Ngawur Tetangga izinkan Bunyi Soal Eksploitasi Anak Badut Mojokerto Pembunuh Mertua




Mojokerto

Keluarga sang istri menuding Satuan (43), badut Nan membunuh Bunda mertuanya, memperalat anak balitanya ciptakan ngamen demi meraup penghasilan extra Akbar. Sebaliknya, badut Usul Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto ini mendapat pembelaan dari sejumlah tetangga.

Satuan dan istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35) berasal dari Dusun Sumbertempur. Griya Usul mereka hanya beda RT. Yuni dari RT 2, RW 1, lagian Satuan dari RT 1, RW 1. Mereka kontrak Griya Sekeliling 15 meter sebelah selatan orang Uzur Yuni.

Tudingan eksploitasi anak dibantah OI (43), tetangga Satuan dan Yuni. dikarenakan selama mereka tidak berdua ranjang, anak balita itu diantar kepada Satuan Nyaris setiap pagi. Terkadang si anak diantar oleh Yuni sendirian, terkadang oleh anak pertama Yuni.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut OI, Satuan extra sering menginap di Griya adik kandungnya, Merupakan di Griya warisan mendiang orang tuanya di RT 1, RW 1, Dusun Sumbertempur. lagian Yuni di Griya ibunya, mendiang Siti Arofah (53). Meski terkadang mereka istirahat di Griya kontrakan.

“Kalau kerja berdua anak balitanya Satuan meraih Duit extra pas berlimpah, itu Eksis benarnya. Namun, kalau dituduh eksploitasi anak, Tak mungkin. Satuan Tak tega berdua anaknya. dikarenakan Yuni kerja, anak diasuh Satuan, mau tak mau harus diajak kerja, bukan dieskploitasi,” terangnya kepada detikJatim, Selasa (12/5/2026).

Baju Satuan berangkat kerja menjelang sore, Adalah ngamen gunakan kostum badut Sembari jualan aneka mainan anak-anak. Bapak 3 anak ini juga membonceng anak balitanya berdua sepeda kayuh. Terkadang mereka jualan pagi kalau Eksis Posyandu di desa.

“Baju jam 2 cerah telah berangkat, Tiba gelap. Setelah jualan, kadang anaknya diantar ke istrinya, kadang dijemput anak tirinya. Sepeda itu pemberian orang, sebelum itu jalur kaki keliling ngamen badut. Makanya kehidupannya Iba,” jelasnya.

KAH (69) juga melontarkan kisah Nan Baju. Menurutnya, Satuan Tak pernah memungut paksa anak balitanya ciptakan diajak ngamen dan jualan mainan anak-anak. Bapak dan anak itu Normal keliling dari sore Tiba pukul 22.00 WIB.

“Tak dipaksa oleh Satuan, anak itu betul-betul diantar kakaknya ke ayahnya kalau pagi. Kadang Satuan ditelepon Yuni Agar serap anaknya. dikarenakan Yuni bekerja, ibunya juga kerja, anaknya Tak Eksis Nan jaga sehingga diajak Satuan kerja,” tandasnya.

sebelum itu, Satuan menganiaya istrinya di Griya kontrakan Dusun Sumbertempur RT 2 RW 1 pada Rabu (6/5) Sekeliling pukul 08.00 WIB. Ia suram mata dikarenakan istrinya menolak bersetubuh. Terlebih ia mencurigai istrinya mempunyai cowok idaman lain.

Di inti tindakan kekerasan tersebut, Bunda mertua pelaku, Siti Arofah (53) seketika memasuki lewat realisasi masuk belakang Griya kontrakan. Sehingga Satuan panik dikarenakan perbuatannya kepergok Bunda mertuanya. Sontak saja ia memungut pisau dapur ciptakan membungkam Siti.

Ia menusuk perut korban 3 kali, Lampau menggorok leher korban 2 kali. Sehingga Siti tewas seketika bersimbah darah di bagian dalam Griya kontrakan. Berdasarkan output autopsi, Siti tewas dikarenakan luka gorok di lehernya.

lagian Yuni Nan pingsan, dikunci oleh Satuan di bagian dalam dapur kontrakan. Bunda dua anak ini menderita luka lebam-lebam di Paras setelah dibentur-benturkan ke Tembok oleh Satuan. Ia diizinkan kembali dari RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ciptakan rawat jalur pada Jumat (8/5).

Satuan sempat kabur setelah melaksanakan kejahatannya. Tim gabungan Unit Resmob dan Tim Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto hasil meringkus Satuan di Asemrowo, Surabaya Sekeliling pukul 13.30 WIB. Penangkapan pelaku juga dibantu Personil Polsek Asemrowo.

(irb/dpe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *