Rabu 20-05-2026,12:55 WIB
ILUSTRASI Kebohongan Terdakwa Pembunuh Sekeluarga di Indramayu Diungkap: Publik Sempat Terkecoh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway –
Uniknya, pelaku meninggalkan Esa mobil rampokan di Ambang Griya sehingga polisi mencurigai si pemilik Griya. ternyata, itu tapak pelaku mengecoh polisi.
Senin, 8 September 2025, aparat Polda Jabar dan Polres Indramayu menangkap Ririn dan Priyo di wilayah Indramayu. Keduanya ditembak di kaki dikarenakan melawan polisi ketika diringkus. Mereka diadili di PN Indramayu.
Pada permulaan persidangan, terdakwa Priyo langsung menolak dakwaan. Ia bilang, pelakunya bukan ia dan Ririn. Melainkan, empat orang itu. Lantas, terdakwa Ririn mengakui pengakuan Priyo.
Anehnya, Esa di antara empat orang itu, Merupakan terjamin Yani, Om istri Ririn, telah sepuluh tahun menghilang dari keluarga. Tak terungkap, tak meraih dihubungi. Itu mengherankan publik. seketika, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengundang keluarga terjamin Yani ke rumahnya ciptakan wawancara, dibikin podcast (siniar).
internal wawancara itu, pihak keluarga terjamin juga heran atas pengakuan Ririn dan Priyo. terjamin Yani telah Esa Dasawarsa menghilang.
Itu menimbulkan kecurigaan Dedi Mulyadi. internal siniar, Dedi menginginkan polisi menelusuri kebenaran pengakuan dua terdakwa tersebut. Artinya, Dedi ketika itu Separuh yakin kepada pengakuan dua terdakwa. saat ini terbukti zonk. Ririn dan Priyo dijerat Pasal 459 KUHP, pembunuhan berencana. Ancaman hukuman Wafat.
Priyo pada sidang terbaru: ”Seluruh keterangan Saya sebelum itu Tak presisi. Nan membunuh Seluruh korban itu Ririn. Saya menyaksikan tanpa perantara. Saya dipaksa Ririn ikut membunuh, tapi Saya tolak. Saya Hanya mendukung Ririn menguburkan Seluruh korban.”
Priyo menceritakan, dirinya ikut mengagendakan pembunuhan itu. Ia dijanjikan Ririn akan diberi Rp100 juta Kalau mau ikut. Priyo mau. Maka, mereka berdua mendatangi Griya Budi pada masa pembunuhan. ternyata penghuni Griya lima orang itu. Dibunuh semuanya.
berikut, Kenapa Priyo berbohong internal sidang-sidang sebelum itu?
Priyo: ”Masa Saya dan Ririn Baju-Baju ditahan, kami berbisik di ruang tahanan. Di situ Ririn menuliskan di tiga lembar kertas mengenai apa saja Nan harus Saya katakan di persidangan di masa depan.”
Isi tulisan itu, ungkapan Priyo, Ririn diposisikan Tak tahu-menahu soal pembunuhan (Tak Eksis di TKP). Fana itu, Priyo hanya sebagai saksi mata. Kemudian, Priyo berbisik hal itu pada sidang pertama. Pengakuan Priyo tersebut lantas dibenarkan Ririn.
Priyo: ”Sekarang Saya mencabut Seluruh kesaksian Saya Nan Lampau. Nan presisi, pelakunya Ririn, dan Saya Hanya menyaksikan Seluruh pembunuhan itu, berdua palu besi. Saya ikut menguburkan mayat mereka.”
Lantas, bagaimana meraih tampak identitas empat orang itu?
Priyo: ”Itu Hanya karangan Ririn. Tiga identitas, selain terjamin Yani, fiktif. Tak Eksis orangnya.”
Tak mengejutkan. Seluruh penjahat umumnya berbohong. Kalau mereka Bisa membunuh lima orang berdua hantaman palu besi, Kenapa Tak Bisa berbohong?
tinjau Warta dan Artikel Nan lain di Google News
Sumber: