Ngawur PEMBUNUH Ponakan Berusia Lima Tahun dan Lukai Dua Orang dikendalikan Polisi


SuarIndonesia – Om berinisial WE (37) pembunuh bocah lelaki berusia lima tahun, ponakannya sendirian, berdua menebas leher gunakan senjata tajam hingga turut jadi sasaran Bunda korban NR (36) juga seorang Penduduk berinisial BR (50) akibatkan luka parah, setelah kabur pada akhirnya tercapai dikendalikan Polisi

ketika ini pelaku telah dikendalikan dan alur penyelidikan serta pendalaman Tetap berikut dijalankan Personil Satreskrim Polres Tabalong.

Pelaku sempat menghilang dan diburu petugas kepolisian, setelah mlakukan tindakan sadisnya di Desa Dambung Raya, Kecamatan kerlip Ara, Kabupaten Tabalong pada Senin (25/5/2026).

Iya telah dikendalikan, pelaku tekah menyerahkan diri sejak Selasa (26/5/2026),” ucapan Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas, Iptu Heri Siswoyo, Rabu (27/5/2026).

Pihak kepolisian Beralih Sigap melaksanakan pencarian terhadap pelaku sesaat setelah peristiwa diinformasikan.
“Pelaku tercapai dikendalikan setelah menyerahkan diri kepada Penduduk Nan turut mendukung melaksanakan pencarian,” tambahnya.

Ia juga memuji peran serta masyarakat Nan telah mendukung memberikan informasi serta merawat situasi kamtibmas tetap kondusif selama alur pencarian pelaku terjadi.

“Pelaku Nan disinyalir merasakan hambatan jiwa ini juga melukai Bunda korban dan seorang Penduduk lainnya sebelum pada akhirnya melarikan diri” Iptu Heri Siswoyo.

peristiwa bermula ketika korban Nan mutakhir bangkit istirahat meninggalkan ke teras Griya ciptakan buang air Mini, seketika pelaku langsung pas berkualitas korban ke jalur Sembari membawa senjata tajam jenis golok.

“Bunda korban, Nan menyaksikan peristiwa tersebut langsung histeris dan mengetes merebut parang dari tangan pelaku. Naas, upayanya tidak melangkah mulus dan ia Malah merasakan luka robek di tangan kanan,” tingkat Iptu Heri Siswoyo.

Pelaku tingkat brigas langsung menebas leher korban hingga meninggal Bumi di Letak peristiwa. lagian BR Nan kebetulan melintas mengalimi luka bacok di kepala. Tak hanya di situ, pelaku sempat mengetes menyerang Penduduk lain BJ di sebuah warung, namun tidak melangkah mulus.

”Dari output keterangan Fana, pelaku disinyalir merasakan hambatan jiwa atau stres. Kalau di masa depan pelaku telah dikendalikan, kami akan segera melaksanakan pemeriksaan kejiwaan mengikutsertakan tim Pakar,” Jernih Heri Siswoyo. (*/ZI)


Eksplorasi materi lain dari Suar Indonesia

Berlangganan ciptakan dapatkan pos terbaru lewat surel.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *