Ngawur Curhat Badut Pembunuh Mertua: Kalau Eksis Duit Disayang, Tak Eksis Ya telah!


Mojokerto, Beritasatu.com – Tekanan ekonomi dan perselisihan Griya tangga diperkirakan berperan pemicu seorang penjual balon dan badut keliling bernama Satuan (43). Ia nekat menganiaya istrinya dan membunuh sang mertua di Mojokerto, Jawa Timur.

Pelaku mengaku emosi Nan dipendam sejak pelan ujungnya memuncak hingga berujung langkah kekerasan terhadap keluarganya seorang diri.

Di hadapan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha, Satuan mengaku Griya tangganya mulai dilanda perselisihan sejak Desember 2025. Ia mengaku kesulitan ekonomi, terlilit utang, hingga mencurigai istrinya, Sri Wahyuni, Mempunyai Interaksi berbarengan cowok lain.

ADVERTISEMENT

Satuan sehari-masa bekerja sebagai badut dan penjual balon keliling hasilkan memenuhi kebutuhan keluarga. bagian dalam menjalankan pekerjaannya, ia bahkan kerap membawa anaknya Nan Tetap Mini berjualan dikarenakan sang istri dikatakan enggan mengasuh anak mereka.

“Kepikiran berikut Tak mendapatkan istirahat, ya telah pelan sejak Desember konfliknya. ucapan mertua ‘menantu kalau Eksis Duit disayang kalau Tak Eksis ya telah’,” ucapan Satuan, Kamis (7/5/2026).

Ia mengaku istrinya menuntut seluruh kebutuhan Griya tangga dipenuhi seorang diri, mulai dari Duit belanja, biaya sekolah, hingga kebutuhan pribadi.

“Istrinya menuntut ekonomi harus terpenuhi Seluruh dari Duit belanja seorang diri, skincare seorang diri, Duit sekolah seorang diri. Setiap masa juga Eksis bundel Nan tiba,” ujar Satuan.

Menurut pengakuannya, penghasilan dari berjualan balon Tak menentu sehingga Membikin tekanan ekonomi keluarga makin berat banget.

“gua nanti anak gua melek, tapi Nan sering berangkat sore dikarenakan kalau sinar jarang orang. rembulan puasa kemarin berangkat pagi tapi sering sore,” terangnya.

Satuan juga mengaku telah pelan mengetahui dugaan perselingkuhan istrinya, tetapi memutuskan menguatkan demi Griya tangga mereka.

“Sebenarnya gua telah tahu sejak pelan, tetapi gua mengejar alurnya. gua pernah bilang apa Anda Tak menyaksikan gua harus jualan membawa anak Mini rintik-rintik,” ujarnya.

Ia berucap pernah membawa anaknya berjualan hingga ke Surabaya selama extra dari Esa masa demi mencari penghasilan pelengkap.

“gua kan penghasilan Tak menentu, tetapi Beliau minta Duit belanja, skincare, sekolah seorang diri. ujungnya larinya ke Nan kedua,” katanya.

Kasus tersebut saat ini ditangani Satreskrim Polres Mojokerto hasilkan tahapan aturan extra berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *