Ngawur Polisi Halsel dan Seram Bagian Barat Tangkap Pelaku Pembunuhan Alumni Petrotekno di Ambon


Kasat Reskrim POlres Halmahera Selatan, Iptu Wahyu Hermawan (inti, jaket hitam) dan Kanit Reskrim Polsek Obi, Aipda M. Asril, ketika memberikan keterangan kepada orangtua korban terkait perkembangan penyelidikan perkara dugaan pembunuhan Nan menimpa Kristian Robet Suu, Rabu (13/5/2026).
Google search engine

AMBON, jurnalpapua – Pelarian terduga pelaku pembunuhan terhadap Kristian Robet Suu, alumni inti Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni, tercapai di hentikan jajaran kepolisian Halmahera Selatan Nan berkolaborasi berbarengan Personil Polres Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (14/5/2026) permulaan masa.

Ar (19), pemuda Nan sebagai terduga pelaku pembunuhan ini, tak berkutik ketika Kapolsek Obi, Ipda Daffa Raisa Putra, Kanit Resmob Satreskrim Polres Halmahera Selatan, Aipda Idrus Usman dan personil Satreskrim Polres SBB, mendobrak gerbang Loka persembunyiannya di Kota Ambon.

Ar sebagai terduga pelaku pembunuh Kristian Robert Suu, pada Jumat (17/4/2026) di Desa Kawassi Kecamatan Obi, Halmahera Selatan. Korban Ialah pemuda Usul Kampung Horna mutakhir, Atibo, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Usai melaksanakan tindakan kriminalnya, Ar melarikan diri ke Seram, hingga pada akhirnya tertangkap di Kota Ambon.

“Jadi setelah peristiwa, Beliau menyeberang ke Seram. Tempatnya berpindah-pindah, Tiba pada akhirnya kami dapatkan Beliau di Bilik kosnya di Ambon,” ucapan Kapolsek Obi, Ipda Daffa Raissa Putra melalui Kanit Resmob Polres Halsel, Aipda Idrus Usman kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Warta Terkait : sebagai Perhatian Bupati Yohanis Manibuy, Polisi Halsel Memburu Pembunuh Alumni P2TIM Petrotekno

Disampaikan Idrus Usman, sesaat setelah peristiwa, Ar menyeberang ke Nusa Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat, tepatnya di Desa Tomi-tomi, Kecamatan Huamual Belakang.Di Loka Natalitas terduga pelaku ini, polisi melaksanakan pengintaian selama 2 masa, namun belum membuahkan keluaran. ucapan Idrus, informasinya ditutup rapat.

Sekeliling 5 masa Nan Lampau, polisi mendapatkan informasi, terduga pelaku Eksis meninggalkan dari Tomi-tomi menuju Desa Mangga Bongkok Kecamatan Taniwel. Ar menumpang Bahtera seorang nelayan. Dari pergerakan ini, polisi mendapatkan informasi Loka persembunyian Ar disebuah Griya kos Nan Eksis di Kawasan STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Terduga pelaku mendapatkan kiriman Duit dari kakaknya. Makanya Beliau membayar Loka kos itu hasilkan tinggal,” ucapan Idrus.

ketika diringkus, ucapan Idrus, Ar Nan Nyaris Esa purnama bagian dalam pengejaran polisi, sedang menelpon pacarnya. Ia tak berkutik ketika polisi menggelandang ke Polres SBB hasilkan dititipkan Fana, sebelum diajak ke Polres Halsel hasilkan tahapan legalitas kelebihan berikut.

“Alhamdulillah setelah hamper Esa purnama melaksanakan pengejaran, kami mendapatkan menangkap terduga pelaku. Ini telah sebagai komitmen kami, hasilkan membongkar peristiwa ini Tiba tuntas,” ucapan Idrus.

Terkait berbarengan motif pembunuhan Nan dijalankan, ucapan Idrus, dari keluaran pemeriksaan Fana, dikarenakan tersangka kesal berbarengan korban. Pada gelap sebelum peristiwa, antara pelaku dan korban sempat nongkrong Baju-Baju menikmati minuman beralkohol, Seiring sejumlah temannya Nan kemudian sebagai saksi bagian dalam peristiwa ini.

“Entah apa pemicunya, antara pelaku dan korban ini terlibat cekcok. Pelaku Nan Tetap mengharap panggilan kerja ini, kembali memungut pisau dan menikam korban hingga meninggal Bumi,” singkap Idrus. JP01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *