Ngawur Pembunuh WN Korsel di Bekasi Gunakan Upah Rp 139 Juta hasilkan transaksi Utang dan Kebutuhan


BEKASI, KOMPAS.com – Polisi menuturkan, HW (43), cowok Nan berperan sebagai eksekutor internal kasus pembunuhan Penduduk bangsa Korea Selatan, BCS (66), berencana memanfaatkan Duit bayaran sebesar Rp 139 juta hasilkan memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Tersangka rencananya memanfaatkan Duit tersebut hasilkan kebutuhan sehari-masa Baju transaksi hutang,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian Chandra ketika dikonfirmasi melalui pesan, Rabu (3/6/2026).

Jerico berucap, berdasarkan output pemeriksaan, HW sebenarnya berasal dari keluarga Nan berkecukupan.

lafal juga: 4 Personil TNI Siram Air Keras ke Andri Yunus, Oditur: Balas Dendam di eksternal legalitas

Dulunya tersangka sempat Mempunyai bisnis, lagian keluarganya Mempunyai toko bangunan.

“Nan bersangkutan itu masa lalu mempunyai bisnis, termasuk orang berada. (Pengusaha) Kontraktor dan Eksis toko bangunan milik orangtuanya,” ungkapan Jerico.

Namun, kondisi keuangan HW belakangan merasakan kemunduran. Polisi menyebut situasi ekonomi Nan memburuk sebagai tidak presisi Esa alasan HW mendapatkan tawaran hasilkan membunuh BCS dari mantan istri korban, SJ.

“Hanya kondisi sekarang sedang Tak baik-baik saja. Makanya nekat,” ujar Jerico.

sebelum itu diberitakan, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menuturkan bahwa pembunuhan terhadap BCS telah diagendakan oleh SJ dan HW melalui sejumlah pertemuan.

internal pertemuan tersebut, keduanya merangkai skenario pembunuhan sekaligus menyepakati besaran imbalan Nan akan diperoleh HW sebagai eksekutor.

“Awalnya disepakati Rp 130 juta. Kemudian pelaku HW menginginkan opsional pembayaran sebesar Rp 9 juta sehingga totalnya sebagai Rp 139 juta,” ujar Sumarni internal konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (2/6/2026).

lafal juga: Sikap Jujur dan Menyesal Jadi Hal Meringankan Tuntutan 4 Prajurit TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus

Menurut Sumarni, pembayaran dijalankan berangsur sebanyak tiga kali melalui transfer maupun Duit Kontan di sejumlah Letak berbeda.

“jumlah Rp 139 juta ini melalui cash dan transfer di Letak Nan berbeda. Dan pembayarannya dijalankan bertahap sebanyak tiga kali,” ungkapan Sumarni.

Polisi juga menyingkap bahwa sebagian Duit Nan diperoleh HW digunakan hasilkan meraih sepeda motor Nan dipakai mengawasi aktivitas korban dan lingkungan Sekeliling Griya sebelum pembunuhan dijalankan.

Setelah melaksanakan pengamatan, HW mendatangi Griya korban di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (26/5/2026) Sekeliling pukul 22.40 WIB.

ketika itu, korban sedang nongkrong di ruang nyemil Sembari memanfaatkan laptop.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *