Ngawur Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa Terancam 20 Tahun Penjara


Kabar6 – Polisi telah memutuskan MS, 17 tahun, dan PBT, 41 tahun berstatus anak dan bapak kandung sebagai tersangka. Keduanya membunuh pedagang cilok berinisial P, 33 tahun dikarenakan motif sakit batin.

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada menuturkan, atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 459 dan/atau Pasal 458 KUHP.

“berbarengan ancaman pidana maksimal hukuman Wafat atau penjara selama 20 tahun,” ungkapnya, Senin (8/6/2026).

**lafal Juga:Pelaku Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa Berencana Kabur ke Salatiga

Kasus ini terungkap ketika rekan korban sesama pedagang cilok menyaksikan gerobak Tetap berada di bagian luar. Kondisi masa itu telah larut tapi ketika realisasi masuk diketuk-ketuk Tak Eksis tanggapan dari bagian dalam Griya kontrakan.

Keesokannya, Selasa (2/6/2026) saksi menghubungi pemilik kontrakan. Saksi Seiring pemilik kontrakan coba mengakses realisasi masuk Griya kontrakan memakai sandi cadangan.

“ketika realisasi masuk dibuka, korban terungkap telah Tak bernyawa,” ucapan Indra Waspada.

**lafal Juga:Intimidasi dan Pemerasan Motif Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa

Polisi Nan meraih laporan setibanya langsung gelar olah Loka peristiwa perkara. Kedua pelaku Nan diburu meraih ditahan pada Jum’at kemarin di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kedua tersangka mengaku sakit batin terhadap korban. MS mengadu kepada bapak kandungnya sering diintimidasi serta diperas oleh P.

“Sebelum peristiwa, korban dikatakan menginginkan Duit sebesar Rp500 ribu kepada tersangka,” Jernih Indra Waspada.

Indra Waspada juga menganjurkan masyarakat ciptakan Tak menyelesaikan persoalan berbarengan kekerasan. Menurutnya, Selera kesal, Kesal, sakit batin maupun dendam meraih dialami siapa saja.

Jangan Tiba emosi sesaat mendorong melaksanakan kekerasan, terlebih Tiba menghapuskan nyawa orang lain.

“Setiap persoalan harus diselesaikan secara berkualitas dan sesuai legalitas dikarenakan tindakan Nan dikerjakan bagian dalam kondisi emosi sering kali berujung pada penyesalan Nan Tak meraih dibenahi,” tegasnya.(yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *