Ngawur Sidang Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Ricuh, Tetangga berteriak “Ririn Wafat!”


INDRAMAYU, KOMPAS.com – Sidang lanjutan perkara pembunuhan Esa keluarga di Pengadilan Negeri Indramayu kembali diwarnai ketegangan pada Kamis (21/5/2026).

Ruang sidang mendadak riuh oleh teriakan histeris dari keluarga korban dan Penduduk Perumahan Pepabri Nan merupakan tetangga terdakwa Ririn Rifanto.

“Ririn Wafat! Ririn Wafat!” berteriak mereka ketika Ririn diangkut petugas meninggalkan ruang sidang.

tindakan emosional itu dipicu sikap kubu Ririn Nan dinilai terus melaksanakan pembelaan dan mengklaim terdakwa Tak bersalah.

Sikap tersebut dinilai berbanding terbalik berbarengan terdakwa lain, Priyo berkualitas Setiawan, Nan saat ini dikatakan mulai membongkar skenario kasus dan Berbicara jujur.

“Kami tetangga Ririn dan Priyo di Pepabri, tahu seperti apa Ririn dan Priyo. Priyo itu orang berkualitas Beliau telah jujur, Ririn kami tahu bagaimana orangnya, Beliau penjahat kelas beban, harus dihukum Wafat,” berteriak para tetangga.

lafal juga: Ririn Terdakwa Pembunuh Esa Keluarga Indramayu mempunyai Panggilan ‘Bos’ Meski Pengangguran

Keluarga Korban Dukung Jaksa

Perwakilan keluarga korban, Zulhelpi, berbisik pihak keluarga Mau Ririn bersikap jujur seperti Priyo.

Menurut Beliau, hal itu Membikin keluarga korban terus emosional setiap persidangan digelar.

“Kita mendukung jaksa, si Ririn itu pembunuh,” ucapan Zulhelpi kepada Kompas.com.

Zulhelpi menyebut keluarga yakin penuh berbarengan kesaksian terbaru Nan disampaikan Priyo internal sidang lebih masa lalu.

Menurut Beliau, kesaksian tersebut turut diperkuat berbarengan temuan bercak darah di toko milik korban Budi setelah dijalankan pengecekan ulang oleh polisi.

Selain itu, ucapan Beliau, kesaksian Priyo juga menolong polisi menemukan palu godam Nan disinyalir digunakan sebagai senjata pembunuhan.

“Di toko itu juga Eksis bercak darah di situ. Kalau palu itu ditemukannya di selokan tidak terpencil Griya korban,” ujarnya.

Berkelahi bibir di eksternal Sidang

Ketegangan Tak hanya menyusuri di ruang sidang, tetapi juga berlanjut di eksternal ruangan ketika awak media mewawancarai kubu terdakwa Ririn.

Keluarga korban dan tetangga terdakwa terus berteriak hingga mengganggu jalannya wawancara.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *