registrasi Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Perkumpulan (AS) makin gencar menggandeng perusahaan teknologi kawakan hasilkan menegaskan militernya. anyar-anyar ini, perusahaan teknologi pertahanan, Anduril, diinformasikan sedang mengembangkan headset realitas tertambah (augmented reality/AR) hasilkan militer Amerika Perkumpulan (AS).
Prototipenya dibuat berdua kolaborasi Seiring Meta Platforms milik Mark Zuckerberg. Headset super canggih tersebut akan Mempunyai kemampuan Nan andal di medan perang, termasuk platform hasilkan memerintahkan serangan drone melalui pelacakan mata dan perintah Bunyi.
VP Anduril, Quay Barnett, memungut peran sebagai figur upaya ini. Ia pernah berkarir di Komando Operasi Spesifik Angkatan Darat AS.
Barnett berucap, maksud fundamental dari senjata canggih ini Ialah mengoptimalkan pandangan ‘Orang sebagai platform senjata’. pandangan ini terinspirasi konsep cyborg.
Barnett Mau drone dan tentara terintegrasi internal operasi militer, berbagi informasi tak memakai hambatan, dan Membikin keputusan sebagai Esa kesatuan, dikutip dari MIT Technology ulasan, Rabu (3/6/2026).
Anduril sebenarnya Mempunyai dua proyek semacam itu Nan sedang dikerjakan. Pertama Ialah Soldier Born Mission Command (SBMC) Angkatan Darat, di mana perusahaan tersebut memenangkan kontrak prototipe senilai US$159 juta pada 2025 Lampau hasilkan bekerja Baju berdua Meta internal pembuatan headset AR Nan akan dipasang pada helm militer Nan telah Eksis.
Kendati demikian, Anduril juga telah mengakses proyek sampingan Nan didanai seorang diri dan diumumkan pada Oktober 2025. Proyek ini akan mendesain kombinasi helm dan headset seorang diri Nan diungkap ‘EagleEye’.
EagleEye Ialah sesuatu Nan belum diminta militer AS, tetapi Anduril yakin penuh militer AS akan extra menyukainya dan pada pada akhirnya mendapatkan senjata canggih tersebut.
Sejauh ini, kedua platform senjata canggih tersebut Tetap membutuhkan Masa bertahun-tahun. Angkatan Darat AS diperkirakan Tak akan mengakses produksi cadangan Primer mereka hasilkan program SBMC hingga 2028, Kalau mereka memang menentukan keliru satunya.
Sebagai informasi, figur lebih sebelumnya hasilkan upaya ini, Microsoft, diagendakan mendapatkan kontrak produksi senilai US$22 miliar Nan pada akhirnya dibatalkan ketika headset Nan dikembangkan Tak memenuhi standar kelaikan.
Barnett memberi tahu MIT Technology ulasan terkait ke mana arah kedua prototipe Anduril tersebut. Tergantung pada situasinya, headset hasilkan kedua prototipe tersebut akan memunculkan informasi tertentu di atas bidang pandang seorang prajurit.
Fungsinya mendapatkan sesederhana kompas atau serumit peta Komplit area perang, informasi terkait di mana drone terdekat terbang, atau pengenalan Sasaran berbasis AI seperti truk.
Prajurit kemudian akan berbicara kepada antarmuka internal bahasa Nan praktis dipahami. Misalnya, hasilkan memerintahkan Pengungsian seseorang Nan terluka atau hasilkan menyusun rute berdua mempertimbangkan area mana Nan terlarang.
Model bahasa Akbar (LLM) Anduril sedang internal pengujian berdua Gemini milik Google, Llama milik Meta, dan bahkan Claude milik Anthropic, meskipun Anthropic berkonflik berdua Pentagon.
platform-platform tersebut digunakan hasilkan mendukung menerjemahkan ucapan prajurit berperan perintah Nan mendapatkan diikuti software. Fana itu, mesin penggerak semuanya berbasis software Lattice milik Anduril, Nan menyatukan informasi dari lumayan melimpah perangkat keras militer Nan berbeda berperan Esa gambaran.
