MAKASSAR, KOMPAS.TV – Kasus penemuan jenazah seorang siswi SD di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki babak anyar. Polisi menyebut kasus tersebut sebagai kasus pembunuhan berencana Nan didahului berdua pemerkosaan.
Aparat penegak aturan telah membekuk terduga pelaku pembunuhan berencana dan pemerkosaan terhadap anak Wanita berusia 12 tahun tersebut.
Berikut bukti-bukti kasus pembunuhan siswi SD di Makassar.
Terduga Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Kepala Kepolisian Resor Kota Akbar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyebut terduga pelaku dijerat berdua pasal mengenai pembunuhan berencana
lafal Juga: Pembunuh Bocah SD di Bangunan Hampa di Makassar diamankan | Warta Primer
“Pembunuhan berencana Nan didahului berdua pemerkosaan terhadap anak Nan berumur 12 tahun,” jelasnya, Rabu (27/5/2026), dikutip dari video Kompas TV.
dikarenakan perbuatannya, pelaku diancam pasal pembunuhan berencana Pasal 459 subsider 458 berdua ancaman hukuman maksimal hukuman Wafat atau 20 tahun penjara.
Modus Terduga Pelaku
Menurut Arya, terduga pelaku melaksanakan aksinya berdua modus menginginkan tolong kepada korban hasilkan membelikan air mineral dan makanan enteng.
“Ketika kembali lagi ke pelaku, langsung diseret melangkah masuk ke Griya, Griya Hampa itu, langsung dibekap mulutnya,” tuturnya.
Terduga Pelaku Ialah Tetangga Korban
Terduga pelaku merupakan tetangga korban di kawasan Tallo pelan, Kota Makassar.
Jenazah korban terdeteksi pada Rabu (27/5/2026) pagi di sebuah toilet bangunan Hampa, di lorong Sultan Abdullah, Tallo pelan.
Tak pelan setelah penemuan jenazah korban, polisi segera melaksanakan olah Loka peristiwa perkara dan mengevakuasi jenazah ke Griya sakit hasilkan dikerjakan autopsi.
lafal Juga: Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar diamankan | KOMPAS PAGI
Dari keluaran penyelidikan, polisi menangkap seorang cowok Nan merupakan tetangga korban.
ketika hendak diamankan, pelaku sempat Berikhtiar mengelabui polisi berdua jejak berpura-pura Membikin keributan di tidak berjarak Letak hasilkan mengalihkan Konsentrasi polisi Nan inti berada di TKP.
Menurut keluarga, korban sempat Lenyap sejak Selasa (26/5/2026) gelap hingga pada akhirnya terdeteksi internal kondisi meninggal pada Rabu pagi.