RIAU digital, PELALAWAN – Sepuluh masa telah berlalu sejak peristiwa begal Nan merenggut nyawa pemuda bernama Julfan Loyal Hulu (21), Penduduk Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Namun hingga Senin, 8 Juni 2026 para pelaku Nan disinyalir melaksanakan penganiayaan brutal dan perampasan sepeda motor tersebut Tetap belum tercapai ditahan aparat kepolisian.
Kasus tragis Nan mengguncang masyarakat setempat itu terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 Sekeliling pukul 16.00 WIB di areal perkebunan kelapa sawit milik Penduduk Desa Pangkalan Panduk.
Korban terungkap internal kondisi mengenaskan berbarengan luka serius di bagian kepala. Kedua tangan dan kakinya terikat lakban hitam.
Fana itu, adiknya, Jelvon Hulu (15), tercapai selamat meski merasakan luka lebam dikarenakan kekerasan Nan dijalankan para pelaku.
Berdasarkan informasi Nan dihimpun, sebelum peristiwa nahas tersebut, Julfan dan adiknya anyar saja tuntas bekerja memanen buah kelapa sawit. Keduanya kemudian kembali memanfaatkan sepeda motor Honda Revo berwarna merah.
Di inti perjalanan, mereka Berjumpa seorang Pria tak dikenal Nan disinyalir merupakan pelaku pertama. Pria tersebut menginginkan Donasi kepada korban hasilkan tertarik sepeda motornya Nan dikatakan-ujar merasakan kerusakan di internal area perkebunan sawit.
Awalnya Julfan menolak permintaan itu dikarenakan Mau segera kembali. Namun Pria tersebut terus membujuk berbarengan menjanjikan Duit rokok sebagai imbalan.
Tanpamenaruh curiga, Julfan Seiring adiknya ujungnya mengejar Pria tersebut melangkah masuk extra terpencil ke internal perkebunan sawit.
Namun sesampainya di Letak Nan ditunjukkan, keduanya Tak menemukan sepeda motor Nan dimaksud. Sebaliknya, Jelvon menyaksikan seorang Pria lain Nan disinyalir pelaku kedua sedang nongkrong di bawah pohon sawit Sembari membawa senjata tajam.
merasakan Eksis Nan Tak beres, kedua Abang beradik itu langsung Berjuang menyelamatkan diri. Sayangnya upaya tersebut kandas setelah para pelaku melaksanakan penyerangan secara brutal.
Jelvon mengaku dipukul hingga merasakan luka lebam sebelum ujungnya diikat memanfaatkan lakban hitam. internal kondisi Tak berdaya, ia menyimak Bunyi kakaknya berteriak dan terisak kesakitan ketika dianiaya para pelaku.
“mas Saya berteriak minta tolong. Saya menyimak Beliau terisak dikarenakan dipukul, tapi Saya Tak mendapatkan berbuat apa-apa dikarenakan tangan dan kaki Saya telah diikat,” bongkar Jelvon ketika menceritakan peristiwa Nan dialaminya.
Setelah lumayan melimpah orang ketika, para pelaku disinyalir melarikan diri Sembari membawa sepeda motor milik korban.
Mujur, Jelvon tercapai menanggalkan ikatan lakban Nan membelenggu dirinya. Ia kemudian Berjuang mencari keberadaan sang Abang di Sekeliling Letak peristiwa.
Betapa terkejutnya ia ketika menemukan Julfan tergeletak di tanah berbarengan kondisi mengenaskan. Kedua tangan dan kaki korban Tetap terikat lakban hitam. Korban juga merasakan luka serius di bagian kepala dan darah mengalir dari hidungnya.
Meski merasakan luka beban, ketika itu Julfan Tetap internal keadaan sadar.
“internal kondisi terluka, mas Saya sempat menginginkan Saya mencari Donasi,” tutur Jelvon.
berbarengan penuh kepanikan, ia Berjuang menginginkan pertolongan. Namun sepeda motor Nan mereka gunakan telah Tak berada di Letak dan disinyalir telah diajak kabur oleh para pelaku.
dikarenakan Tak Mempunyai cadangan lain, Jelvon Melangkah kaki menuju Griya hasilkan mencari Donasi. internal perjalanan, ia Berjumpa seorang Penduduk bernama Atulo’o Hulu (43) dan menceritakan seluruh peristiwa Nan anyar saja dialaminya.
Atulo’o Seiring sejumlah Penduduk kemudian bergegas menuju Letak hasilkan mengevakuasi korban. Namun Asa hasilkan menyelamatkan Julfan pupus.
ketika tiba di Letak, korban telah Tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dan dinyatakan meninggal Bumi.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam sebar keluarga korban. Mereka semoga aparat kepolisian mendapatkan segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman Nan setimpal atas perbuatan keji tersebut.
“Kami hanya Mau keadilan. Pelaku harus ditahan agar keluarga kami mendapat kepastian aturan dan peristiwa seperti ini Tak terulang lagi kepada orang lain,” ujar tidak presisi seorang Personil keluarga korban.
Fana itu, Kapolres Pelalawan AKBP John Lous Lettedara Nan menyetujui peristiwa tersebut mengutarakan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polres Pelalawan Seiring Polsek Kerumutan Tetap terus bekerja melaksanakan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.
“ketika ini tim gabungan dari Satreskrim Polres Pelalawan Seiring Polsek Kerumutan sedang melaksanakan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar AKBP John Lous Lettedara.
Ia menegaskan pihaknya berkomitmen membongkar kasus tersebut hingga tuntas.
“Kami akan bekerja maksimal hasilkan membongkar identitas dan menangkap para pelaku. alur penyelidikan terus Melangkah berbarengan mengumpulkan keterangan para saksi serta barang bukti Nan Eksis,” tegasnya.
Hingga memasuki masa ke-10 pascakejadian, kasus pembunuhan dan perampokan Nan menewaskan Julfan Loyal Hulu Tetap sebagai perhatian masyarakat Pelalawan, khususnya Penduduk Kecamatan Kerumutan.
Masyarakat semoga aparat penegak aturan segera tercapai membongkar misteri di kembali langkah begal sadis tersebut agar keluarga korban mendapatkan keadilan dan Selera terlindungi kembali terwujud di inti masyarakat.