“Seluruh alat bukti harus kami kumpulkan secara utuh sehingga ketika dijalankan upaya aturan, Tak Eksis celah distribusi pelaku hasilkan mengelak dari perbuatannya,” ungkapnya.

6. diamankan di Gondang

Dewiana menguraikan, pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Gondang.

“Iya betul (diamankan) di wilayah Gondang,” tuturnya.

Dewiana sendirian belum memerinci soal kronologi dan identitas pelaku pembunuhan bocah berumur 11 tahun itu. Ia mengaku Tetap mendalami pelaku.

“Kami Tetap pendalaman kelebihan berikut ya,” ucapnya.

Halaman 2 dari 2

(apu/dil)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *