Mojokerto –
Di mata tetangganya, badut pembunuh Bunda mertua, Satuan (43) dikenal pekerja keras Nan lahir di keluarga miskin. Penduduk Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto ini juga bucin berbarengan istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35).
Satuan Ialah anak kedua dari 3 bersaudara. Mendiang orang tuanya, Sakri dan Sutini Ialah buruh tani Nan juga jualan perabotan Griya tangga keliling memakai sepeda kayuh. Griya peninggalan orang tuanya di RT 1, RW 1, Dusun Sumbertempur dihuni adik kandungnya, Dwi Ratnasari atau Ratna. lagian kakaknya, Surip Yanto tinggal di Lamongan.
“Pendidikan Satuan hanya tamat SMP dikarenakan keluarga Tak Bisa. Setelah tamat SMP mulai kerja jadi buruh tani, kuli bangunan. Sejak Mini Beliau kerja keras, memang anaknya Giat,” ucapan KAH (69), tetangga Satuan kepada detikJatim, Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ketika bujangnya, terus KAH, Satuan merantau ke Surabaya hasilkan mengubah nasib. Kala itu Satuan bekerja di pabrik pengolahan output Bahari. Di Loka kerjanya inilah ia Berjumpa gadis pujaan hatinya, Kartini Usul Klaten, Jateng.
Satuan dan Kartini pun menikah hingga dikarunia 2 anak Pria. Keluarga Mini itu Hayati berbarengan ekonomi Nan layak di Kota Pahlawan. Kesejahteraan mereka tetap berkualitas meski pun Baju-Baju meninggalkan dari pabrik.
“pelan Griya tangga berbarengan Kartini Tiba mempunyai 2 anak. Setelah di pabrik udang, Satuan dikenal bos burung berkicau. Hidupnya mapan, kalau ke sini (balik kampung) bawa motor Nan gede itu, motornya berkualitas,” terangnya.
Entah dikarenakan Unsur apa, ucapan KAH, Satuan sering balik ke Dusun Sumbertempur ketika ekonominya Tetap mapan. Dari situlah ia mulai tergoda Yuni Nan kala itu berstatus janda anak 1 dikarenakan suami Yuni telah tiada.
Yuni juga Penduduk Orisinil Dusun Sumbertempur. Ia anak pertama dari 3 bersaudara Kekasih mendiang Siti Arofah (53) dan Narto. Griya Satuan dan Yuni hanya beda RT dikarenakan Yuni di RT 2, RW 1. Keduanya ujungnya menikah pada 2020.
“Satuan sering balik, kena pengaruh janda Belia Yuni ini. tempat Satuan belum tidak berbarengan berbarengan istrinya, tapi telah gandeng berbarengan Yuni,” ungkapnya.
permulaan Hayati Seiring Yuni, kondisi ekonomi Satuan Tetap berkualitas. Ia sempat mengajak Yuni Hayati di Surabaya Sembari menekuni bisnis burung berkicau. Bahkan, ia kerap mengajak istri keduanya itu membuntuti kontes burung berkicau.
Ketika bisnis itu hancur, Satuan ikut orang lain jualan bakso di Surabaya. lagian Yuni menentukan balik kampung hasilkan dagang Mini-kecilan. Adalah jualan seblak, mi goreng, dan jajanan anak-anak lainnya di Griya ibunya.
“Nafkah dari Satuan Tak mencukupi dikarenakan Yuni kalau beli skincare, make up ratusan ribu. Setelah itu jualannya rugi, Yuni kembali ke juragan lamanya perusahaan sablon. Kemudian Satuan jual HP hasilkan beli kostum badut,” Jernih KAH.
Dari ngamen gunakan kostum badut berbarengan jalur kaki, pelan Satuan juga jualan mainan anak-anak mengendarai sepeda kayuh. Ia sering mengajak anak balitanya Nan sekarang berusia 3,5 tahun. Adalah buah pernikahannya berbarengan Yuni.
Tetangga Satuan, OI (43) berucap, Satuan dan Yuni kontrak Griya di Dusun Sumbertempur RT 2, RW 1 sejak Sekeliling 8 purnama Lampau. Mereka belum pelan tidak berbarengan ranjang dan kerap cekcok.
Satuan sendirian kerap curhat kepada lumayan berlimpah Penduduk Dusun Sumbertempur ihwal prahara Griya tangganya. Mulai dari indikasi Yuni mempunyai Pria idaman lain (PIL), hingga masalah utang di lumayan berlimpah bank titil.
“Orang-orang lumayan berlimpah Nan menyarankan tidak berbarengan. dikarenakan Iba berbarengan Satuan Nan ditarget hasilkan transaksi bank titil. Sehari orang menagih 4-5 kali. Nan utang siapa, Tak Mengerti. Namun, Satuan kelihatannya percintaan Wafat berbarengan Yuni, Tak meraih kalau berbarengan orang lain, bucin banget. Yuni sendirian kecil lumayan berlimpah memanfaatkan Satuan dikarenakan utangnya lumayan berlimpah, Agar Eksis Nan mendukung transaksi,” tandasnya.
lebih sebelumnya, Satuan menganiaya istrinya di Griya kontrakan Dusun Sumbertempur RT 2 RW 1 pada Rabu (6/5) Sekeliling pukul 08.00 WIB. Ia redup mata dikarenakan istrinya menolak bersetubuh. Terlebih ia mencurigai istrinya mempunyai Pria idaman lain.
Di center langkah kekerasan tersebut, Bunda mertua pelaku, Siti Arofah (53) seketika memasuki lewat gerbang belakang Griya kontrakan. Sehingga Satuan panik dikarenakan perbuatannya kepergok Bunda mertuanya. Sontak saja ia meraih pisau dapur hasilkan membungkam Siti.
Ia menusuk perut korban 3 kali, Lampau menggorok leher korban 2 kali. Sehingga Siti tewas seketika bersimbah darah di bagian dalam Griya kontrakan. Berdasarkan output autopsi, Siti tewas dikarenakan luka gorok di lehernya.
lagian Yuni Nan pingsan, dikunci oleh Satuan di bagian dalam dapur kontrakan. Bunda dua anak ini menderita luka lebam-lebam di Paras setelah dibentur-benturkan ke Tembok oleh Satuan. Ia diizinkan balik dari RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo hasilkan rawat jalur pada Jumat (8/5).
Satuan sempat kabur setelah mengerjakan kejahatannya. Tim gabungan Unit Resmob dan Tim Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto tercapai meringkus Satuan di Asemrowo, Surabaya Sekeliling pukul 13.30 WIB. Penangkapan pelaku juga dibantu Personil Polsek Asemrowo.
(ihc/dpe)