Situbondo –
Murtafia Rafika Devi (34), Penduduk Kecamatan/Desa Besuki terdeteksi tewas bagian dalam selokan di Desa Kalianget, Banyuglugur, Sabtu (8/6). Pelaku pembunuhan bidan RSUD Besuki tak lain lelakinya, Ahmad Rizky Hidayaturrahman (32).
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat berbisik kasus pembunuhan ini terungkap setelah pelaku menyerahkan diri diri ke Mapolda Jatim sesaat setelah menghabisi istrinya.
Dari pengakuan pelaku, polisi kemudian menuju Letak jenazah korban Nan berada di saluran air atau drainase di Desa Kalianget. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo hasilkan keperluan autopsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fana pelaku Nan menyerahkan diri kemudian ditentukan sebagai tersangka dan dikeler ke Mapolres Situbondo. Tiba di Mapolres Situbondo, tersangka tampak tangannya telah diikat berbarengan kabel ties.
“Awalnya kita mendapatkan informasi, Eksis seorang Penduduk menyerahkan diri, mengaku telah membunuh istrinya. Kita koordinasi Lampau menelusuri titik Nan disampaikan. Alhamdulillah tersangka telah kita amankan di Mapolres Situbondo. Tba tadi Sekeliling jam 5 pagi,” ucapan Selimat, Senin (8/6/2026).
Menurut Selimat, motif pembunuhan itu disinyalir dipicu dikarenakan tersangka cemburu pada korban. Namun pihaknya Tetap mengusut extra terus soal pengakuan tersangka itu.
“Motifnya cemburu dan sakit jiwa terhadap istrinya. Kami Tetap melaksanakan pendalaman cemburunya terkait apa,” ujar Selimat.
|
Ahmad Rizky Hidayaturrahman suami sekaligus tersangka pembunuh Murtafia Rafika Devi (34) bidan RSUD Besuki Situbondo ketika dikeler (Foto: Dok. Istimewa)
|
Dari output autopsi, korban disinyalir tewas dikarenakan dihantam berbarengan batu. Korban lalu dibuang di saluran air. lagian batu Nan digunakan menghabisi korban juga telah terdeteksi dan jadi barang data.
“Kami ujungnya mendapatkan menemukan barang data berupa sebuah batu Nan dipergunakan hasilkan melaksanakan pemukulan terhadap diri korban,” cerah Selimat.
Direktur RSUD Besuki, dr Imam Haryono ketika dikonfirmasi menyetujui korban merupakan pegawainya. Sehari-masa korban merupakan bidan di Griya sakit.
Beliau menyambung bahwa korban selama ini bekerja secara normal, Tak tampak Eksis permasalahan di keluarganya. Demikian pula menurut keterangan rekan-temannya.
“Sebelum terdeteksi tewas di drainase, informasi rekannya korban pada Jumat sunyi Tetap memasuki kerja,” beber Imam.
Namun, adik korban, Hariza Dinina Belinda berbisik hal Nan berbeda. Ia menyebut kakaknya sebelum terdeteksi meninggal, kakaknya telah tinggal di Griya orang tuanya selama extra dari Esa purnama dikarenakan permasalahan berbarengan lelakinya.
“telah dua purnama tinggal di Griya bapak, tapi gak tau di bagian luar Tetap jumpa atau enggak. dikarenakan kalau pamitnya Hanya pamit kerja,” ucapan Belinda.
Selama tinggal di Griya orang tuanya itu, korban sempat berpesan agar tak menikah berbarengan cowok Nan wataknya seperti Abang iparnya.
“Almarhumah sempat mengutarakan, semoga Anda Tak mendapatkan suami seperti mbak,” ujarnya sembari meneteskan air mata.
Senada, Sunarsih (50), Tante korban membeberkan bahwa suami korban tersebut merupakan sosok pencemburu. Ia bahkan membeberkan bahwa lelakinya juga kerap memeriksa nomor anyar di HP istrinya.
“Orangnya pencemburu, tapi cemburunya cemburu buta. Kalau Eksis nomor HP Nan anyar itu Niscaya dilacak. Termasuk menantu gua Nan juga kerja di RSUD itu dicemburui juga,” ujar Sunarsih.
(ihc/abq)