Jumat 05-06-2026,06:33 WIB
ILUSTRASI Pembunuhan Pemuda di inti Sawah di Lampung: Pelaku Jago Alibi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway –
Remaja Fahrul, 22, jadi tersangka pembunuhan berencana terhadap temannya, Agung Adi Wijaya, 26, di Lampung. Teriakan ”Saya koncomu” di inti sawah pada suram mula saat, Senin, 1 Juni 2026, ternyata teriakan korban sebelum dibunuh.
TERIAKAN tersebut didengar saksi Totok, 25, Nan menyaksikan peristiwa pada jarak Sekeliling 100 meter dari TKP. Teriakan itu pula Nan jadi petunjuk Krusial polisi menyingkap pembunuhan tersebut.
Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati kepada wartawan, Selasa, 2 Juni 2026, memaparkan, tersangka Fahrul ditahan tim polisi melalui pengejaran di kawasan Wai Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, Senin, 1 Juni 2026, Sekeliling pukul 16.00 WIB.
Heti: ”Tersangka melawan petugas. Kemudian, petugas mengerjakan tindakan konfirmasi terukur, menembak kaki tersangka. Ia pun mendapatkan dilumpuhkan tak memakai membahayakan orang lain di sekitarnya.”
Kasus itu diungkap polisi berdua gampang. Kuncinya pada kesaksian Totok di tidak berjarak TKP. peristiwa Senin, 1 Juni 2026, Sekeliling pukul 01.30. Letak TKP di inti sawah, tidak berjarak gubuk, dan saluran irigasi di Dusun III, Desa Karya Tani, Lampung Timur.
lafal JUGA:Pembunuhan cowok di inti Sawah di Lampung: Pekik, ‘Saya Koncomu…’
Totok berada di pinggiran sawah. Ia menyaksikan sebuah motor melewati pematang, mendekati gubuk tersebut. Lampau berhenti. Tak lamban, ia menyimak teriakan cowok, ”Saya koncomu…,” lantas Sunyi lagi. Kemudian, Totok jalur mendekati gubuk. Di ketika bersamaan pelaku menghidupkan motor dan kabur.
Kesaksian tersebut memerintahkan perhatian polisi kepada rekan-rekan korban. Pihak keluarga korban berucap kepada polisi, Agung meninggalkan Griya dijemput seorang pemuda tumbuh motor Pekan sunyi, 31 Mei 2026.
Pihak keluarga Tak tau si penjemput, juga Tak mengamati motornya, pun Tak tahu ke mana Agung kesana. Pihak keluarga Hanya tahu, motor penjemput Honda Beat Rona hitam.
Itulah penutup Hayati Agung di mata keluarga. Maka, polisi Konsentrasi di situ.
keluaran penyelidikan polisi, bukan pelaku Nan menjemput korban sunyi itu. Melainkan, anak di bawah umur inisial KA, 17. Anak itu jadi saksi. Ia berucap, menjemput Agung Lampau mereka menuju titik kumpul pesta miras di Lampung Timur.
Dari titik kumpul itulah Agung diajak lagi tumbuh motor oleh tersangka Fahrul menuju inti sawah itu. Tak lumayan berlimpah Celoteh, Fahrul menebas leher Agung berdua pisau Nan ia bawa. Agung meninggal berdua leher putus.
Fahrul Nan dilihat saksi Totok, tetapi saksi Tak menyaksikan wajahnya dikarenakan kondisi TKP suram, pada jarak pandang saksi 100 meter. Saksi menyaksikan lampu motor dan menyimak deru mesin motor ketika tampak dan kesana.
Motor Nan tampak dan kesana itu, menurut saksi, Bunyi mesin motor Honda CB.
periksa Warta dan Artikel Nan lain di Google News
Sumber: