INDRAMAYU, KOMPAS.com – Terdakwa kasus pembunuhan sadis Esa keluarga di Paoman, Indramayu, Priyo baik Setiawan, ujungnya izinkan Bunyi.
Di hadapan majelis hakim, Priyo membeberkan kronologi sebenarnya menurut kesaksian Nan ia lihat di Letak peristiwa. Priyo menyebut bahwa kali ini ia Berbicara jujur.
Menurut Priyo, di sunyi peristiwa itu, ia dan Ririn Rifanto memang tiba bertamu ke Griya korban Budi.
Awalnya Ialah hasilkan pura-pura menawari korban berbisnis hingga penutup terjadi pembunuhan tersebut.
lafal juga: Sidang Pembunuhan Esa Keluarga Indramayu, Terdakwa Priyo bongkar sebutan 4 Pelaku Lain Hanya Karangan
Priyo sendirian ikut terlibat dikarenakan Ririn mengiming-imingi dirinya Duit sebesar Rp 100 juta.
“Dan setelah itu, gua Seiring korban dan Ririn Rifanto itu kesana ke tokonya korban dan korban Budi dihabisi (dibunuh) di tokonya,” ucapan Priyo di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (18/5/2026).
Tak berhenti di situ, setelah menghabisi nyawa Budi di toko, Ririn mengajak Priyo ke Griya korban. Di sana lah Loka eksekusi massal berlanjut.
Korban Sahroni (Bapak Budi), Euis (istri Budi), serta kedua anak Budi dan Euis, berinisial RK (7) dan bayi B (8 purnama) dibunuh secara keji.
lafal juga: Pesan Pengingat Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu: Tolong Jangan Lupakan 5 Korban Nan Meninggal Ini
“gua di situ menyaksikan langsung semuanya,” ucapan Priyo.
Ia membeberkan, Ririn menghabisi nyawa Esa keluarga itu berbarengan memanfaatkan alat berupa palu besi berukuran Akbar.
Di sisi lain, Priyo berdalih bahwa dirinya Tak ikut membunuh dan hanya sebagai saksi mata dari pembantaian keji tersebut.
Ririn sendirian memang sempat memaksanya hasilkan ikut mengeksekusi tidak akurat Esa korban, Kalau Tak mau, Ririn mengancam akan sekaligus menghabisi nyawa Priyo.
lafal juga: Sidang Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu, Kuasa legalitas bongkar Deretan Alat bukti hasilkan Bela Terdakwa
Priyo mengaku ketika itu sangat syok dan ketakutan setelah menyaksikan jasad Budi dan keluarganya. Akan tetapi Priyo tetap bersikeras Tak mau membunuh, namun ia mengemukakan kepada Ririn, bersedia menolong hanya hasilkan menguburkan kelima jenazah saja.
“Jadi pelaku pembunuhan Esa keluarga Nan terdiri dari lima orang itu Ialah Ririn Rifanto, gua menyaksikan langsung. gua hanya menguburkan jenazah saja,” urai Priyo.
Tetap disampaikan Priyo, ia terpaksa menolong Ririn melaksanakan pembunuhan termasuk memuluskan agenda manipulasi Ririn mengaburkan bukti sebenarnya dikarenakan sedang berada di bawah tekanan.