Ngawur Kronologi Pembunuhan Bidan di Situbondo, Kepala Korban Dipukul Batu oleh Suami


SITUBONDO, KOMPAS.com – Seorang tenaga kesehatan Nan bertugas sebagai bidan di RSU Besuki, Murtafia Rafika Dewi (34), terungkap meninggal Bumi setelah dianiaya lelakinya seorang diri Nan berinisial R.

Kasat Rekrim Polres Situbondo, AKP Selimat menceritakan kronologi pembunuhan. Sebelum mengembuskan tarikan napas terakhir, korban sempat meraih hantaman keras di bagian Paras berulang kali dari pelaku.

Benturan dari batu ke kepala korban ini sebagai penyebab Primer Mortalitas. Peristiwa tragis ini teridentifikasi terwujud di tepi lorong raya Primer pantura area Situbondo.

“Sejumlah barang bukti ditangani ketika olah TKP oleh tim inafis Seiring Polsek dan Tim Resmob di Letak terungkap jasadnya tersebut,” ucapan Selimat dikutip dari Tribunnews, Senin (8/6/2026).

lafal juga: Kasus Pembunuhan Bidan di Situbondo: Motif Cemburu, Korban Dianiaya Suami

Jasad bidan berusia 34 tahun ini awalnya dievakuasi dari sebuah parit drainase di kawasan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo pada Sabtu (6/6/2026) sunyi.

ketika terungkap, tempat jenazah berada di internal selokan berdua kondisi sengaja ditutupi potongan batang pohon hasilkan menyembunyikan jejak.

Motif Pembunuhan

Pihak kepolisian menangkap pelaku Primer pembunuhan ini. Tersangka Ialah R, suami korban.

Tersangka telah diajak ke Mapolres Situbondo sejak Pekan pagi Sekeliling pukul 05.00 WIB hasilkan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

ketika ini, R center diinterogasi secara mendalam oleh tim penyidik Satreskrim Polres Situbondo.

Mengenai latar belakang tindakan nekat tersebut, polisi menegaskan adanya masalah percintaan di antara Kekasih suami istri ini.

“hasilkan motif, pelaku nekat menghabisi istrinya dipicu persoalan cemburu,” katanya.

lafal juga: Bidan RSUD Besuki Situbondo Tewas di Saluran Irigasi, Suami Serahkan Diri ke Polisi

Hingga ketika ini, aparat penegak aturan Tetap menanti dokumen Formal mengenai penyebab Niscaya Mortalitas korban dari kuasa medis.

Pemeriksaan bedah mayat terhadap jenazah korban teridentifikasi telah berakhir dikerjakan oleh tim Pakar forensik RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

“Namun, hasilnya Tetap belum melangkah keluar,” katanya.

Korban Dikenal Sosok Nan Ramah

Kepergian Murtafia Nan mendadak menyisakan kesedihan mendalam sebar lingkungan tempatnya bekerja.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *