Ngawur Pembunuhan Pria di inti Sawah di Lampung: Pekik, ‘Saya Koncomu…’





ILUSTRASI Pembunuhan Pria di inti Sawah di Lampung: Pekik, ‘Saya Koncomu…’-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway –

”Saya koncomu…!” ngegas lelaki mencabik mula saat, Senin, 1 Juni 2026, di sawah pinggir kali di Lampung. Bunyi sepeda motor dinyalakan dan kabur dari situ. Saksi Totok, 25, mendekati TKP. Tampaklah, Agung Adi Wijaya, 26, meregang nyawa.

LEHER korban nyaris putus. Jari-jari tangan kiri putus. Lengan kanan terbabat senjata tajam lumayan internal. disinyalir, itu tanda korban Berjuang menangkis serangan senjata tajam pelaku berdua tangan. Korban tewas di Loka.

Saksi Totok kepada wartawan, Senin, 1 Juni 2026, menceritakan, TKP di tidak berjarak sebuah gubuk inti sawah, tidak berjarak saluran irigasi di Dusun III, Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. cerah pun di situ Sunyi. Apalagi ketika itu, Senin, 1 Juni 2026, Sekeliling pukul 01.00 WIB.

Totok berada di pinggiran Griya-Griya Penduduk dusun, pada jarak Sekeliling 100 meter dari TKP. Ia sendirian. Sinar purnama remang. Pandangannya ke arah gubuk inti sawah itu, Jernih. Tak terhalang pohon. Tapi, bentuk gubuk tampak samar dibungkus sunyi.

lafal JUGA:Pembunuhan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara: imbas Selera Dendam

lafal JUGA:Pembunuhan Balas Dendam di Pinggir Sungai Martapura: Dari menarik ke Pahit

Totok: ”terus, Eksis sebuah motor melangkah masuk, melewati jalanan sawah (pematang) menuju gubuk itu. gua Tak meraih lihat jumlah penumpangnya berapa. Tak kelihatan. Hanya kelihatan lampu dan deru mesin motor.”

Kemudian, motor berhenti di tidak berjarak gubuk, tidak berjarak saluran irigasi. Mesin motor Wafat, dimatikan pengemudinya. Tak terwujud apa-apa. Selama 5–10 menit. terdiam. Tiba terdengar teriakan nyaring.

Totok: ”Teriakan begini: ’Saya koncomu… Saya koncomu…’ terus, Sunyi lagi. gua curiga, gua tiba mendekati ke arah gubuk itu. ketika gua jalur ke sana, motor itu distarter, terus kabur berdua Sigap. gua lari mendekati gubuk.”

Ia menyaksikan pemandangan mengerikan. Seorang pemuda tergeletak di tanah sedang mengorok. Itulah kondisi sakaratul maut. Penuh darah di sekitarnya. Totok Tak meneliti, luka korban di bagian mana. Totok segera kesana lagi, mendatangi Griya kepala dusun, melaporkannya. 

lafal JUGA:Pembunuhan Motif romansa di inti Sawah Sragen: ketika Selir Menuntut

lafal JUGA:Pembunuhan Gadis di Bilik Hotel di Medan: Kasus Misoginistik

Kepala dusun mendatangi TKP Seiring Penduduk. Mereka Hanya menyaksikan korban, tak berbuat apa-apa, dikarenakan tahu bahwa itu pembunuhan, urusan polisi. Maka, polisi dihubungi, Nan segera tiba di TKP. 

Tim polisi memeriksa korban, juga area di Sekeliling korban, memintai keterangan para saksi, terutama Totok. Kemudian, tubuh korban Nan telah Tak Beralih itu diajak polisi ke Puskesmas Labuhan Maringgai. Tim medis di sana menegaskan, korban telah meninggal.

periksa Warta dan Artikel Nan lain di Google News

Sumber:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *