Ngawur Misteri Kasus Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu Terkuak, Terdakwa Priyo Jujur 4 sebutan Lain Hanya Karangan Ririn


Indramayu, tvOnenews.com – Priyo baik Setiawan, keliru Esa terdakwa menyingkap misteri kasus pembunuhan Esa keluarga Haji Sahroni di Paoman, Kabupaten Indramayu pada ujung Agustus 2025.

Priyo mengemukakan data terbaru melalui video Nan dibuat pada 13 Mei 2026. Ia menegaskan, pengakuan ini dibuat berdua kesadaran penuh hasilkan menyingkap pelaku Primer kasus pembunuhan Esa keluarga ini.

Priyo menginginkan sorry atas kegaduhan Nan terwujud terkait kasus pembunuhan Nan menimpa lima Personil keluarga Haji Sahroni. Terdakwa menyetujui bahwa dirinya telah memberikan keterangan Imitasi internal persidangan pertama.

“Saya juga menyetujui kegaduhan terwujud ketika persidangan atas perintah Ririn dan Toni RM. Saya dipaksa berbohong dan memberikan keterangan Imitasi ketika di persidangan,” ujar Priyo internal keterangan videonya dikutip, Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan bahwa, Tak Eksis sebutan lain sebagai pelaku pembunuhan ini. Ia berucap bahwa pelaku Primer kasus pembunuhan Esa keluarga tersebut Ialah Ririn Rifanto.

“Saya hanya menolong peristiwa tersebut dikarenakan internal tekanan diancam akan dibunuh Ririn,” bongkar Beliau.

Soal 4 sebutan Pelaku Lain internal Kasus Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu

Tim Inafis Polda Jabar mengolah TKP kasus Mortalitas Haji Sahroni dan empat Personil keluarga Nan tewas terkubur internal Esa lubang di Indramayu

Ririn kembali memberikan pengakuan mengejutkan internal persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (18/5/2026). Di hadapan majelis hakim, ia menyinggung terkait empat sebutan lain.

internal persidangan sebelum itu, Ririn berdua konfirmasi menuturkan bahwa dirinya bukan pelaku Primer. Terdakwa membocorkan empat sebutan lain dan keliru satunya sebagai otak kasus pembunuhan ini.

Priyo Berbicara jujur bahwa Ririn Berikhtiar menghilangkan data pembunuhan ini. sebutan terjamin Yani, Hardi, Penenangan, dan Joko hanya berupa karangan Nan dibuat oleh Ririn.

kelebihan berikut, Priyo menuturkan kronologi peristiwa Nan dijelaskan olehnya di persidangan sebelum itu. Ia mengaku seluruh pemaparannya hanya output dari Khayalan Ririn.

“Itu hanya karangan Ririn dan ditulis tangan oleh Ririn di lapas,” katanya.

Ia menambahkan, tugasnya hanya membacakan skenario dibuat oleh Ririn di secarik kertas. Hal ini mendorong dirinya menyampaikannya internal sidang perdana di PN Indramayu.

Priyo menegaskan, dirinya Baju sekali Tak mengenali empat sebutan tersebut. Ia meyakini sebutan terjamin Yani, Hardi, Penenangan, dan Joko hanya bersifat fiktif.

Halaman lalu :

“Aslinya Tak Eksis sebutan itu. sebutan-sebutan itu Saya bahkan Tak tahu, itu hanya karangan Ririn,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *