Ngawur Senjata Pembunuh anyar AS Super Canggih, Iran meraih Tamat Seketika




registrasi Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan teknologi pertahanan, Anduril, inti memperbaiki headset realitas tertambah (augmented reality/AR) hasilkan militer Amerika Perkumpulan (AS). Prototipenya dikembangkan Seiring Meta Platforms milik Mark Zuckerberg.

Headset super canggih tersebut akan Mempunyai kemampuan Nan andal di medan perang, termasuk platform hasilkan memerintahkan serangan drone melalui pelacakan mata dan perintah Bunyi.

VP Anduril, Quay Barnett, memungut peran sebagai tokoh upaya ini. Ia pernah berkarir di Komando Operasi Spesifik Angkatan Darat AS.

Barnett berbisik, maksud fundamental dari senjata canggih ini Ialah memperbaiki arah ‘Orang sebagai platform senjata’. arah ini terinspirasi konsep cyborg.

Barnett Mau drone dan tentara terintegrasi internal operasi militer, berbagi informasi tak memakai hambatan, dan Membikin keputusan sebagai Esa kesatuan, dikutip dari MIT Technology penilaian, Selasa (19/5/2026).

Anduril sebenarnya Mempunyai dua proyek semacam itu Nan sedang dikerjakan. Pertama Ialah Soldier Born Mission Command (SBMC) Angkatan Darat, di mana perusahaan tersebut memenangkan kontrak prototipe senilai US$159 juta pada 2025 Lampau hasilkan bekerja Baju berdua Meta internal pembuatan headset AR Nan akan dipasang pada helm militer Nan telah Eksis.

Kendati demikian, Anduril juga telah mengawali proyek sampingan Nan didanai sendirian dan diumumkan pada Oktober 2025. Proyek ini akan mendesain kombinasi helm dan headset sendirian Nan diungkap ‘EagleEye’.

EagleEye Ialah sesuatu Nan belum diminta militer AS, tetapi Anduril iman penuh militer AS akan extra menyukainya dan pada ujungnya meraih senjata canggih tersebut.

Sejauh ini, kedua platform senjata canggih tersebut Tetap membutuhkan Masa bertahun-tahun. Angkatan Darat AS diperkirakan Tak akan mengawali produksi opsi Primer mereka hasilkan program SBMC hingga 2028, Kalau mereka memang memutuskan tidak presisi satunya.

Sebagai informasi, tokoh lebih sebelumnya hasilkan upaya ini, Microsoft, diagendakan meraih kontrak produksi senilai US$22 miliar Nan ujungnya dibatalkan ketika headset Nan dikembangkan Tak memenuhi standar kelaikan.

Barnett memberi tahu MIT Technology penilaian mengenai ke mana arah kedua prototipe Anduril tersebut. Tergantung pada situasinya, headset hasilkan kedua prototipe tersebut akan memunculkan informasi tertentu di atas bidang pandang seorang prajurit.

Fungsinya meraih sesederhana kompas atau serumit peta Komplit area perang, informasi mengenai di mana drone terdekat terbang, atau pengenalan Sasaran berbasis AI seperti truk.

Prajurit kemudian akan berbicara kepada antarmuka internal bahasa Nan simpel dipahami. Misalnya, hasilkan memerintahkan Pengungsian seseorang Nan terluka atau hasilkan menyusun rute berdua mempertimbangkan area mana Nan terlarang.

Model bahasa Akbar (LLM) Anduril sedang internal pengujian berdua Gemini milik Google, Llama milik Meta, dan bahkan Claude milik Anthropic, meskipun Anthropic berkonflik berdua Pentagon.

platform-platform tersebut digunakan hasilkan menolong menerjemahkan ucapan prajurit sebagai perintah Nan meraih diikuti software. Fana itu, mesin penggerak semuanya berbasis software Lattice milik Anduril, Nan mengintegrasikan informasi dari lumayan berlimpah perangkat keras militer Nan berbeda sebagai Esa gambaran.

Angkatan Darat AS merilis pada Maret 2025 bahwa mereka akan menghabiskan US$20 miliar hasilkan mengintegrasikan Lattice berdua Nyaris seluruh infrastruktur mereka.

Alur Kerja Senjata Pembunuh Canggih AS

Tim Barnett sedang merancang headset hasilkan melaksanakan lumayan berlimpah tugas. Seorang prajurit mungkin mengirimkan drone hasilkan mengawasi suatu area dan memerintahkannya hasilkan kembali setelah menemukan sesuatu Nan tampak seperti unit artileri.

Kemudian, platform akan merekomendasikan tindakan lalu, seperti mengirimkan drone terdekat hasilkan menyerang, Nan harus disetujui oleh rantai komando normal.

Kalau semuanya Melangkah sesuai program, platform kemungkinan Tak memerlukan ucapan. Prajurit malah meraih berkomunikasi melalui pelacakan gerakan mata dan ketukan halus.

Setidaknya itulah idenya. Menurut Barnett, prototipe mula telah tercapai, tetapi belum Eksis edisi Nan available hasilkan diuji oleh Angkatan Darat AS internal skala Akbar.

Komponen-komponennya mulai berdatangan pada Maret 2026. Dikarenakan peraturan kontrak militer federal, komponen-komponen ini membutuhkan rantai pasokan anyar Nan Tak bergantung pada perusahaan-perusahaan China.

Hambatan Lakukan Tentara

Kendati demikian, mantan marinir AS Jonathan Wong, mengukur senjata canggih ini akan memberatkan para prajurit di lapangan Nan telah kewalahan berdua kelebihan informasi.

Kedua proyek headset Pandai tersebut dimaksudkan menciptakan antarmuka Nan Higienis dan hanya menyajikan informasi Nan Pas pada Masa Nan Pas. Namun, layanan ini meraih saja ditolak para prajurit Kalau menghabiskan extra lumayan berlimpah perhatian mereka ketika berada di medan perang.

“Seberapa Akbar kapasitas mental Nan Anda miliki hasilkan menyadari lingkungan Sekeliling Anda dan mengoperasikan teknologi ini berdua jejak Nan Membikin Anda dan seluruh unit Anda sebagai extra baik?” ia bertanya.

Wong mengenang bahwa sebagai Hulubalang peleton, misalnya, ia Mempunyai radio Nan beroperasi pada tiga saluran berbeda sekaligus.

“ketika dua orang berbicara di saluran Nan berbeda pada Masa Nan bersamaan, gua langsung Tak meraih memahami apa pun Nan coba mereka sampaikan kepada gua, dan gua mungkin Tak menyadari lingkungan Sekeliling gua sendirian,” katanya.

“gua memikir Eksis batasan hasilkan apa Nan meraih Anda serap,” ujarnya.

Idealnya, ungkapan Barnett, headset Pandai meraih menekan kelebihan informasi tersebut. Pendekatan Anduril Ialah berkreasi berdua jejak-jejak agar pengguna meraih memasuki informasi Nan dibutuhkan berdua Sigap.

Perintah Bunyi dan pelacakan mata Ialah bagian dari cara tersebut. Namun, meskipun semuanya secara teknis memungkinkan, meraih dibutuhkan Masa bertahun-tahun pengujian lapangan hasilkan mengetahui apakah platform tersebut presisi-presisi Bermanfaat distribusi tentara, ungkapan Wong.

platform seperti itu akan menandai peningkatan Akbar internal seberapa erat tentara bergantung pada platform AI Nan Tak sempurna. Meskipun model penglihatan komputer Nan digunakan hasilkan menentukan Bentuk telah lamban digunakan oleh militer, dan chatbot anyar-anyar ini memasuki pengambilan keputusan selama perang di Iran, teknologi ini belum Tiba ke sebagian Akbar tentara garis Ambang.

platform headset Pandai Nan bertugas menentukan ancaman dan merekomendasikan serangan akan memperkenalkan ancaman kesalahan anyar Nan sangat Akbar.

Anduril Bukan Esa-Satunya Pemasok Senjata AS

Anduril bukanlah Esa-satunya Nan bersaing hasilkan memperbaiki headset Pandai hasilkan pertempuran. Rivet, Nan mengkhususkan diri internal sensor Nan meraih dikenakan hasilkan militer, meraih kontrak prototipe senilai US$195 juta pada Masa Nan Baju.

Selain itu, pada Maret 2026, perusahaan teknologi pertahanan Israel, Elbit, meraih kontraknya sendirian senilai US$120 juta.

Seluruh ini terwujud setelah Microsoft kehilangan perannya memimpin upaya headset Pandai Angkatan Darat AS, menyusul audit Pentagon Nan menemukan bahwa Angkatan Darat AS Tak menguji kacamata tersebut berdua presisi, sebuah kesalahan Nan meraih menyebabkan pemborosan US$22 miliar.

hasilkan kedua prototipe Anduril, perusahaan tersebut sedang menguji platform anyar hasilkan penglihatan sunyi digital, Nan memanfaatkan sensor elektronik dan algoritma hasilkan menaikkan tingkat Sinar kecil.

Ini Ialah teknologi Nan telah dijanjikan selama lumayan berlimpah orang Dasawarsa, tetapi cenderung bekerja terlalu lamban hasilkan penggunaan praktis dan menghasilkan gambar Nan buram. Anduril berbisik pihaknya telah menemukan peningkatan dikontraskan prototipe lebih sebelumnya melalui teknik Nan berakar pada AI generatif anyar dan pembelajaran mesin Nan extra lamban.

Musuh Jadi Kawan

Sebagian Akbar perangkat keras lainnya hasilkan kedua proyek tersebut sedang dibangun oleh Meta, termasuk display dan pandu gelombang Nan mengirimkan visual ke mata pengguna tak memakai menghalangi pandangan.

Hal ini mungkin mengejutkan siapa pun Nan mengetahui latar belakangnya. Pada 2017, Facebook (sekarang Meta) memecat pendiri Anduril, Palmer Luckey, setelah sengketa internal Nan menyertakan dukungannya terhadap Donald Trump.

Keduanya sekarang kembali berbisnis di bidang AR Seiring-Baju, Fana Mark Zuckerberg juga telah mengadopsi sikap Nan extra ramah terhadap pemerintahan Trump hasilkan ketika kepemimpinan kedua.

Iran dan Musuh AS Lainnya meraih Tamat

hasilkan inisiatif Angkatan Darat AS, rangkaian headset Pandai, penglihatan sunyi, dan sensor ini akan dipasang pada helm dan perlengkapan lain Nan telah dikenakan tentara, berdua bundel baterai terpisah. edisi EagleEye Malah akan mengintegrasikan teknologi tersebut ke internal helm itu sendirian.

Kontrak jumbo Nan dikeluarkan militer AS hasilkan berkolaborasi berdua raksasa teknologi pertahanan menunjukkan keseriusan internal memenangkan perang melewati berbagai musuh. tidak presisi satunya Ialah Iran Nan sampai saat ini Tetap terlibat sengketa berkepanjangan berdua AS dan Israel.

AS juga Mempunyai musuh bebuyutan lain, Merupakan China dan Korea Utara, meski belum terlibat berdua perang militer melangkah seperti di Timur inti. Fana itu, Rusia juga sebagai musuh lamban AS Nan inti berperang berdua sekutunya, Ukraina.

Kendati demikian, Anduril tak hanya menargetkan militer AS sebagai klien Esa-satunya. Jka Angkatan Darat AS pada ujungnya Tak mengagumi EagleEye, ungkapan Barnett, Anduril akan menguji memasarkan platform tersebut kepada militer asing.

Tetap lumayan berlimpah tantangan Nan harus diatasi. Tak seperti kacamata Ray-Ban Meta hasilkan komersil, prototipe ini harus beroperasi di lingkungan Nan penuh debu, ledakan, dan asap.

Penambahan daya komputasi dan ketika gunakan baterai Nan dibutuhkan juga berarti penambahan bobot distribusi tentara Nan telah membawa beban extra dari 100 pon.

Kemudian, teknologi ini harus berfungsi di lingkungan tak memakai koneksi seluler 5G Nan merata. arah komputer dan model AI Nan canggih perlu dijalankan secara Domestik di perangkat tersebut.

“hasilkan meraih dibeli Angkatan Darat AS internal skala Akbar, tool ini harus meraih bekerja berdua mulus. Standarnya kokoh,” ungkapan Wong.

(fab/fab)



Add



as a preferred

sumber on Google



[Gambas:Video CNBC]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *