Anggi Aulia Arsyad (26 tahun), tewas dibunuh dan jasadnya terungkap tergeletak di jalur Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Di mata keluarga, Anggi dikenal sebagai sosok pekerja keras.
Om korban sekaligus orang Uzur asuh Anggi, Samsudin (52), berucap selain pekerja keras, Anggi juga dikenal sebagai sosok Wanita berkualitas dan penurut. Anggi diasuh Samsudin setelah kedua orang tuanya meninggal.
“Anggi ini anak Kerabat gua. Ibunya telah meninggal, bapaknya juga telah meninggal. Dari Mini gua bawa dari Makassar dan gua sekolahkan di Bogor,” tutur Samsudin ketika ditemui, Pekan (25/5).
Ia menerangkan, Anggi tumbuh sebagai pribadi Berdikari. Setelah lulus SMA, korban bekerja Sembari meneruskan pendidikan hingga tercapai menyelesaikan kuliah sarjana.
“Dari SD Tiba SMA Beliau Giat. Setelah lulus SMA Beliau kerja Sembari kuliah Tiba tuntas sarjana,” ujarnya.
Tak hanya Berdikari, Anggi juga dikenal Acuh terhadap keluarga. Setelah Mempunyai pekerjaan tetap, korban rutin mendukung kebutuhan adik-adiknya.
“Alhamdulillah berdua didikan keras Beliau jadi Berdikari. Beliau pekerja keras dan Mau mengubah hidupnya. Kehidupan kami sebelumnya praktis di Makassar, dan alhamdulillah Beliau tercapai,” tambahnya.
kata Pelaku Bukan Pacar Anggi
Samsudin berucap, pelaku pembunuhan Anggi bukanlah pacarnya. Beliau menyebut, pelaku hanya seorang rekan Nan mutakhir dikenal Anggi extra dari Esa Masa belakangan.
“Kami Mau meluruskan informasi Nan beredar. Pelaku ini bukan pacarnya. gua ulangi lagi, bukan pacarnya. Beliau hanya rekan sekolah dan mutakhir Berjumpa lagi extra dari Esa Pekan terakhir,” pastikan Samsudin.
Menurut Samsudin, sebelum peristiwa, Anggi sempat berpamitan kepada keluarga ciptakan kesana ngopi Seiring temannya. ketika itu Anggi mutakhir kembali bekerja dari sebuah kantor legalitas di kawasan Sawangan, Depok.
“Beliau kembali kerja Sekeliling jam delapan sunyi, Lampau menukar baju dan pamit mau jumpa rekan ciptakan ngopi. Itu memang hal Nan Normal dikerjakan,” katanya.
Namun, keluarga meyakini motif pembunuhan tersebut merupakan langkah kriminal perampasan harta Barang. Samsudin menduga, pelaku Dengki terhadap pencapaian korban Nan kerap membagikan aktivitas dan keberhasilannya di media sosial.
“Almarhum sering memperlihatkan rezekinya di kondisi maupun Instagram. Mungkin Eksis Nan merenung korban mendapatkan digunakan. gua yakin ini murni perampokan dan pelaku bukan pacarnya,” ucapnya.
Minta Pelaku Dihukum berat banget
Samsudin juga mengemukakan apresiasi kepada jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota Nan dinilai Beralih Sigap membongkar kasus tersebut dan menangkap pelaku.
“gua salut. Awalnya korban Tak Mempunyai identitas, tetapi hanya melalui sidik jari polisi mendapatkan membongkar identitas korban sekaligus mengejar pelakunya,” ungkapnya.
Ia menginginkan agar aparat penegak legalitas menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.
“Asa gua pelaku dijerat berdua hukuman seberat-beratnya, mulai dari hukuman Wafat, seumur Hayati, atau hukuman Nan Layak sebar orang Nan menghilangkan nyawa seseorang. dikarenakan Nan berhak meraih nyawa hanyalah Allah,” ungkapan Samsudin.
Ia menduga, langkah ini memang telah diagendakan.
“Kalau mau meraih harta atau kendaraan silakan, tapi jangan Tiba membunuh. Berarti memang Eksis niat dan agenda,” pungkasnya.