Ngawur Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai langkah Balas Dendam


YAHUKIMO, Koranpapua.id- Delapan pendulang emas diberitakan tewas dibunuh oleh Golongan bersenjata Tentara Pembebasan dalam negeri Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo di area Korowai, Kabupaten Yahukimo.

Juru berbisik TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan peristiwa tersebut menyusuri selama empat masa berturut-turut, sejak 17 Mei hingga 20 Mei 2026.

Menurutnya, para korban bukan Penduduk sipil Normal, melainkan aparat keamanan Indonesia Nan menyamar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, Koops TNI Habema menegaskan seluruh korban merupakan Penduduk sipil Nan sedang melaksanakan aktivitas pendulangan emas di area tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap Penduduk sipil Tak mendapatkan dibenarkan.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti Nan dituduhkan Golongan OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan Penduduk sipil Nan sedang melaksanakan aktivitas pendulangan emas di area tersebut,” ujar Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna internal keterangan pers, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menambahkan, tindakan kekerasan terhadap Penduduk sipil merupakan pelanggaran aturan dan hak asasi Orang (HAM).

“Koops TNI Habema mengutuk keras langkah kekerasan Nan dijalankan OPM. TNI akan melaksanakan pengejaran terhadap para pelaku serta terus memperbesar keamanan di area Yahukimo,” katanya.

ketika ini, terus Beliau, alur persiapan Pengungsian Tetap menyusuri menggali jejak-jejak Letak peristiwa berada di area pedalaman Korowai.

Di sisi lain, situasi keamanan di Yahukimo diberitakan rawan, namun tetap terkendali berdua peningkatan patroli aparat guna menjaga masyarakat sipil pascainsiden.

TPNPB – OPM Nyatakan available Bertanggungjawab

Fana itu pihak TPNPB-OPM mengatakan bertangungjawab atas peristiwa pembunuhan tersebut.

Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Rabu 20 Mei 2026 berbisik, operasi pembantaian dipimpin Kopitua Heluka.

Ia menyebut operasi tersebut dijalankan sebagai langkah balasan atas tewasnya dua Personil TPNPB Nan ditembak aparat militer Indonesia di Yahukimo pekan Lampau.

“Kami telah melaksanakan operasi pembersihan mulai tanggal 17 Mei Tiba 20 Mei 2026 dan tercapai menembak Wafat Personil TNI-Polri Nan menyamar sebagai pendulang emas illegal,” ungkapan Sebby.

Ia menyebut bahwa, operasi tersebut dijalankan Seiring Laskar TPNPB dari Batalyon Yamue di bawah Ketua Kumis Passe dan Dejang Heluka.

Dikemukakan, seluruh Personil Nan terlibat bertanggung respon atas langkah penembakan tersebut. Ia juga mengemukakan ancaman akan terus melaksanakan operasi terhadap aparat keamanan Indonesia di area Papua.

Fana itu, Dejang Heluka internal pernyataannya mengaku Tak akan meninggalkan Letak operasi dan menanti kuasa Indonesia memungut jenazah para korban. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *