Ngawur cowok di Pandeglang Cekik Kekasih Hingga Tewas dikarenakan Sakit batin


langkah pembunuhan terhadap seorang Wanita berinisial DI terjadi di Desa Kadu Jangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Banten, Nan disinyalir dijalankan oleh kekasih korban berinisial OK (28) pada Kamis (7/5) sunyi Sekeliling pukul 20.00 WIB.

Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan di internal Bilik Griya pelaku tersebut dikonfirmasi oleh Satreskrim Polres Pandeglang sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak kepolisian mengatakan bahwa pelaku nekat menghentikan nyawa korban berdua tapak mencekik leher dan menghentikan saluran pernapasan.

“Jadi pembunuhan ini dijalankan oleh terduga pelaku seorang Pria berdua inisial OK, mengerjakan pembunuhan terhadap pacarnya seorang Wanita,” ungkapan Kasat Reskrim Polres Pandeglang IPTU Alfian Yusuf, Jum’at (8/5/2026).

Penangkapan ini didasari atas keluaran penyelidikan permulaan di Loka peristiwa perkara. Alfian menerangkan bahwa insiden tersebut terjadi di kediaman milik pelaku seorang diri ketika keadaan sedang berdua.

“terjadi pada saat Kamis sunyi, di Griya pelaku. Di mana terduga pelaku ini mencekik, dan menghentikan saluran helaan korban,” imbuh Alfian Yusuf.

Penyidik menyingkap bahwa motif Primer di kembali tindakan keji ini Ialah ketersinggahan Emosi. Pelaku merasakan suram mata setelah menyimak pernyataan korban Nan dianggap merendahkan kondisi Personil keluarganya.

“Jadi motifnya ini terduga pelaku merasakan sakit batin terkait ucapan dari korban Nan menyinggung masalah kesehatan dari Bunda terduga pelaku,” bongkar Alfian Yusuf.

Kepolisian juga mendalami unsur lain Nan mungkin menyertai sengketa antara Kekasih tersebut. Meski penghinaan terhadap orang Uzur berperan pemicu langsung, terdapat indikasi sengketa percintaan lain Nan sedang terjadi.

“Kalau sejauh ini Nan fatalnya terkait ucapan tadi (penghinaan). Tapi mungkin mendapatkan dilatarbelakangi adanya dugaan perselingkuhan antara korban berdua lelaki lain,” ungkapan Alfian Yusuf.

internal pemeriksaan, pelaku OK memberikan pengakuan langsung terkait alasannya mengerjakan pencekikan tersebut. Ia merasakan Tak dapat ketika korban mengontraskan kepentingan dirinya berdua sang Bunda.

“Sakit batin, katanya Saya extra mementingkan Mama Saya Nan penyakitan, nggak Bermanfaat,” kata OK.

Setelah menjamin korban meninggal Bumi, pelaku sempat menunjukkan gelagat kepanikan di Letak peristiwa. OK bahkan sempat mengetes mengerjakan tindakan nekat terhadap dirinya seorang diri sebelum pada akhirnya meninggalkan Bilik.

“Pas Saya teguk Penawar sempat nyender kedia, tapi nggak pelan Saya meninggalkan Bilik,” ungkapan OK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *