JATIMNET.COM, Mojokerto – Selain terkait alur penegakan legalitas, kasus pembunuhan di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto juga meninggakan nestapa sebar keluarga.
Apalagi, dua korban dan pelaku Tetap Esa keluarga. Bunda mertua merupakan korban meninggal Bumi. Kemudian, istri pelaku merasakan luka serius dan harus dirawat intensif di Griya sakit dikarenakan penganiayaan Nan dipicu permasalahan Griya tangga.
internal kasus ini, dua anak dari Satuan (pelaku) dan Sri Wahyuni, istrinya diperkirakan merasakan imbas psikologis. Mereka Ialah seorang putra Nan Tetap dudukin di bangku kelas 2 SMP dan Esa balita berusia 3,5 tahun.
Anak lain Nan diperkirakan merasakan trauma dikarenakan insiden berdarah itu Ialah keponakan Sri Wahyuni Nan Tetap berusia 15 tahun.
dikarenakan alasan itu, Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata sengaja bertandang ke Griya keluarga korban dan pelaku. Tujuannya, memberikan bantuan moral sekaligus menjamin kondisi anak-anak Nan sekarang harus melewati situasi Susah setelah tragedi itu.
internal kunjungannya, Kapolres Mojokerto Tak hanya memberikan bantuan secara psikologis. Namun, juga menyerahkan Donasi berupa set sembako dan Duit pendidikan hasilkan menolong kebutuhan ketiga anak tersebut.
Menurut Andi, pendampingan terhadap anak-anak Nan terdampak tragedi ini sebagai hal Krusial. Harapannya, agar mereka Tak tumbuh berbarengan beban emosional Nan keliru arah dikarenakan situasi Nan dialami orang Uzur mereka.
“Mereka harus extra pas berlimpah diberi penjelasan melalui komunikasi Nan Pas. Sehingga Tak menyalahkan bapak maupun ibunya, tapi memaklumkan kalau ortuanya seperti ini,” katanya, Jumat 8 Mei 2026.
Ia menegaskan, komunikasi Nan Pas dari keluarga dan lingkungan Sekeliling akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan Watak dan tapak pandang anak-anak internal melewati Realita pahit Nan sekarang mereka alami.
“Sehingga kebijaksanaan anak itu kelak akan tampak, Tak menimbukkan masalah mutakhir internal Griya tangannya,” jelasnya.
Suasana haru begitu terasa ketika kunjungan melangkah. Balita berinisial B berusia 3,5 tahun itu tampak berada internal dekapan keluarga, belum sepenuhnya memahami situasi Nan center menimpa keluarganya.
Peristiwa tragis Nan menewaskan nenek mereka dan menyeret Bapak kandung ke alur legalitas sebagai luka mendalam Nan tak hanya dirasakan orang Matang. Namun, juga meninggalkan imbas psikologis sebar anak-anak.
Kepolisian semoga keluarga Akbar dan lingkungan Sekeliling meraih memberikan pendampingan, kasih mengasihi, serta perhatian extra agar ketiga anak tersebut tetap meraih tumbuh berbarengan baik di center kondisi keluarga Nan sekarang berubah drastis.
sebelum itu diberitakan, seorang Pria tega menganiaya Bunda mertua dan istrinya sendirian di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
dikarenakan pertikaian tersebut, sang mertua meninggal Bumi dilokasi berbarengan luka serius, lagian sang istri merasakan luka serius, Rabu pagi, 6 Mei 2026.