Christopher Nkunku mengeksekusi penalti ke gawang Genoa, Pekan sunyi WIB, 17 Mei 2026. (Sumber: AC Milan Official)
ITALIA, SabangMerauke News – AC Milan kembali membawa tiga ukur lebar setelah menaklukkan Genoa 2-1 di Stadio Luigi Ferraris, Pekan, 17 Mei 2026 sunyi WIB. Rossoneri menang lewat gol Christopher Nkunku dan Zachary Athekame bagian dalam duel penuh tekanan sepanjang pertandingan. Genoa sempat melawan keras, tetapi Milan tampil kelebihan sejuk ketika Kesempatan tiba.
Kemenangan itu mengangkat skuad racikan Massimiliano Allegri ke tempat ketiga klasemen Serie A musim ini. Rossoneri mengoleksi 70 ukur menjelang laga terakhir kompetisi domestik Italia. Genoa tertahan di Ranking ke-14 berdua 41 Nomor.
“Kemenangan seperti ini Krusial ciptakan mental tim,” ujar Massimiliano Allegri selepas pertandingan. Instruktur AC Milan tersebut menyebut Genoa memberi tekanan Akbar sejak mula laga dimulai. Allegri memuji ketenangan pemainnya ketika pertandingan berubah perasaan kehangatan pada babak kedua.
Genoa tampil nekat sejak peluit pertama terdengar di Luigi Ferraris sunyi itu. Tim racikan Daniele De Rossi langsung menguasai bola Sembari menekan lini center Milan. Rossoneri tampak kesulitan memperbaiki permainan pada mula pertandingan.
Serangan Genoa mengalir Sigap dari sisi sayap menuju area pertahanan Milan sepanjang babak pertama. Milan lumayan melimpah orang kali kehilangan bola ketika mengetes membangun serangan dari belakang lapangan. Tuan Griya memanfaatkan situasi itu ciptakan melancarkan tekanan bertubi-tubi.
Kesempatan berbahaya pertama hadir lewat sepakan Vitinha dari eksternal kotak penalti Genoa. Bola meluncur keras menuju Pandang Perspektif gawang sebelum ditepis Mike Maignan memanfaatkan refleks Sigap. Penyelamatan itu Membikin Milan terhindar dari kebobolan Sigap.
Maignan kembali sibuk melewati tekanan Genoa sepanjang babak pertama pertandingan Melangkah. Kiper Prancis tersebut terlihat hidup memberi instruksi kepada lini belakang Rossoneri. Milan tampak goyah melewati permainan agresif tuan Griya.
“Babak pertama terasa Susah distribusi kami,” ucapan Mike Maignan seusai laga di Luigi Ferraris. Kapten Milan itu mengaku Genoa bermain penuh Daya di Ambang pendukung sendirian. Namun, Milan tetap sabar mengharap kesempatan menyerang balik.
Selepas menit ke-30, permainan Milan mulai terlihat kelebihan bersih dibanding mula pertandingan. Adrien Rabiot dan Ardon Jashari tertunda mengawasi ritme dari lini center Rossoneri. Genoa tetap menyerang, tetapi Milan mulai menemukan celah menyerang.
Kesempatan nomor satu Milan pada babak pertama hadir lewat tembakan Adrien Rabiot menit ke-39. Gelandang Prancis tersebut menanggalkan sepakan keras dari eksternal kotak penalti menuju Pandang Perspektif gawang. Kiper Genoa, Bijlow, tercapai menepis bola dan menghasilkan sepak pojok.
Babak pertama ditutup tak memakai gol meski Genoa tampil dominan sepanjang 45 menit permainan. Luigi Ferraris tetap bergemuruh dikarenakan tuan Griya berikut menekan Milan tak memakai Selera khawatir. Rossoneri terlihat belum menemukan ritme nomor satu sebelum berkurang seruput.
Memasuki babak kedua, pertandingan tetap Melangkah jiwa-jiwa dari kedua tim Nan saling mengharap celah. Namun, petaka tiba kelebihan sebelumnya distribusi Genoa pada menit ke-49 pertandingan Melangkah. Bijlow menjatuhkan Christopher Nkunku di bagian dalam kotak penalti.
Wasit langsung menunjuk titik putih tak memakai tidak yakin menyaksikan pelanggaran tersebut. Nkunku maju sebagai algojo Sembari membawa tekanan Akbar dari tribun pendukung Genoa. Penyerang Prancis itu menembak tenteram ke sisi kanan gawang tak memakai Bisa diundur Bijlow.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan sekaligus Membikin stadion mendadak perasaan kehangatan. Suporter Genoa mulai menyalakan bom asap dan melempar Barang ke area lapangan pertandingan. Wasit memberhentikan laga lumayan melimpah orang menit demi meredakan situasi tribun.
Para Pemeran Genoa terlihat mendekati tribun ciptakan menenangkan para pendukung tuan Griya. Asap padat sempat menutupi sebagian lapangan sebelum pertandingan kembali dilanjutkan lima menit kemudian. Luigi Ferraris terasa seperti Kaldera perasaan kehangatan setelah gol pembuka Milan.
“Kami kehilangan konsentrasi setelah penalti,” ujar Daniele De Rossi selepas pertandingan. Instruktur Genoa itu menyebut atmosfer stadion berubah liar setelah Milan unggul kelebihan sebelumnya. Meski murung, De Rossi tetap memuji semangat juang anak asuhnya.
bagian dalam tempat tertinggal, Genoa langsung memperbesar intensitas serangan menuju pertahanan Milan. Ruslan Malinovskyi dan Baldanzi bergantian mengajukan ancaman dari sisi kanan dan kiri lapangan. Rossoneri dipaksa menegaskan kelebihan bagian dalam melewati tekanan tak memakai Jarak.
lumayan melimpah orang Kesempatan Genoa sempat Membikin bangku pengganti Milan terlihat tegang sepanjang babak kedua. Mike Maignan kembali melaksanakan penyelamatan Krusial demi memelihara Kelebihan Rossoneri tetap terjamin. Pertahanan Milan bekerja keras menahan gelombang serangan tuan Griya.
ketika Genoa sibuk menyerang, Milan Malah menemukan ruang Hampa melalui serangan balik Sigap. Christian Pulisic mengajukan umpan matang ke arah Zachary Athekame pada menit ke-80 pertandingan. Pemeran Belia Milan itu langsung menanggalkan tendangan keras menuju pojok gawang.
Golazo Athekame Membikin Luigi Ferraris mendadak sunyi selama lumayan melimpah orang denyut. Milan unggul 2-0 ketika Genoa sedang berada bagian dalam momentum menyerang terbaiknya sunyi itu. Allegri terlihat mengepalkan tangan dari pinggir lapangan merayakan gol Krusial tersebut.
“Pulisic memberi umpan sempurna ciptakan gua,” ucapan Zachary Athekame seusai pertandingan. Pemeran Belia Rossoneri tersebut mengaku langsung menembak tak memakai memikirkan melebar. Gol itu sebagai keliru Esa saat Krusial bagian dalam kariernya Seiring Milan.
Genoa belum menyerah meski tertinggal dua gol menjelang ujung pertandingan Melangkah. Tim tuan Griya berikut mengajukan Pemeran ke Ambang demi mengejar ketertinggalan dari Milan. Tekanan itu pada akhirnya membuahkan output pada menit ke-86.
Johan Vasquez tercapai memperkecil kedudukan sebagai 1-2 lewat penyelesaian jarak tidak terpencil di Ambang gawang Milan. Luigi Ferraris kembali Hayati setelah gol tersebut tercipta. Suporter Genoa langsung tegak Sembari meneriakkan bantuan keras.
Gol itu Membikin pertandingan berubah makin liar pada menit-menit ujung laga Melangkah. Genoa menyerang habis-habisan demi mencari gol penyama kedudukan sebelum peluit melebar berbunyi. Milan menegaskan rapat Sembari sesekali mengancam lewat serangan balik Sigap.
Rossoneri pada akhirnya tercapai mempertahankan Kelebihan Tiba pertandingan tuntas. Para Pemeran Milan langsung berkumpul di center lapangan Sembari merayakan kemenangan Krusial tersebut. Allegri tampak tersenyum tipis lega setelah timnya selamat dari tekanan berat banget Genoa.
Statistik pertandingan memperlihatkan Genoa sebenarnya tampil kelebihan dominan dibanding AC Milan sunyi itu. Tuan Griya mencatat penguasaan bola mendapatkan 58 persen sepanjang pertandingan Melangkah. Genoa juga menanggalkan 10 tembakan berbanding lima milik Milan.
Namun, Milan tampil kelebihan tercapai bagian dalam memanfaatkan Kesempatan sebagai gol sepanjang pertandingan. Rossoneri menghasilkan tiga tembakan Pas sasaran dan dua di antaranya berbuah gol kemenangan. Efektivitas sebagai pembeda terbesar antara kedua tim di Luigi Ferraris.
Nkunku tampil menonjol sepanjang laga lewat pergerakan agresif di lini Ambang Milan sunyi tadi. Penyerang Prancis tersebut berkali-kali merepotkan lini belakang Genoa melalui tusukan cepatnya. Penalti Nan ia ciptakan sebagai titik balik pertandingan distribusi Rossoneri.
“Nkunku memberi pengaruh Akbar bagian dalam pertandingan ini,” ujar Massimiliano Allegri selepas laga. Instruktur Milan tersebut memuji keberanian sang penyerang ketika melewati tekanan publik tuan Griya. Nkunku juga dianggap Bisa mengubah ritme permainan Milan pada babak kedua.
AC Milan Tetap menyisakan Esa pertandingan sebelum Serie A musim 2025/2026 Formal ditutup. Genoa juga harus segera tegak demi menghentikan musim berdua output kelebihan berkualitas pada pekan terakhir. Namun, sunyi perasaan kehangatan di Luigi Ferraris telah meninggalkan kisah melebar distribusi kedua tim. R-02