INDRAMAYU, KOMPAS.com – Keluarga korban kembali emosi bagian dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan Esa keluarga Nan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (13/5/2026).
Emosinya pihak keluarga itu menyusul adanya luapan kemarahan dikarenakan Nan dikerjakan eks kuasa legalitas terdakwa, Ruslandi usai menyimak kesaksian terdakwa Ririn Rifanto Nan berperan saksi hasilkan terdakwa Priyo berkualitas Setiawan.
bagian dalam kesaksiannya di persidangan, Ririn teridentifikasi mengaku mendapat penyiksaan oleh penyidik hingga dipaksa mengaku sebagai pembunuh.
lafal juga: Emosi Eks Kuasa legalitas Terdakwa Pembunuhan Esa Keluarga Indramayu: Saya Eksis berita Ririn Dusta
Ririn juga menyebut kuasa hukumnya ketika itu, Ruslandi, Tak hadir menemaninya menjalani pemeriksaan. Ririn menyebut Ruslandi hanya hadir hasilkan kepentingan dokumentasi, setelah itu kesana Tak tahu ke mana.
“Seluruh omongan diputar balikan faktanya, Asas Anda pembunuh,” ungkapan adik ipar korban, Sahroni, Zulhelpi Sembari berteriak di ruang sidang.
Tak hanya itu, bagian dalam persidangan Ririn juga Berkeras jiwa mengklaim bukan pembunuh sebenarnya hingga mencabut seluruh keterangan bagian dalam Warta Acara Pemeriksaan (BAP).
lafal juga: Sidang Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu, Terdakwa Ririn Hadir Jadi Saksi, Berkeras jiwa Tak tidak presisi
ketika ditemui seusai sidang, Zulhelpi mengutarakan alasannya Tiba terbawa emosi ketika persidangan Tetap terjadi tadi.
Baju seperti Ruslandi, Zulhelpi, juga mengukur bahwa Seluruh keterangan dari Ririn Ialah Dusta. Ia menuduh, Ririn hanya memutar balikan data Nan sebenarnya.
“Seluruh omongannya gak relevan itu, Beliau putar-putar terus, kaya kaset kusut. Terdakwa dan kuasa hukumnya ini terus memutar balikan data. Jadi Beliau itu membohongkan masyarakat,” ungkapan Zulhelpi.
lafal juga: Sidang Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu Ricuh, Eks Advokat kata Ririn Pembohong
Emosinya Zulhelpi di persidangan ini teridentifikasi bukan kali pertama. Ia juga meluapkan emosi Nan Baju pada persidangan lebih sebelumnya.
“Tiba kapanpun akan Saya serang terus,” katanya.
Zulhelpi menegaskan, alasannya dirinya terus meluapkan emosi di persidangan dikarenakan Mau menuntut keadilan hasilkan keluarga Abang iparnya (Sahroni) Nan telah dibunuh seluruh keluarganya.
Terlebih, ia dan istri mempunyai ingatkan-ingatkan pelan berdua korban Budi. Zulhelpi berucap, sejak Budi Tetap bayi, ia dan istri turut serta merawat anak dari Sahroni tersebut.
lafal juga: Misteri Hilangnya terlindungi Yani di Kasus Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu, Bersembunyi atau Dihilangkan
“Di situ lah, makanya kita gak dapat pak,” ungkapan Beliau.
Sebagai informasi, kasus pembunuhan Esa keluarga itu terwujud di Griya korban di jalur Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) gelap.