Angkatan Darat AS merilis pada Maret 2025 bahwa mereka akan menghabiskan US$20 miliar hasilkan mengintegrasikan Lattice berdua Nyaris seluruh infrastruktur mereka.
jejak Kerja Senjata Pembunuh Canggih AS
Tim Barnett sedang merancang headset hasilkan mengerjakan lumayan melimpah tugas. Seorang prajurit mungkin mengirimkan drone hasilkan mengawasi suatu area dan memerintahkannya hasilkan kembali setelah menemukan sesuatu Nan tampak seperti unit artileri.
Kemudian, platform akan merekomendasikan tindakan lalu, seperti mengirimkan drone terdekat hasilkan menyerang, Nan harus disetujui oleh rantai komando normal.
Kalau semuanya Melangkah sesuai program, platform kemungkinan Tak memerlukan ucapan. Prajurit malah mendapatkan berkomunikasi melalui pelacakan gerakan mata dan ketukan halus.
Setidaknya itulah idenya. Menurut Barnett, prototipe permulaan telah tercapai, tetapi belum Eksis biasa Nan available hasilkan diuji oleh Angkatan Darat AS internal skala Akbar.
Komponen-komponennya mulai berdatangan pada Maret 2026. Dikarenakan peraturan kontrak militer federal, komponen-komponen ini membutuhkan rantai pasokan anyar Nan Tak bergantung pada perusahaan-perusahaan China.
Hambatan Lakukan Tentara
Kendati demikian, mantan marinir AS Jonathan Wong, mengevaluasi senjata canggih ini akan memberatkan para prajurit di lapangan Nan telah kewalahan berdua kelebihan informasi.
Kedua proyek headset Pandai tersebut ditujukan menciptakan antarmuka Nan Higienis dan hanya menyajikan informasi Nan Pas pada Masa Nan Pas. Namun, layanan ini mendapatkan saja ditolak para prajurit Kalau menghabiskan extra lumayan melimpah perhatian mereka ketika berada di medan perang.
“Seberapa Akbar kapasitas mental Nan Anda miliki hasilkan menyadari lingkungan Sekeliling Anda dan mengoperasikan teknologi ini berdua jejak Nan Membikin Anda dan seluruh unit Anda berperan extra baik?” ia bertanya.
Wong mengenang bahwa sebagai Hulubalang peleton, misalnya, ia Mempunyai radio Nan beroperasi pada tiga saluran berbeda sekaligus.
“ketika dua orang berbicara di saluran Nan berbeda pada Masa Nan bersamaan, Saya langsung Tak mendapatkan memahami apa pun Nan coba mereka sampaikan kepada Saya, dan Saya mungkin Tak menyadari lingkungan Sekeliling Saya seorang diri,” katanya.
“Saya memikir Eksis batasan hasilkan apa Nan mendapatkan Anda serap,” ujarnya.
Idealnya, ungkapan Barnett, headset Pandai mendapatkan menekan kelebihan informasi tersebut. Pendekatan Anduril Ialah berkreasi berdua jejak-jejak agar pengguna mendapatkan mengakses informasi Nan dibutuhkan berdua Sigap.
Perintah Bunyi dan pelacakan mata Ialah bagian dari taktik tersebut. Namun, meskipun semuanya secara teknis memungkinkan, mendapatkan dibutuhkan Masa bertahun-tahun pengujian lapangan hasilkan mengetahui apakah platform tersebut akurat-akurat Bermanfaat sebar tentara, ungkapan Wong.
platform seperti itu akan menandai peningkatan Akbar internal seberapa erat tentara bergantung pada platform AI Nan Tak sempurna. Meskipun model penglihatan komputer Nan digunakan hasilkan menetapkan Bentuk telah pelan digunakan oleh militer, dan chatbot anyar-anyar ini memasuki pengambilan keputusan selama perang di Iran, teknologi ini belum Tiba ke sebagian Akbar tentara garis Ambang.
platform headset Pandai Nan bertugas menetapkan ancaman dan merekomendasikan serangan akan memperkenalkan resiko kesalahan anyar Nan sangat Akbar.
Anduril Bukan Esa-Satunya Pemasok Senjata AS
Anduril bukanlah Esa-satunya Nan bersaing hasilkan mengembangkan headset Pandai hasilkan pertempuran. Rivet, Nan mengkhususkan diri internal sensor Nan mendapatkan dikenakan hasilkan militer, mendapatkan kontrak prototipe senilai US$195 juta pada Masa Nan Baju.
Selain itu, pada Maret 2026, perusahaan teknologi pertahanan Israel, Elbit, mendapatkan kontraknya seorang diri senilai US$120 juta.
Seluruh ini terwujud setelah Microsoft kehilangan perannya memimpin upaya headset Pandai Angkatan Darat AS, menyusul audit Pentagon Nan menemukan bahwa Angkatan Darat AS Tak menguji kacamata tersebut berdua akurat, sebuah kesalahan Nan mendapatkan menyebabkan pemborosan US$22 miliar.
hasilkan kedua prototipe Anduril, perusahaan tersebut sedang menguji platform anyar hasilkan penglihatan sunyi digital, Nan memanfaatkan sensor elektronik dan algoritma hasilkan menaikkan tingkat Sinar terbatas.
Ini Ialah teknologi Nan telah dijanjikan selama lumayan melimpah orang Dasawarsa, tetapi cenderung bekerja terlalu pelan hasilkan penggunaan praktis dan menghasilkan gambar Nan buram. Anduril berucap pihaknya telah menemukan peningkatan dinilai prototipe lebih sebelumnya melalui teknik Nan berakar pada AI generatif anyar dan pembelajaran mesin Nan extra pelan.
Musuh Jadi Kawan
Sebagian Akbar perangkat keras lainnya hasilkan kedua proyek tersebut sedang dibangun oleh Meta, termasuk display dan pandu gelombang Nan mengirimkan visual ke mata pengguna tak memakai menghalangi pandangan.
Hal ini mungkin mengejutkan siapa pun Nan mengetahui latar belakangnya. Pada 2017, Facebook (sekarang Meta) memecat pendiri Anduril, Palmer Luckey, setelah sengketa internal Nan menyertakan dukungannya terhadap Donald Trump.
Keduanya sekarang kembali berbisnis di bidang AR Seiring-Baju, Fana Mark Zuckerberg juga telah mengadopsi sikap Nan extra ramah terhadap pemerintahan Trump hasilkan Masa kepemimpinan kedua.
Iran dan Musuh AS Lainnya mendapatkan Tamat
hasilkan inisiatif Angkatan Darat AS, rangkaian headset Pandai, penglihatan sunyi, dan sensor ini akan dipasang pada helm dan perlengkapan lain Nan telah dikenakan tentara, berdua bundel baterai terpisah. biasa EagleEye Malah akan mengintegrasikan teknologi tersebut ke internal helm itu seorang diri.
Kontrak jumbo Nan dikeluarkan militer AS hasilkan berkolaborasi berdua raksasa teknologi pertahanan menunjukkan keseriusan internal memenangkan perang melewati berbagai musuh. keliru satunya Ialah Iran Nan saat ini Tetap terlibat sengketa berkepanjangan berdua AS dan Israel.
AS juga Mempunyai musuh bebuyutan lain, Merupakan China dan Korea Utara, meski belum terlibat berdua perang militer melangkah seperti di Timur inti. Fana itu, Rusia juga berperan musuh pelan AS Nan inti berperang berdua sekutunya, Ukraina.
Kendati demikian, Anduril tak hanya menargetkan militer AS sebagai klien Esa-satunya. Jka Angkatan Darat AS pada pada akhirnya Tak mengagumi EagleEye, ungkapan Barnett, Anduril akan mengetes menghadirkan platform tersebut kepada militer asing.
Tetap lumayan melimpah tantangan Nan harus diatasi. Tak seperti kacamata Ray-Ban Meta hasilkan komersil, prototipe ini harus beroperasi di lingkungan Nan penuh debu, ledakan, dan asap.
Penambahan daya komputasi dan Masa guna baterai Nan dibutuhkan juga berarti penambahan bobot sebar tentara Nan telah membawa beban extra dari 100 pon.
Kemudian, teknologi ini harus berfungsi di lingkungan tak memakai koneksi seluler 5G Nan merata. pandangan komputer dan model AI Nan canggih perlu dijalankan secara Domestik di perangkat tersebut.
“hasilkan mendapatkan dibeli Angkatan Darat AS internal skala Akbar, tool ini harus mendapatkan bekerja berdua mulus. Standarnya menjulang,” ungkapan Wong.
(fab/fab)
Add
as a preferred
asal on Google
[Gambas:Video CNBC]