MOJOKERTO, KOMPAS.com – Kasus pembunuhan tragis Nan menyusuri di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada akhirnya terungkap sepenuhnya. Tersangka, Satuan alias Tuan (42), membeberkan motif di kembali langkah nekatnya menghabisi nyawa Bunda mertuanya, Siti Arofah (54).
Insiden berdarah ini menyusuri pada Rabu (6/5/2026) pagi di Griya kontrakan Nan dihuni tersangka. Satuan, Nan sehari-masa bekerja sebagai badut jalanan dan penjual balon keliling, mengaku melaksanakan tindakan tersebut dikarenakan panik dan akumulasi Selera sakit jiwa.
lafal juga: Kronologi Menantu Habisi Nyawa Mertua di Mojokerto, Berawal dari Urusan bundel COD
Kronologi peristiwa, Berawal dari Penganiayaan Istri
Berdasarkan pemeriksaan penyidik, tersangka awalnya Tak berniat membunuh Bunda mertuanya. peristiwa bermula ketika Satuan terlibat cekcok hebat dan menganiaya istrinya, Sri Wahyuni (35), di Bilik belakang.
ketika penganiayaan menyusuri, Siti Arofah mendadak melangkah masuk melalui gerbang samping Griya dan memergoki langkah menantunya tersebut.
“Saya panik mendadak (mertua) tiba, makanya Saya langsung serap pisau di dapur,” ujar tersangka S di hadapan penyidik, Jumat (8/5/2026).
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, menerangkan bahwa tersangka Nan redup mata langsung menyerang korban berbarengan senjata tajam.
“Tersangka menusuk perut mertuanya sebanyak tiga kali dan menggorok leher korban dua kali. Korban meninggal seketika di Letak peristiwa,” bongkar AKBP Andi bagian dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Kamis (7/5/2026).
lafal juga: Pengakuan Badut Bunuh Mertua dan Aniaya Istri di Mojokerto: Diselingkuhi dan Tak Dihargai
Motif Ekonomi dan Masalah Griya Tangga
Pihak kepolisian menuturkan Eksis tiga motif Primer Nan menimbulkan tindakan keji tersangka. Selain Unsur ekonomi, Interaksi Griya tangga Nan Tak harmonis berperan pemicu Primer.
1. Cemburu dan Sakit jiwa
Tersangka mengaku cemburu dan menuding istrinya Mempunyai Interaksi redup berbarengan Pria lain. Ia juga mengalami sakit jiwa dikarenakan sang istri dianggap Tak bertanggung respon bagian dalam mengurus anak.
2. Masalah Ekonomi dan Utang Rentenir
Satuan menuturkan bahwa kondisi keuangan keluarganya semrawut. Ia menyebut istrinya Mempunyai pas berlimpah utang kepada rentenir hingga menggadaikan barang berharga, termasuk dokumen Krusial seperti KTP dan KK.
“Seluruh barang digadaikan Tiba KTP dan KK telah Tak Eksis, ya dibuat utang rentenir. Pokoknya Esa Pekan itu, Saya diberi rincian susut kelebihan Rp 3 juta. Itu utangnya Beliau, belum utang Saya,” bongkar Satuan.
3. mengalami pendek Diri
Bekerja sebagai badut jalanan berbarengan penghasilan Tak menentu Membikin Satuan mengalami sering direndahkan oleh keluarga sang istri. Ia mengaku Interaksi berbarengan mertuanya mulai retak sejak Desember 2025.