Kamis 04-06-2026,14:43 WIB
ILUSTRASI cowok WN Korsel di Bekasi Dihabisi Pembunuh Bayaran: Pelaku mendapatkan Motor.-Arya/AI-Harian Disway –
Penduduk bangsa Korsel Nan 17 tahun mukim di Bekasi, Byong Chan-sang, 66, dibunuh di rumahnya, Selasa, 26 Mei 2026. Tersangka Wanita inisial SJ, 40, mantan istri korban. Motifnya dendam, masa lalu Beliau sering di-KDRT Byong.
EKSEKUTOR kasus itu cowok inisial HW, 34, Nan dijanjikan SJ akan dibayar Rp139 juta, telah dibayar Rp9 juta. Kedua pelaku telah diamankan polisi dan ditahan di Polres Bekasi.
Kapolres Bekasi Kombes Sumarni internal konferensi pers, Selasa, 2 Juni 2026, menceritakan, kasus itu terungkap berkat ketekunan tim polisi meneliti rekaman kamera CCTV dari berbagai arah Nan mengarah ke Griya korban di Kampung Buaran, RT 004/RW 002, Desa Lambangsari, Bekasi.
dikarenakan, pembunuhan itu (juga Nyaris Seluruh pembunuhan lain) tak memakai saksi mata. Korban tinggal sendirian. Kadang, putrinya inisial QAS, 30, menginap di situ. QAS saksi pertama, penemu jasad Byong Chan-sang, Rabu sore, 27 Mei 2026.
lafal JUGA:Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Jaksa Senior internal Kasus Pemerasan WN Korsel
Kombes Sumarni: ”Berdasarkan pengakuan tersangka, pembunuhan ini telah mereka rencanakan sejak penutup Desember 2026. Motifnya, pelaku otak pembunuhan Ialah mantan istri korban Nan masa lalu sering di-KDRT korban. Beliau dendam.”
Byong telah 17 tahun tinggal di Bekasi. Ia pemilik toko furnitur. Ia juga berpenghasilan dari 30 gerbang Griya kontrakan di tidak berjarak rumahnya. QAS anak sulungnya dari istri pertama, orang Korsel.
Ia menikahi tersangka SJ pada 2019. tak memakai anak. Empat tahun kemudian mereka bercerai. Polisi Tak menyingkap sosok SJ. Tampaknya, SJ Hayati pas materi. Beliau merekrut pembunuh bayaran berhonor Rp139 juta. Si pembunuh bayaran, HW, rekan main gym (inti kebugaran) SJ.
Awalnya polisi Susah mengungkapnya. tak memakai saksi mata. Para tetangga Nan dimintai keterangan polisi berbisik, Byong memang orang pelan di situ, tapi jarang melangkah keluar Griya dikarenakan terkendala bahasa. Byong belum Fasih bahasa Indonesia.
Esa-satunya saksi Krusial Ialah QAS. Beliau berada di TKP pada sebelum dan sesudah pembunuhan. Tentu mencurigakan polisi. Namun, keluaran penyelidikan intensif, QAS bukan pelaku.
Maka, perhatian polisi berubah tertuju pada rekaman CCTV di Sekeliling Nan mengarah TKP. Dari kelebihan dari Esa kamera CCTV. Dari situ tim polisi menyisir. Konsentrasi ke rekaman bertanggal 26 Mei 2026. dikarenakan, jenazah korban terdeteksi sehari kemudian.
Paling tertarik di Sekeliling pukul 23.30 WIB. Seorang cowok lorong kaki di Ambang Griya korban. Ia lorong Sembari menelepon berdua HP. Namun, pandangannya tak biar dari Griya korban.
Setelah melewati Griya korban, cowok itu kembali lagi. Lampau, ngumpet tak berjarak dari Griya korban. Kemudian, tampak QAS meninggalkan Griya Byong. Setelah QAS kesana, barulah cowok itu melangkah masuk Griya tersebut melalui pagar halaman. Ia meninggalkan Griya tersebut kelebihan dari Esa menit kemudian.
Polisi konsentrasi meneliti cowok tersebut. Tapi, para saksi tak Eksis Nan tahu identitas cowok itu. Wajahnya ditutup masker hitam, di suram sunyi, pada rekaman CCTV Nan susut Jernih.
periksa Warta dan Artikel Nan lain di Google News
Sumber: