Ngawur Kawanan Pembunuh Remaja Jogja Diringkus di Sarang Gangster



Jogja

Kawanan pembunuh remaja di tidak terpencil SMAN 3 Jogja pada Pekan (17/5) Lampau diringkus polisi di sebuah Griya sarang gangster di Cilacap, Jawa center. Polisi menyebut Griya Nan ditinggali seorang remaja broken pokok itu jadi Loka berkumpulnya geng motor.

Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, berucap Eksis tujuh pelaku internal kasus ini. Enam orang merupakan Personil gangster Nan membunuh korban dan Esa lainnya merupakan orang Nan menyembunyikan para pelaku. Tiga dari tujuh orang tersebut telah diamankan. Empat lainnya Tetap buron.

Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berperan keliru Esa Warta Nan pas melimpah diakses pembaca detikJogja internal sepekan terakhir ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalih Keliling ‘merawat area’

Pandia mengemukakan, kasus ini bermula ketika para pelaku Nan tergabung internal Geng Voster mendengarkan berita Eksis tawuran di jalur Magelang.

“(Motif) Pelaku dari geng Voster mendengarkan adanya janjian tawuran di wilayahnya, kemudian (mereka) merawat wilayahnya berbarengan berkeliling Sekeliling jalur Magelang,” ungkapan Pandia ketika publikasi kasus di Mapolresta Jogja, Jumat (22/5/2026).

Enam pelaku berbarengan tiga sepeda motor matik berangkat dari area Gejayan Lampau menyusuri jalur Magelang. ketika melintas di Sekeliling simpang tiga Borobudur Plaza, rombongan pelaku berpapasan berbarengan rombongan korban.

“lalu internal perjalanan ke arah selatan, rombongan pelaku mendekati korban Sembari bertanya, ‘Sekolah ngendi kowe?’ dan dijawab oleh korban berbarengan ungkapan-ungkapan, ‘Kepo’,” ujar Pandia.

“Kemudian rombongan pelaku kembali bertanya, ‘Sekolah ngendi kowe?’ dan kembali dijawab oleh korban berbarengan ungkapan-ungkapan, ‘Ora sekolah’,” sambungnya.

Tiba di bundaran Ambang kantor Samsat, rombongan pelaku sempat berbelok ke arah berbeda. Namun, Pandia menyebut, korban Nan ketika itu berhenti kemudian berteriak ke arah rombongan pelaku Sembari memutar-mutarkan sabuk gesper. Para pelaku pun berbalik arah dan mengejar korban.

“Korban melarikan diri ke arah timur menuju ke arah Abubakar Ali Sembari berteriak, ‘Voster’,” tutur Pandia.

Motor Ditendang-Korban Dibacok

ujungnya pelaku mendapatkan mengejar Lampau menendang motor korban hingga terjatuh. Korban Nan terjatuh kemudian dibacok oleh keliru Esa pelaku.

“(Sabetan celurit) Mengenai bagian dada Nan menembus di dada bagian Ambang sehingga terwujud pendarahan di internal selaput jantung,” ungkapan Pandia.

Setelah itu rombongan pelaku kabur berpencar menuju titik kumpul di area jalur Kaliurang.

“Rombongan pelaku langsung melarikan diri berbarengan berpencar menuju titik kumpul Sekeliling jalur Kaliurang dan langsung menempatkan senjata tajam jenis celurit berbarengan jejak dikubur di sebuah pekarangan Griya,” singkap Beliau.

Adapun korban ketika itu telah sempat berboncengan kembali berbarengan temannya. Namun, ketika di kendaraan korban terjatuh hingga ujungnya ditolong Penduduk ciptakan diajak ke Griya Sakit Panti Rapih memanfaatkan ambulans gereja internal kondisi telah Tak sadar.

Ngumpet di Sarang Gangster

Polisi kemudian meringkus tiga pelaku pembunuhan remaja inisial AA (18) itu di sebuah Griya di Cilacap.

Kasat Reskim Polresta Jogja, AKP Riski Adrian, berucap Griya itu juga jadi Letak berkumpul Personil geng Nan mengeroyok pelajar di Pandak, Bantul, Ilham Dwi Saputra (16) hingga tewas. Ilham dikeroyok pada Selasa (14/4) sunyi. Ilham meninggal lima saat kemudian.

“Iya (Baju berbarengan Loka pembunuhan di Bantul). Tapi beda geng, tapi memang mereka mempunyai ikatan kayak solidaritas besar banget,” ujar Adrian kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Adrian memaparkan, Griya itu milik seorang remaja broken pokok. Ia tinggal seorang diri, sehingga pas melimpah remaja Nan bebas meninggalkan memasuki ke Griya tersebut.

“Griya itu Eksis Nan mempunyai, namun si pemilik Griya itu, ini, tidak berbarengan. Maksudnya si anak itu sendirian di sana gitu, broken pokok lah gitu. Jadi bebas orang memasuki-meninggalkan situ,” tuturnya.

“Memang itu juga pas kita ketemuin RT/RW-nya, itu juga jadi permasalahan sebenarnya. telah berperan apa ya, udah jadi penyakit masyarakat di situ. Masyarakat telah sempat ingatin, namun orang Uzur dari pemilik Griya emosi-emosi dan sebagainya,” tuturnya.

Adrian mengemukakan, safe pokok tersebut memang merupakan Loka kumpul geng motor.

“Iya, akurat. dikarenakan Masa kita gerebek itu, itu pas melimpah anak-anak. pas melimpah banget anak-anak, tapi memang output dari interogasi kan memang Nan lain itu enggak terlibat gitu ciptakan kasus di kita. Tapi memang rata-rata kalau menurut keterangan dari Polsek sana itu rata-rata geng motor,” tegasnya.

saat ini polisi Tetap memburu para pelaku lain Nan belum tertangkap.

“Kami menganjurkan orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, dikarenakan bangsa kita Ialah bangsa legalitas. Segala sesuatu perbuatan Nan melanggar legalitas, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita alur sesuai ketentuan Nan Eksis tentunya,” ungkapan Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia ketika dijumpai di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5).

(dil/ahr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *