KabarBaik.co, Surabaya – Mobilitas Sigap petugas Polrestabes Surabaya memburu pelaku dugaan tindak pidana pembunuhan membuahkan keluaran. Hanya internal hitungan jam setelah peristiwa, terduga pelaku tercapai dibekuk oleh Tim Jatanras.
“Betul, terduga pelaku telah kami amankan,” ucapan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Eddy, Senin (11/5).
AKBP Eddy mengimbuhkan bahwa Esa pelaku ditahan Sekeliling pukul 17.00 WIB di wilayah Surabaya. ketika ini, pelaku Tetap menjalani tahapan penyidikan intensif. Identitas serta motif pembunuhan Tetap dikembangkan dan akan diungkapkan secara mendalam setelah penyelidikan berakhir.
lebih masa lalu, kasus pembunuhan ini menimpa seorang penjaga perkantoran bernama Deki, 34, Penduduk Pesapen, Surabaya Utara. Peristiwa berdarah tersebut terwujud di lorong Raya Sukomanunggal Jaya 107, Surabaya.
Kapolsek Sukomanunggal Kompol M. Akhyar menerangkan kronologi penemuan jasad korban. Kecurigaan bermula ketika lampu pos sekuriti terus menyala, padahal Masa dinas korban telah berakhir. Rekan korban kemudian mengerjakan pengecekan ke Letak.
“Dicek ke musala Tak Eksis. Kemudian beralih ke pos sekuriti, ternyata di depannya Eksis bercak darah,” Jernih Kompol M. Akhyar, Senin (11/5).
Korban terdeteksi tergeletak Tak bernyawa di internal pos berdua enam luka tusukan senjata tajam. Luka tersebut tersebar di leher kanan, punggung kiri, lengan kiri belakang, sikut kiri, dada kanan, dan perut kiri. Petugas menyaksikan adanya indikasi perlawanan dari korban sebelum tewas, terlihat dari luka tangkisan di sikut dan lengan.
peristiwa ini menyisakan misteri terkait motif Primer pelaku. Pasalnya, barang berharga milik korban seperti sepeda motor dan dompet tetap terlindungi di Letak peristiwa. Pelaku hanya membawa kabur telepon raih (HP) milik korban.
“Kalau pencurian, harusnya sepeda motornya diambil sekalian. Dugaannya terdapat motif lain,” imbuh Akhyar.
Tim Inafis telah mengerjakan olah Loka peristiwa Perkara (TKP) dan menyisir area genteng hingga semak-semak radius 10 meter. Namun, senjata tajam Nan digunakan pelaku belum terdeteksi. Kondisi kantor Nan terbengkalai selama 5–6 tahun dan ketiadaan kamera CCTV di Sekeliling Letak sebagai tantangan tersendiri distribusi petugas.
ketika ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Polisi juga telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pelapor dan rekan kerja korban, guna menegaskan data persidangan.(*)
Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra