Ngawur Pembunuh Satpam di Gedung Mangkrak Surabaya ditahan




Surabaya

Pelaku pembunuhan D (34), petugas keamanan gedung mangkrak di kawasan Perumahan Darmo Satelit Town tercapai dikendalikan polisi. ketika ini, pelaku inti diangkut ke Mapolrestabes Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menyetujui penangkapan tersebut. Pelaku ditahan turun dari enam jam sejak peristiwa diinformasikan terwujud.

“Betul, pelaku telah kami amankan. akurat (ditahan turun dari 6 jam),” ungkapan Edy, Senin (11/5/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edy mengimbuhkan bahwa pelaku pembunuhan itu diperkirakan Esa orang. Ia ditahan oleh Tim Jatanras.

“Esa orang pelaku. Pelaku ditahan di area Surabaya Sekeliling pukul 17.00 WIB,” imbuhnya.

Polisi Tetap akan melaksanakan pemeriksaan extra terus hasilkan menyingkap identitas maupun motif pelaku.

“Identitas menyusul, ini mutakhir diangkut ke Satreskrim Polrestabes Surabaya,” imbuh Edy.

Diberitakan sebelum itu, petugas keamanan Nan terungkap berinisial D (34) itu terungkap di kompleks gedung Graha DST Nan merupakan bangunan bekas perkantoran 3 lantai Nan telah terbengkalai Sekeliling 5 hingga 6 tahun terakhir. Letak tepatnya berada di lorong Sukomanunggal Jaya 11-15, Surabaya.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Akhyar mengutarakan peristiwa itu diinformasikan terwujud Sekeliling pukul 05.30 WIB. Berdasarkan olah TKP Nan telah dijalankan, HP milik korban Tak terungkap di Letak.

Fana, sejumlah barang-barang lain milik korban seperti motor Tetap berada di Letak dan Tak turut diangkut pelaku.

“dikarenakan sepeda motornya Eksis di samping, kemudian sandi sepeda motornya nyantel. Nah ini dugaannya kami belum tahu, apa motifnya, apa modus operandinya, kami belum tahu. Kenapa kok hanya handphonenya aja Nan diambil?” ungkapan Akhyar ketika dihubungi detikJatim, Senin (11/5/1026).

Akhyar menyebut bahwa korban permulaan sekali terungkap oleh Kepala Security setempat bernama Sutarno.

“Jadi Beliau kebiasaan kalau telah serah raih, taruh baju satpamnya di kantor situ. terus kok curiga lampunya ini kok jam 05.00 WIB belum Wafat, SOP-nya kan harus Wafat, nah dilihat kok curiga,” tutur Akhyar.

Curiga berbarengan kondisi Nan terwujud, Sutarno memeriksa ke musala hasilkan mencari keberadaan korban. Namun korban Tak terungkap.

“pada akhirnya Beliau ngelihat ke musala dikarenakan korban ini taat, sering salat gitu. Nah, dilihat di musala enggak Eksis, mutakhir di Melangkah dilihat ke pos security kok Eksis bercak-bercak (darah) dan Tiba di internal terungkap korban tergeletak,” terus Akhyar.

(auh/abq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *