Ngawur 3 Pelaku Pembunuhan tidak terpencil SMAN 3 Jogja diamankan di Cilacap, 3 Lainnya Buron




Jogja

Polisi tercapai menjaga tiga pelaku pembunuhan pemuda berinisial AA (18) di Sekeliling SMAN 3 Jogja. Selain itu, polisi Tetap memburu tiga pelaku Nan sebagai buron.

“Jadi, tiga pelaku Tetap kita kejar. Kami menganjurkan orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, dikarenakan republik kita Ialah republik legalitas. Segala sesuatu perbuatan Nan melanggar legalitas, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita tahapan sesuai regulasi Nan Eksis tentunya,” Jernih Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia ketika dijumpai di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5/2026).

Adapun tiga pelaku, ucapan Pandia, telah ditangani pihak kepolisian. Tiga pelaku tersebut diamankan di Cilacap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan Seluruh dan seluruh masyarakat, ciptakan pelaku pembacokan Nan di Kridosono, tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga berbarengan Jatanras Polda tercapai menjaga tiga orang pelaku di wilayah Cilacap. Esa orang pelajar, dua orang telah Matang,” ujarnya.

“Perannya pelaku, eksekutor. Tersangkanya kabur ke sana (Cilacap).

sebelum itu, langkah kekerasan jalanan atau klitih terjadi di tidak terpencil SMAN 3 Jogja atau Sekeliling Stadion Kridosono, Kota Jogja. bagian dalam peristiwa itu Esa orang tewas setelah dianiaya pelaku memanfaatkan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menerangkan korban meninggal Merupakan pemuda berinsial AA (18). Peristiwa itu terjadi pada Pekan (17/5) mula masa.

“Korban inisial AA Natalitas 2008. peristiwa mula masa, sekira jam 03.30 WIB,” ucapan Adrian ketika dihubungi wartawan, Pekan (17/5).

Adrian menerangkan setelah peristiwa korban sempat dilarikan ke Panti Rapih. Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal Bumi.

“Tadi ciptakan korban telah dilarikan ke Panti Rapih. dikarenakan dinyatakan meninggal Bumi, ini lagi kita geser ke Bhayangkara ciptakan dikerjakan autopsi,” ucapan Adrian.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan menyambung keluaran penyelidikan Fana kasus ini bermula ketika korban dan saksi dikejar oleh terduga pelaku. berkualitas korban dan pelaku berboncengan berbarengan sepeda motor dari jalur Magelang.

Dani menyebut pelaku menganiaya korban berbarengan memanfaatkan senjata tajam.

“ketika Tiba di Ambang realisasi masuk selatan SMAN-3 Yka (Yogyakarta) korban berkurang dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku berbarengan memanfaatkan senjata tajam,” ucapan Dani.

Usai peristiwa itu, rekan korban kemudian Berjuang membawa korban ke Griya sakit.

“Pada ketika saksi dan korban Tiba di Jl. I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh Penduduk dan diantar ke Griya sakit memanfaatkan ambulance milik gereja,” pungkasnya.

(afn/alg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *