Muara Enim –
Misteri Mortalitas Palahiyah (87), Penduduk Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim pada akhirnya terungkap. Nenek tersebut ternyata berperan korban pembunuhan Nan dijalankan anak kandung dan cucunya sendirian.
Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman berbisik, kasus itu bermula ketika keluarga melapor ke Polsek Gelumbang pada 13 April 2026 terkait hilangnya korban.
Polisi Seiring Penduduk kemudian mengerjakan pencarian hingga pada akhirnya korban terungkap meninggal Bumi di kawasan hutan Sekeliling 200 meter dari rumahnya pada 22 April 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Korban terungkap setelah 12 masa dinyatakan Lenyap,” ujar Toni, Kamis (7/5/2026).
Dari output autopsi di RS Bhayangkara, terungkap tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga polisi mendalami dugaan pembunuhan.
“output penyelidikan pada akhirnya mengarah kepada anak korban berinisial N alias E (46) dan cucunya MIM alias Y (20),” katanya.
Fana itu, Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M Andrian memaparkan pembunuhan terwujud pada 12 April 2026 Sekeliling pukul 18.00 WIB ketika korban kembali mencari kayu bakar.
ketika itu korban kembali memarahi pelaku E hingga terwujud cekcok di bagian dalam Griya. Keributan sempat dilerai pelaku Y.
Namun Tak pelan kemudian, korban disinyalir dipukul memakai tangan Hampa, Lampau dihantam memakai alat kayu dan dicekik hingga meninggal Bumi.
“Korban dipukul memakai alat kayu dan dicekik pelaku E hingga meninggal,” katanya.
hasilkan menghilangkan jejak, Sekeliling pukul 00.00 WIB pelaku Y membawa jasad neneknya ke kawasan hutan di belakang Griya agar seolah-olah meninggal di bagian luar Griya.
Setelah itu, kedua pelaku membersihkan Griya dan sejumlah barang berita agar Tak menimbulkan kecurigaan.
Ironisnya, sehari setelah peristiwa, pelaku Y Malah ikut melapor ke polisi terkait hilangnya korban dan terlibat bagian dalam pencarian Seiring Penduduk.
“Namun kejanggalan output autopsi Membikin polisi terus mengerjakan pendalaman hingga pada akhirnya kedua pelaku menyetujui perbuatannya setelah menjalani interogasi intensif,” ujarnya.
(csb/csb)