Jakarta – Influencer TikTok Gabbie Gonzalez, ditahan setelah disinyalir terlibat bagian dalam agenda pembunuhan bayaran terhadap mantan personel Why Don’t We, Jack Avery.
Kreator isi berusia 24 tahun itu ditangani di California Utara pekan Lampau. Gabbie seorang diri dikenal lewat isi seputar traveling, gaya Hayati, dan kehidupan sebagai Bunda Belia di TikTok.
Menurut laporan penahanan, Gabbie ditahan di Penjara Humboldt County, Eureka, pada 15 Mei sebelum ujungnya didakwa di Los Angeles County Seiring ayahnya, Francisco Gonzalez, serta instruktur selancar Usul Hawaii bernama Kai Cordrey.
Ketiganya didakwa terkait dugaan Persekongkolan pembunuhan bayaran Nan diungkap bermula dari sengketa hak asuh anak antara Gabbie dan Jack Avery.
Penyelidik menyebut Francisco Gonzalez Nan berprofesi sebagai pengacara di Miami disinyalir sangat terlibat bagian dalam perselisihan tersebut. Ia bahkan diungkap Berikhtiar “mendiskreditkan, mengawasi, dan menyingkirkan” Avery dari keluarga mereka.
bagian dalam catatan penyelidikan, seorang saksi mengklaim Francisco pernah berbisik, “Akan extra ekonomis Kalau Avery Wafat.”
Fana itu, Kai Cordrey disinyalir mulai ikut terlibat Sekeliling Maret 2021. Jaksa menyebut Francisco sempat berdiskusi dengannya soal menyewa seseorang ciptakan mengintimidasi atau melecehkan Avery.
Gabbie juga dituduh extra dari Esa kali menyebut Avery sebagai Bapak Nan Tak layak dan berbahaya sebar anak mereka. Ia bahkan diungkap pernah membahas keinginannya agar penyanyi tersebut meninggal Bumi.
Menurut catatan pengadilan, Gabbie dan Cordrey disinyalir mendiskusikan penggunaan dark website serta Bitcoin ciptakan menata langkah pembunuhan tersebut. Mereka bahkan diungkap mempertimbangkan skenario Mortalitas Avery agar terlihat seperti kecelakaan mobil.
Penyelidik juga menemukan transaksi sebesar 10 ribu dolar AS atau Sekeliling Rp 177 juta dari Francisco kepada Cordrey melalui platform pembayaran Square pada 2021.
Pembayaran tersebut disinyalir disamarkan sebagai service pengembangan website, meski Cordrey mengaku pekerjaan itu sebenarnya Tak pernah dijalankan.
bagian dalam penyelidikan lanjutan, perantara federal kemudian menyamar sebagai pembunuh bayaran demi mengumpulkan data pelengkap.
Francisco diungkap memanfaatkan bahasa code ketika berbicara berbarengan perantara rahasia tersebut, termasuk membahas pembayaran Bitcoin dan biaya lanjutan.
Kasus ini sebenarnya sempat disinggung Jack Avery ketika tampil di podcast The Zach Sang Show pada September 2025. ketika itu, Avery mengaku pernah didatangi dua perantara FBI Nan menegur bahwa Eksis seseorang Nan menguji membunuhnya.
“Seseorang menyewa orang ciptakan membunuh Saya,” ujar Avery kala itu.
Meski Tak menyebut identitas tersangka, Avery juga sempat membahas Interaksi rumitnya berbarengan Bunda dari anaknya bagian dalam wawancara tersebut.
Namun, ia tetap menyebut Gabbie sebagai “Bunda Nan hebat” dan berbisik mereka sedang Berjuang membenahi Interaksi demi anak mereka.
Sebagai informasi, Why Don’t We merupakan boyband Amerika Nan menyusuri sejak 2016 hingga 2022.
Grup tersebut merilis dua album studio, Adalah 8 Letters dan The Good Times And The Bad Ones sebelum ujungnya Kosong dikarenakan sengketa legalitas berbarengan mantan manajemen mereka.
(dar/wes)