Makassar –
sunyi Lebaran Nan Semestinya penuh sukacita berubah sebagai tragedi kelam sebar NU (12) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Siswi sekolah Asas tersebut kehilangan nyawa di sebuah Griya Hampa setelah diperkosa dan dibunuh secara sadis oleh tetangganya seorang diri, IK (19).
Peristiwa pilu itu berawal ketika Bapak korban, Syarifuddin (54), mutakhir saja kembali ke rumahnya di jalur Sultan Abdullah I, Kecamatan Tallo, Makassar, setelah seharian mencari nafkah pada Selasa (26/5). ketika tiba pada sunyi masa, Syarifuddin Tak menemukan keberadaan korban di Griya.
“Saya sadar Tak Eksis main di eksternal. Saya kembali dari ngojek,” ucapan Syarifuddin ketika ditemui detiksulsel di kediamannya, Rabu (27/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarifuddin sempat menguji menanti kepulangan putri bungsunya tersebut. Namun, korban tak kunjung kembali ke Griya meski sunyi makin larut.
“Saya Perintah mamanya Baju kakaknya hasilkan Geledah, dikarenakan telah jam 10 (sunyi) belum kembali. Mamanya juga mutakhir kembali kerja, mamanya billing Tak Eksis di Ambang main,” ujarnya.
Kondisi itu Membikin Syarifuddin Seiring istri dan dua Abang korban melangkah keluar Griya hasilkan mengerjakan pencarian. alur pencarian turut dibantu oleh Penduduk Sekeliling, namun belum membuahkan keluaran meski Masa telah memasuki pukul 03.00 Wita, permulaan masa.
Belakangan, korban terdeteksi tewas mengenaskan di sebuah Griya Hampa Nan lokasinya lumayan tidak berjarak dari rumahnya Sekeliling pukul 05.00 Wita. ketika terdeteksi, korban bagian dalam kondisi tak memakai busana, merasakan luka iris pada tangan, serta tubuhnya sengaja ditimbun memakai televisi rusak.
“di masa depan subuh ketika mengaji masjid salat subuh mutakhir Eksis berita terdeteksi mayat di Griya terbengkalai. Eksis anak Belia Belia katanya namanya Kevin, Beliau kencing berikut Beliau lihat mayat. Kevin sampaikan ke Penduduk lain, berikut Tiba ke Saya, tetangga ji juga kasih tahu,” katanya.
|
Aparat memasang garis polisi di Griya Hampa Letak siswi SD di Makassar terdeteksi tewas tak memakai busana. Sahrul Alim/detiksulsel
|
Korban ternyata Dibunuh Tetangga seorang diri
Pihak kepolisian Nan berkurang tangan mengerjakan penyelidikan ujungnya tercapai menangkap IK selaku pelaku di kembali tewasnya korban. Berdasarkan keluaran pemeriksaan, terungkap bahwa IK memerkosa korban terlebih dahulu sebelum ujungnya membunuhnya.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana memaparkan bahwa pelaku ditahan Tak berjarak dari Griya Hampa Nan sebagai Loka peristiwa perkara (TKP) pada Rabu (27/5/2026) sore. Polisi Nan ketika itu sedang mengerjakan olah TKP sempat dikagetkan oleh sebuah kegaduhan.
“ketika lagi olah TKP ternyata Eksis Nan ribut-ribut di sana. Nan ribut -ribut ini ternyata pelaku,” ucapan Arya kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Rabu (27/5).
Arya menyebut pelaku sengaja menyebabkan kegaduhan tersebut berdua Asa konsentrasi polisi Nan berada di Letak sebagai terpecah. Selain itu, pelaku semoga aparat hanya menangkapnya atas kasus pengancaman memakai senjata tajam, bukan kasus pembunuhan.
“Berikhtiar hasilkan mengalihkan perhatian Agar polisi Sigap kesana dari situ atau mengurusi kegiatan Nan lain,” katanya.
“Beliau Lakukan keributan mengejar Penduduk, anak-anak di sana gunakan parang , ternyata Beliau pelakunya. Mungkin mengalihkan perhatian polisi, Beliau ditangani dikarenakan bawa parang, Berjuang mengecoh,” sambung Arya.
Pembunuh siswi SD Nan mayatnya terdeteksi di Griya Hampa di Makassar, ujungnya ditahan. dokumen Istimewa |
Pelaku Perkosa Korban Usai Kecanduan Pornografi
Arya mengutarakan bahwa pelaku merupakan pengguna narkoba dan sering menonton Sinema porno. Kebiasaan buruk tersebut menyebabkan nafsu pelaku hingga ujungnya ia mulai mengincar dan mengamati Mobilitas-gerik korban.
“Nah itulah Lampau menyebabkan Beliau menyaksikan anak Mini ini, umur 12 tahun, diminta lah anak Mini tadi, korban tadi hasilkan beli seruput, Lampau kembali lagi, Lampau beli keliru Esa makanan,” bebernya.
Pelaku kemudian melancarkan tindakan biadabnya ketika korban kembali setelah membelikan makanan Nan diminta. Remaja tersebut langsung lumayan berkualitas paksa dan membekap korban di bagian dalam Griya Hampa.
“Ketika kembali lagi ke pelaku, langsung diseret, memasuki ke Griya, Griya Hampa itu, langsung dibekap mulutnya,” Jernih Arya.
Arya memaparkan bahwa korban sempat Berikhtiar mengerjakan perlawanan sengit ketika diseret. Hal itu Membikin pelaku tumbuh pitam, Lampau menganiaya korban secara sadis hingga bocah tersebut kehilangan kesadaran.
Penganiayaan brutal itu berpengaruh kepala korban terluka parah. bagian dalam kondisi korban Nan telah Tak berdaya dan pingsan itulah, pelaku melampiaskan tindakan kekerasan seksualnya.
“Lampau bagian dalam keadaan Tetap Hayati gitu ya, di apa namanya (korban diperkosa),” ujar Arya.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana. Reinhard/detiksulsel |
Pelaku Dijerat Pasal Berlapis
Kombes Arya melindungi Eksis unsur perencanaan di kembali kekejian pelaku IK. Hal ini meraih dilihat dari modus pelaku Nan berpura-pura menginginkan korban membelikan air dan makanan.
“Jadi Beliau menyusun itu Tak harus kelebihan dari Esa masa sebelum, enggak. Jadi artinya Beliau menyaksikan, oh ini Saya harus mengerjakan, oh ini Perintah beli air sebelumnya. di masa depan Perintah beli sebelumnya, di masa depan setelah itu Saya akan tarik. Itu namanya telah perencanaan,” Jernih Arya.
“Beliau telah memetakan lah situasi di situ, Beliau telah mencari ruangan Nan Hampa di mana, Beliau telah tahu di masa depan mau mengerjakan apa, itu telah memasuki ke kategori perencanaan,” sambungnya.
Arya juga melindungi pihaknya akan menerapkan pasal pembunuhan berencana terhadap pelaku. Atas perbuatannya, IK saat ini terancam hukuman Wafat.
“Kita kenakan pasal pembunuhan berencana, Pasal 459 dan subsider 458, ancaman hukuman maksimal hukuman Wafat atau 20 tahun penjara,” pungkasnya.
(hmw/hsr)

