Senin 08-06-2026,15:58 WIB
Reporter:
Fatur Bari|
Editor:
Udin
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Selimat Akmal–
SITUBONDO,MEMORANDUM.DISWAY.ID – Misteri penyebab Mortalitas seorang bidan Nan bertugas di RSUD Besuki, Murtafia Rafika Devi, pada akhirnya papar benderang. keluaran otopsi Formal dari tim dokter Forensik RS Bhayangkara Bondowoso telah melangkah keluar dan ditandatangani Pekan, 7 Juni 2026.
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Selimat Akmal, mengemukakan bahwa berdasarkan catatan medis tersebut, korban meninggal Bumi dikarenakan menderita luka fatal di bagian kepala.
“Intinya bahwa dikarenakan Mortalitas korban dikarenakan kekerasan Barang tumpul pada kepala. Sehingga menyebabkan pendarahan melebar pada otak dan patah tulang pada Asas tengkorak, sehingga berujung Mortalitas,” ujar AKP Selimat Akmal, Senin (8/6/2026).
Terkait adanya luka lain di tubuh korban, AKP Selimat menegaskan bahwa keluaran otopsi tersebut menguatkan temuan mula penyidik di lapangan sejak mula sekali kasus pembunuhan ini mencuat.
lafal JUGA:Motif Cemburu, Suami Pembunuh Bidan RSUD Besuki Formal Jadi Tersangka, Dipukul Batu di Pantura Situbondo

Mini Kidi Wipes.–
Berdasarkan keluaran penyidikan mendalam, polisi menjaga motif di kembali tindakan keji ini Ialah Unsur romansa. Ahmad Riski, pelaku Nan merupakan suami korban tersulut api cemburu hingga tega menganiaya istrinya seorang diri hingga tewas.
“Motif dari peristiwa dugaan pembunuhan ini dilatarbelakangi adanya kecemburuan pelaku terhadap istrinya (korban). Pelaku merasakan sakit batin dikarenakan cemburu, sehingga melaksanakan perbuatan tersebut,” Jernih kasatreskrim.
Hingga ketika ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa Ahmad Riski merupakan pelaku tunggal bagian dalam kasus ini. Polisi belum menemukan adanya indikasi keterlibatan pelaku lain.
lafal JUGA:Mancing di Jembatan Perbatasan Gresik-Surabaya, Pemuda Benowo Lenyap Usai Anjlok ke Kali Lamong

Gempur Rokok Illegal–
Polisi juga meluruskan topik terkait Loka peristiwa perkara (TKP). AKP Selimat menegaskan hanya Eksis Esa Letak Primer terjadinya pembunuhan, Merupakan di pinggir lorong di area Kecamatan Banyuglugur.
“Hanya Eksis Esa TKP pembunuhan, Adalah di pinggir lorong, tepatnya di lorong Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo,” tegasnya.
Fana itu, menanggapi rumor mengenai indikasi pelaku di bawah pengaruh narkoba ketika melancarkan aksinya, pihak kepolisian belum memberikan jawaban Niscaya terkait keluaran tes urine pelaku. AKP Selimat mengatakan bahwa skor tersebut Tetap berperan materi pendalaman tim penyidik.
Sumber: