Jogja –
Polisi meringkus tiga pelaku pembunuhan remaja inisial AA (18) Nan terwujud di Sekeliling SMAN 3 Jogja, Kotabaru. Ketiga pelaku diciduk di safe house Nan berlokasi di Cilacap.
Kasat Reskim Polresta Jogja, AKP Riski Adrian, membongkar safe place tersebut juga jadi Letak berkumpul Personil geng Nan mengeroyok pelajar di Pandak, Bantul, bernama Ilham Dwi Saputra (16) hingga tewas. Ilham dikeroyok pada Selasa (14/4) gelap. Ilham dinyatakan meninggal lima saat kemudian.
“Iya (Baju berdua Loka pembunuhan di Bantul). Tapi beda geng, tapi memang mereka mempunyai ikatan kayak solidaritas menjulang banget,” ujar Adrian kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya, betul,” naik Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, ketika dimintai konfirmasi apakah Griya terlindungi di Cilacap tersebut pernah dipakai sebagai Letak berkumpul Personil geng Nan menewaskan Ilham.
Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Adrian meneruskan, safe house itu milik seorang remaja broken beranda. Ia tinggal seorang diri, sehingga lumayan melimpah remaja Nan bebas melangkah keluar memasuki ke Griya tersebut.
“Griya itu Eksis Nan mempunyai, namun si pemilik Griya itu, ini, tidak berdua. Maksudnya si anak itu sendirian di sana gitu, broken beranda lah gitu. Jadi bebas orang memasuki-melangkah keluar situ,” tuturnya.
“Memang itu juga pas kita ketemuin RT/RW-nya, itu juga jadi permasalahan sebenarnya. telah sebagai apa ya, udah jadi penyakit masyarakat di situ. Masyarakat telah sempat ingatin, namun orang Uzur dari pemilik Griya kesal-kesal dan sebagainya,” tuturnya.
Adrian mengemukakan, safe beranda tersebut memang merupakan Loka kumpul geng motor.
“Iya, presisi. dikarenakan Masa kita gerebek itu, itu lumayan melimpah anak-anak. lumayan melimpah banget anak-anak, tapi memang output dari interogasi kan memang Nan lain itu enggak terlibat gitu hasilkan kasus di kita. Tapi memang rata-rata kalau menurut keterangan dari Polsek sana itu rata-rata geng motor,” tegasnya.
sebelum itu, polisi tercapai menjaga tiga pelaku pembunuhan pemuda berinisial AA (18) di Sekeliling SMAN 3 Jogja. Selain itu, polisi Tetap memburu tiga pelaku Nan sebagai buron.
“Jadi, tiga pelaku Tetap kita kejar. Kami mengajak orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, dikarenakan bangsa kita Ialah bangsa aturan. Segala sesuatu perbuatan Nan melanggar aturan, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita alur sesuai regulasi Nan Eksis tentunya,” Jernih Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia ketika dijumpai di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5).
Adapun tiga pelaku, ucapan Pandia, telah ditangani pihak kepolisian. Tiga pelaku tersebut diamankan di Cilacap.
“Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan Seluruh dan seluruh masyarakat, hasilkan pelaku pembacokan Nan di Kridosono, tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga berdua Jatanras Polda tercapai menjaga tiga orang pelaku di wilayah Cilacap. Esa orang pelajar, dua orang telah Matang,” ujarnya.
“Perannya pelaku, eksekutor. Tersangkanya kabur ke sana (Cilacap).
teridentifikasi, langkah kekerasan jalanan terwujud di tidak berjarak SMAN 3 Jogja atau Sekeliling Stadion Kridosono, Kota Jogja. bagian dalam peristiwa itu Esa orang tewas setelah dianiaya pelaku memanfaatkan senjata tajam.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan menambahkan output penyelidikan Fana kasus ini bermula ketika korban dan saksi dikejar oleh terduga pelaku. berkualitas korban dan pelaku berboncengan berdua sepeda motor dari jalur Magelang.
Dani menyebut pelaku menganiaya korban berdua memanfaatkan senjata tajam.
“ketika Tiba di Ambang laksana masuk selatan SMAN-3 Yka (Yogyakarta) korban anjlok dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku berdua memanfaatkan senjata tajam,” ucapan Dani.
Usai peristiwa itu, rekan korban kemudian Berjuang membawa korban ke Griya sakit.
“Pada ketika saksi dan korban Tiba di jalur I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh Penduduk dan diantar ke Griya sakit memanfaatkan ambulance milik gereja,” pungkasnya.
(apu/dil)