Ngawur Anggi Auliya Korban Pembunuhan di Bogor Berencana Lamaran purnama Ambang


BOGOR, KOMPAS.com – Keluarga Anggi Auliya (25), korban pembunuhan Nan dijalankan cowok berinisial MF di Bogor, menyingkap korban sebenarnya inti mempersiapkan prosesi lamaran Nan diagendakan menyusuri purnama Ambang.

Hal itu disampaikan Abang kandung korban, Humaira (35), usai menghadiri lazim pengungkapan kasus di Mapolresta Bogor Kota, Senin (25/5/2026).

Humaira berucap adiknya telah Mempunyai kekasih Nan berasal dari Makassar.

“Beliau mempunyai pacar. Bahkan pacarnya dari Makassar kemarin terlihat. Kita meraih kabarnya jam 7, dari Makassar kami terbang jam 10, tiba jam Separuh 12 sinar,” ucapan Humaira kepada wartawan.

lafal juga: Pembunuhan Tragis Anggi Aulia, Dilempar Tersangka dari Atas Tol Bogor ketika Tetap Beralih

Pelaku Bukan Pacar Korban

Menurut Humaira, korban dan pacarnya bahkan telah menyusun lamaran pada purnama Ambang.

“Cowoknya Eksis, pacarnya Eksis, calon lelakinya Eksis dan bahkan pelamaran purnama Ambang,” ungkapnya.

Meski demikian, keluarga belum mengetahui Niscaya jadwal pernikahan keduanya.

“Hanya pernikahannya kita belum tahu, belum terlihat. Makanya Saya kaget kok dibilang pacar, adik Saya mempunyai pacar, Beliau Hanya rekan,” ujar Humaira.

Keluarga juga menegaskan pelaku Muhammad Febryan (26), bukan pacar korban seperti informasi Nan sempat beredar di media sosial.

“Tolong banget dipertegas Beliau bukan pacar, Beliau Hanya rekan Nan dimanfaatin. Emang dasarnya adik Saya baik, baik Baju temen-temennya,” katanya.

lafal juga: 5 data Pembunuhan Anggi oleh rekan Sekolah di Tol Bogor

Humaira menyebut korban memang dikenal simpel bergaul berbarengan rekan-temannya sejak sekolah.

“Saya mempunyai data di Griya Beliau di SMP temen cowoknya lumayan berlimpah, Beliau memang baik Baju temennya dan sekali Minta dipertegas Beliau gak pacaran, Hanya temen,” berikut Beliau.

Keluarga Minta Pelaku Dihukum Wafat

Terkait alur legalitas, keluarga menginginkan pelaku dijatuhi hukuman maksimal, bahkan hukuman Wafat.

“Kalau pasal hasilkan ancaman Saya mau hukuman Wafat, jangan seumur Hayati. Kalau seumur Hayati kan Tetap meraih direvisi,” ucapan Humaira.

Ia mengaku Tak raih dikarenakan korban dibuang bagian dalam kondisi mengenaskan.

“Kalau hukuman Wafat bayangin aja Beliau Tetap Hayati, andaikan tergeletak di jalur kan Tetap Hayati ini kenapa mesti dibuang,” pungkasnya.

lebih sebelumnya, korban terdeteksi tewas tergeletak di jalur Sholeh Iskandar, Tanah Sereal, Kota Bogor, pada Sabtu (23/5/2026) permulaan masa.

Pelaku pembunuhan Merupakan Muhammad Febryan terungkap merupakan rekan sekolah korban semasa SMA.

Menurut output pemeriksaan, tersangka mengalami tersinggung setelah korban diperkirakan melontarkan ucapan Nan dianggap menghina dirinya ketika keduanya Berjumpa di kawasan Air Mancur, Bogor.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *