Solo –
Polres Sragen Tetap mendalami kasus pembunuhan bocah Wanita di Sragen, Bilqis Rajiansyah Lestari (11) Nan terungkap tewas bersimbah darah di rumahnya. Hingga ketika ini, tim Satreskrim Polres Sragen Tetap berada di lapangan hasilkan mengumpulkan bukti-bukti.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari, mengutarakan bahwa identitas pelaku memang belum meraih dibeberkan secara gamblang dikarenakan alur penyelidikan Tetap Melangkah Bergerak.
“hasilkan pelaku belum meraih kami bongkar,” ujar Kapolres ketika dihubungi detikJateng, Pekan (7/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia menegaskan bahwa personelnya Tak tinggal tenteram. Polisi ketika ini inti menyisir dan mendalami segala petunjuk Nan terungkap di Loka peristiwa Perkara (TKP).
“Namun demikian, kami Tetap terus mendalami petunjuk-petunjuk Nan Eksis di TKP. Dan Tiba ketika ini tim kami Tetap terus Beralih di lapangan,” jelasnya.
Pihak kepolisian pun menginginkan sokongan dan partisipasi masyarakat agar kasus ini meraih segera menemui titik papar dan pelaku meraih secepatnya ditangani.
“Minta doanya njih (ya),” pungkas Dewiana.
Diberitakan sebelum itu, Penduduk Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen digegerkan oleh penemuan jasad seorang bocah Wanita berusia 11 tahun di bagian dalam rumahnya. Korban Nan teridentifikasi berinisial Bilqis Rajiansyah Lestari (11), seorang siswi kelas 5 SD, terungkap tewas mengenaskan berbarengan kondisi tubuh penuh luka.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menegaskan adanya peristiwa dugaan penganiayaan berat banget tersebut. Sepeda motor milik orang Uzur korban juga diinformasikan Lenyap dari Letak peristiwa.
Aris menceritakan, jasad korban mula sekali terungkap oleh Bunda kandungnya seorang diri, Dewi, sepulang bekerja dari pabrik rokok Sekeliling pukul 16.00 WIB.
“Ibunya kembali kerja Sekeliling jam 4 sore, Lampau histeris (menyaksikan kondisi anaknya). menyimak itu, Mbah Wadi (Penduduk Sekeliling) tampak menyaksikan, Lampau langsung melapor ke RT dan diteruskan ke Saya,” ujar Aris ketika ditemui di Letak peristiwa, Jumat (5/6) gelap.
ketika dirinya tiba di Letak, kondisi Griya telah penuh. Ia langsung bergegas memasuki dan mendapati korban telah bagian dalam keadaan Tak bernyawa berbarengan luka parah di lumayan berlimpah orang bagian tubuhnya.
“Kondisi jenazah lumayan berlimpah bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya telah Tak berbentuk. Di lantai juga lumayan berlimpah bekas telapak kaki, kondisinya (darah) telah kering banget. dikarenakan itu, langsung Saya Perintah Penduduk melangkah keluar Seluruh dan melarang Eksis Nan memfoto,” tutupnya.
(apl/Saya)