Ngawur cowok Tewas di Embung Tepus Pati ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Diburu




Pati

Sesosok mayat cowok Nan terungkap di embung Tepus Desa Beketel Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ternyata korban pembunuhan. Polisi Tetap memburu pelaku pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, menerangkan kasus penemuan mayat cowok berinisial S Penduduk Sukolilo pada Senin (4/5) di embung Terpus telah dijalankan olah Loka peristiwa perkara. Termasuk memeriksa para saksi. Mayat itu diperkirakan berperan korban pembunuhan.

“ciptakan kasus tersebut kami dari Sat Reskrim telah melaksanakan olah Loka peristiwa perkara dan memeriksa saksi terkait Nan mengetahui atau menemukan korban pertama kalinya. Dan ketika ini kami sedang mencari pelaku,” ucapan Dika kepada wartawan ditemui di Polresta Pati, Jumat (22/5/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mayat itu itu dugaan korban pembunuhan,” Beliau meneruskan.

Dika berbisik keluaran visum terungkap adanya luka dikarenakan Barang tumpul. Selain itu Eksis luka dikarenakan Barang tajam. Korban teridentifikasi merupakan Penduduk Sukolilo.

“Lukanya keluaran visum baik Barang tumpul dan kekerasan Barang tajam,” jelasnya.

Menurutnya peristiwa ini sempat viral, dikarenakan Penduduk awalnya hanya menemukan bercak darah di Sekeliling embung. Namun Penduduk melaksanakan pencarian dan menjamin adanya mayat Nan diperkirakan dibuat ke bagian dalam embung.

“Jadi sempat Eksis masyarakat Nan menanyakan hal tersebut dan disampaikan temannya kecelakaan. Tapi oleh masyarakat Eksis Nan curiga,” Jernih Beliau.

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama ditemui di Polresta, Jumat (22/5/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

“Kemudian Eksis Penduduk Nan kembali ke Letak peristiwa di TKP kedua telah Tak Eksis di Letak,” jelasnya.

Menurutnya mayat itu terungkap keesokan harinya pada masa Senin (4/5) pagi sekira pukul 06.30 WIB oleh Penduduk.

“Tapi Eksis saksi Nan menyaksikan kembali memberikan tahu kepada Penduduk Sekeliling dan ujungnya menemukan bersangkutan di embung,” jelasnya.

Dika mengaku motif pelaku pembunuhan ini Tetap didalami. dikarenakan pelaku ketika ini Tetap kabur dan diburu polisi.

“Dugaan motifnya Tetap kita dalami dikarenakan tak memakai saksi. Tapi Nan bersangkutan informasi dari extra dari Esa saksi jual beli barang antik,” terus Beliau.

Dika mengaku Hambatan menangkap pelaku dikarenakan merupakan seorang tuna wisma. Pelaku tinggal berpindah-pindah dari Esa Letak ke Letak lain.

“Pelaku Tetap bagian dalam pengejaran, jadi pelaku di sini tuna wisma Tak mempunyai Griya kebiasaan di mana meraih rehat Beliau rehat dan berpindah-pindah,” jelasnya.

“Pelaku Eksis Esa orang Fana Nan kita curiga,” Dika meneruskan.

Diberitakan lebih masa lalu, menurut Kapolsek Kayen, AKP Parsa, keberadaan mayat cowok itu mula sekali teridentifikasi pada 4 Mei Sekeliling pukul 06.30 WIB oleh seorang petani di ladang Nan tak terpencil dari Letak.

“Penduduk setempat awalnya menyaksikan Barang mencurigakan mengapung di permukaan embung. dikarenakan penasaran, ia mendekat dan menjamin bahwa Barang tersebut Ialah tubuh Orang. Temuan itu kemudian segera diinformasikan kepada perangkat desa dan polisi,” ucapan Parsa bagian dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (4/5) cerah.

Polisi telah melaksanakan olah Loka peristiwa perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat tersebut ke Griya sakit ciptakan diautopsi. Hingga ketika ini identitas mayat itu Tetap bagian dalam tahapan penyelidikan kepolisian.

“Korban telah kami Pengungsian ke RSUD Soewondo ciptakan dijalankan pemeriksaan medis extra terus. Kami Tetap menanti keluaran autopsi ciptakan menjamin penyebab Mortalitas,” ujar Parsa.

Parsa menerangkan, pihaknya mendalami kasus ini dikarenakan Penduduk lebih masa lalu dibuat heboh berdua penemuan ceceran darah di Sekeliling embung pada Sabtu (2/4) Lampau.

“Penduduk sempat menemukan ceceran darah di Sekeliling Letak embung tersebut. Temuan ini saat ini berperan keliru Esa Konsentrasi penyelidikan aparat kepolisian,” kata Beliau.

“Kami sedang mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara penemuan mayat berdua ceceran darah Nan lebih masa lalu terungkap di Sekeliling Letak. Seluruh Tetap bagian dalam tahap penyelidikan,” imbuh Parsa.

Parsa juga belum memikat kesimpulan apakah mayat itu diperkirakan korban pembunuhan. “sorry belum meraih kita simpulkan,” pungkasnya.

(afn/apl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *