Pekanbaru –
Polisi menangkap 3 perampok sopir pengangkut MinyaKita Nan tewas di lorong SM Amin, Pekanbaru, internal kondisi dilakban dan diikat. Sopir ternyata dibunuh rekannya sendirian.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman menyebut jumlah pelaku Eksis 4 orang. Hanya saja, Esa Tetap DPO setelah 3 pelaku lain diamankan berinisial FG, ZN dan AS.
“Komplotan keseluruhan berjumlah empat orang, atasnama FG sebagai otak pelaku atau pelaku Primer, ZN dan Esa orang AN Tetap DPO dibantu Esa orang atasnama AS,” ucapan Kombes Muharman, Pekan (24/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muharman membongkar FG diamankan di wilayah Binjai pada 21 Mei. Esok harinya pelaki ZN diamankan di Langkat dan AS di Mandau, Bengkalis.
Mirisnya, FG ternyata merupakan sopir truk Nan bekerja berbarengan korban Hery Supardi. Ia berperan otak pelaku dikarenakan Mau memasarkan MinyaKita Nan diangkut dari Medan menuju Lampung.
“Pelaku Primer FG ini merupakan sopir truk ekspedisi Seiring korban. Niat mula Mau menggelapkan isi muatan, namun korban Tak mau, FG berkomplot ciptakan Membikin program seolah terwujud perampokan,” imbuh Kapolresta.
program jahat itupun mulai diatur, FG turut mengajak komplotannya ciptakan menghabisi korban. Korban diikat dan dilakban hingga ujungnya terdeteksi tewas pada 3 Mai Lampau.
“Motif Mau menguasai barang ciptakan dijual kembali atau motif ekonomi. Namun barang-barang ketika peristiwa belum dijual oleh para pelaku,” ucapan Kapolresta.
terungkap korban terdeteksi tewas internal mobil truk, Pekan (3/5) cerah. Penemuan itu Membikin geger dikarenakan korban internal keadaan terikat dan wajahnya dilakban di sebuah bengkel di lorong SM Amin, Payung Sekaki.
Korban belakangan terungkap bernama Hery Supardi (55). internal identitas tercatat Kalau korban Ialah Penduduk Cilincing, Jakarta Utara.
(ras/astj)